Antisipasi Bencana Alam, PMI Jatim Bina Relawan Usia Dini
  • 270
  • 0
  • 0
  • 0

Sejalan dengan nilai-nilai revolusi mental, dengan gerakan Indonesia Melayani, bertempat di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Ketua PMI Jawa Timur, H. Imam Oetomo melantik pengurus dan pengawas PMI Kota Kediri. Mantan Gubernur menjelaskan bahwa PMI kini melakukan pembinaan pada relawan usia dini mulai tingkat SD, SMP dan SMA mengantisipasi bila terjadi bencana.

Kegiatan persemian pengurus PMI masa bakti 2017-2021 yang turut dihadiri oleh sejumlah undangan dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepolisian, TNI dan organisasi kemasyarakatan, pada Selasa (22/8). Twepilih sebagai Ketua PMI Kota Kediri, Wakil Wali Kota Kediri, Hj. Lilik Muhibbah.

Ditemui usai acara, mantan Pangdam V Brawijaya menjelaskan bahwa melihat keberadaan PMI harus lebih tanggap terkait keadaan darurat. “Bila terjadi bencana alam, maka kurang dari 1 X 24 jam, harus mendirikan tenda untuk lokasi evakuasi,” jelas Imam Oetomo.

Bukan hanya peralatan medis dan makanan siap saji, pasokan kantong darah harus tersedia sedikitnya 2% dari perkiraan jumlah penduduk. “Bahwa PMI harus selalu bersinergi dengan BPBD terkait darurat bencana,” imbuhnya.

Dengan dibentuknya pengurus baru PMI Kota Kediri, Imam Oetomo berpesan untuk selalu melakukan sosialisasi atas bencana dan melakukan pembinaan kepada relawan usia dini.

“Siswa sekolah selama ini aktif di Pramuka, saatnya PMI juga dijadikan ekstra wajib demi mengantisipasi dan menanggulangi bila terjadi bencana di sekitarnya. Semisal bila SD nya ambruk, maka para siswa tahu cara melakukan penyelamatan dan evakuasi korban,” terangnya.

Menurut Ketua PMI Jatim, bahwa Kota Kediri masuk dalam kategori sangat baik, karena tidak pernah menyimpan pasokan makanan.  “Ini berarti sangat baik, bila terjadi bencana segera melakukan tindakan darurat,” imbuhnya.

Adapun terkait ketersediaan kantong darah untuk wilayah Jatim, disampaikan Imam Oetomo mencapai 2,7%, siap didistribusikan bila terjadi bencana.[]