Dari Ende Untuk Indonesia Melalui Revolusi Mental
  • 302
  • 0
  • 0
  • 0

PRESS RELEASE

DARI ENDE UNTUK INDONESIA MELALUI REVOLUSI MENTAL

 

 

(Kamis/06 Juli 2017) Sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden No. 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk membentuk Gugus Tugas Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sebagai percontohan, Ende dipilih sebagai daerah pertama pembentukan Gugus Tugas Kabupaten. Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Ende, sekaligus tantangan agar Ende dapat menjadi contoh perubahan bagi daerah lain. Parade kebangsaan “Dari Ende, untuk Indonesia” sebagai peringatan Hari Pancasila pada 1 Juni lalu harus termanifestasikan dalam sikap dan perilaku seluruh elemen pemerintah dan masyarakat. Kegiatan Focus Group Discussion diselenggarakan di Hotel Flores mandiri, dihadiri oleh Sesmenko PMK Bapak YBS Sananugraha, Staf Khusus Menko PMK Bapak Prasetijono Widjodjo, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Bapak Nyoman Shuida, serta Direktur Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kemendagri Bapak Eka Prabawa. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bapak Bupati Ende, Marsel Petu.  

 

Ende menjadi bagian penting dari peristiwa bersejarah berdirinya Bangsa Indonesia. Selama bulan Januari 1934 sampai dengan Oktober 1938 Bung Karno diasingkan di Kota ini. Dalam masa pengasingannya tersebut, Bung Karno merumuskan nilai-nilai dasar kebangsaan yang disebut Pancasila. Aspek historis ini menjadi identitas Ende yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, semangat Revolusi Mental harus terwujud dalam kehidupan masyarakat Ende dan menjadi inspirasi perubahan bagi daerah lainnya.

 

Tujuan dari dibentuknya Gugus Tugas Revolusi Mental Kabupaten Ende adalah sebagai penggerak perubahan. Revolusi Mental adalah gerakan masyarakat, sehingga keanggotaan Gugus Tugas melibatkan seluruh komunitas masyarakat. Adapun secara prinsip beberapa tugas dan fungsi Gugus Tugas adalah sebagai berikut :

1.    Merumuskan strategi dan langkah aksi nyata pelaksanaan GNRM;

2.    Melakukan sosialisasi GNRM kepada masyarakat luas;

3.    Menggerakan aktivitas GNRM;

4.    Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan GNRM di masyarakat.

 

Tindak lanjut setelah terbentuk adalah Gugus Tugas menyiapkan rencana kerja dengan fokus kepada 5 Gerakan Perubahan; Ende Melayani, Ende Bersih, Ende Tertib, Ende Mandiri, dan Ende Bersatu. Acuan dalam menyusun rencana kerja adalah menghadirkan wujud nyata perubahan yang dapat diukur dan dievaluasi. Ayo Berubah ! [Ag/Fe]


Sumber foto: Kemenko PMK