Cara Watimah Membina Pemuda di Kampungnya, Ajak Bikin Pot dari Ban Bekas
  • 243
  • 0
  • 0
  • 0

TRIBUNKALTIM.CO - Seakan telah tertanam jiwa Indonesia Mandiri dalam diri Watimah, perempuan mandiri dan kreatif yang tak hanya sukses mengembangkan usaha rumahan dengan bahan baku olahan lele. Dia juga aktif membina remaja dan pemuda di kampungnya, Dusun Batu Hitam RT 17, Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kukar, dalam beberapa kegiatan positif agar mereka tidak terjerat dalam bahaya narkoba, miras dan seks bebas.


Perempuan yang dikenal peduli ini mengajak anak-anak muda menggeluti usaha bikin pot bunga dari bahan baku ban motor serta mengelola kompos.


Gusyandi (26) menjadi ketua dalam kelompok pemuda yang aktif membuat kerajinan pot bunga. Ia memanfaatkan rumahnya sebagai bengkel tempat kawan-kawannya berkreasi.

"Tiap hari libur, kami sering kumpul untuk buat pot bunga. Kalau hari biasa, kami kerjakan pada malam hari," ujarnya.


Maklum, sebagian besar pemuda yang terlibat dalam usaha rumahan ini berstatus pelajar. Jadi mereka belajar di sekolah pada pagi hingga siang harinya. Jumlah mereka mencapai 30 orang yang terlibat dalam usaha ekonomi kreatif itu.


Mereka mengandalkan bahan baku ban motor. "Harga satu ban motor bekas kami beli Rp 10 ribu," tuturnya.


Satu produk pot bunga bisa dikerjakan seorang diri atau berdua. Dalam semalam, mereka bisa menghasilkan 5-6 pot bunga. Mereka juga memiliki mesin kompresor untuk proses pewarnaannya nanti. Harga satu pot dijual Rp 20 ribu-Rp 35 ribu tergantung ukurannya. Selain buat modal, hasil penjualan pot bunga digunakan untuk biaya sewa lapangan futsal. [Is]

Sumber: http://kaltim.tribunnews.com/2017/12/06/cara-watimah-membina-pemuda-di-kampungnya-ajak-bikin-pot-dari-ban-bekas