Hak Cipta © 2015-2018 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Car Free Day - Revolusi Mental Bersama Masyarakat
Jakarta - Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia tetap dipenuhi warga. Meskipun sebelumnya, sempat diguyur hujan pagi tadi, Jakarta, Minggu (13/11).
 
Dalam kesempatan tersebut, hadir sejumlah kementerian di antanya; Kementerian Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya (Kemenko Maritim), dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian).
 
Pada CFD kali ini Kemenko PMK beserta sejumlah kementerian yang hadir sengaja mengambil tema "Revolusi Mental Bersama Masyarakat". Pasalnya, revolusi mental tak akan pernah tercapai bila masyarakatnya sendiri tidak peduli atau ikut andil dalam gerakan ini.
 
Staf Khusus Menko PMK Prasetijono Widjojo MJ menyampaikan, revolusi mental itu sebetulnya suatu gerakan perubahan yang kita inginkan. Demikian, untuk merubah maindset, pola pikir dan pola kerja. "Sehingga kita betul-betul mencapai pribadi yang memiliki integritas, etos kerja dan semangat gotong royong," ujarnya.
 
Prasetijono berharap, gerakan revolusi mental menjadi suatu gerakan nasional bersama masyarakat. Maka karena itu, dengan semangat gotong royong kita mampu wujudkan Indonesia melayani, bersih dan tertib.
 
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang SDM, IPTEK dan Maritim, Safri Burhanuddin, mengajak seluruh warga untuk tetap melestarikan, menjaga serta merawat lingkungan hidup.
 
"Untuk gerakan Indonesia bersih, kami mengajak kepada masyarakat agar di Jalan Sudirman Thamrin ini tidak ada satupun sampah yang berserakan. Itulah revolusi mental, mengajak langsung untuk memungut dan menjaga lingkungan yang ada disekitar kita," ajak Safri.
 
Hadir pula perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Hamdan, selaku Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif. Ia menyampaikan program yang sudah dicanangkan dan dijalankan oleh Kemenko Perekonomian dalam mewujudkan Indonesia mandiri.
 
Sejalan dengan gerakan revolusi mental yakni, Indonesia mandiri. "Dari Kemenko Perekonomian, kami memiliki program pengembangan wirausaha baru sebanyak sejuta orang," ungkap dia.
 
Lalu, Hamdan juga menyinggung soal Indonesia bersih. Menurutnya, sampah itu bisa dijadikan emas sebagai sumber mata pencarian masyarakat. Salah satunya bisa dijadikan kerajinan barang-barang bekas dan akhirnya menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. "Jadi sampah pun sebetulnya memiliki nilai ekonomis. Kami sangat mendorong dan mensupport kegitan seperti ini," tegas Hamdan.
 
Adapun macam-macam kegiatan pada CFD kali ini ada; Pameran Kreasi Pulau 1000 (Produk olahan sampah kreatif) Sineas Muda Indonesia, Simulasi Komposter Komunitas dan Kemenko Maritim, Pameran Karya Lomba Revolusi Mental, Photobooth Revolusi Mental, dan lain-lain.
#AyoBerubah
0
0
109
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan