Aksi Nyata Rajin Bersihkan Kampung, Surabaya Raih Penghargaan Global Green City
  • 357
  • 0
  • 0
  • 0

Surabaya Green and Clean berhasil mengubah wajah kota menjadi lebih hijau dan bersih. Program besutan Jawa Pos dan Pemkot Surabaya serta didukung cat Emco dan MPM Distributor Honda itu juga memantik munculnya budaya Indonesia Bersih di tataran kampung. Beragam penghargaan pun diraih.
Yang terbaru, Surabaya dianugerahi penghargaan Global Green City. Minggu besok (29/10) Wali Kota Tri Rismaharini akan menerima penghargaan tersebut di New York, Amerika Serikat. Penghargaan itu sekaligus membuktikan bahwa Surabaya masuk jajaran kota penting di dunia.

Kamis malam (26/10) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terbang ke New York bersama beberapa pejabat pemkot Surabaya. Risma – sapaan karib Tri Rismaharini – diundang langsung pada kegiatan The 12th Global Forum on Human Settlements (GFHS) &Sustainable Cities and Human Settlements Awards (SCAHSA) Ceremony di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Selain menerima penghargaan, Risma akan menjadi pembicara di hadapan 400 anggota PBB pada  Senin (30/10). ”Kami belum tahu penghargaan kategori apa yang akan diterima. Yang jelas berkaitan dengan global green city,” kata Risma sebelum bertolak ke New York.
Risma mengatakan, pihaknya sama sekali tidak tahu penilaian yang dilakukan oleh tim penilai. Meski begitu, penghargaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Surabaya. Sebab, Surabaya sudah memiliki panggung di kancah dunia. ”Ada banyak yang dikaji. Tapi, saya tidak tahu kapan dan spesifik penilaiannya,” ujarnya.

Di hadapan ratusan perwakilan negara sedunia, Risma akan menyampaikan upaya yang telah dilakukan Surabaya untuk mendukung global green city. Termasuk perkembangan capaian program millenium development goals (MDGs). ”Saya akan sampaikan apa yang sudah dilakukan Surabaya di hadapan 400 anggota PBB,” kata dia.

Kabag Humas Pemerintah Kota Surabaya Muhammad Fikser menambahkan, beberapa materi yang  akan disampaikan wali kota adalah tentang transportasi kota, energi, dan permukiman. Undangan wali kota di kegiatan PBB tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan GFHS ke-11 saat Konferensi Habitat III Quito pada 2016.

Saat itu, Risma juga memaparkan kebijakan dan inisiatif yang dilakukannya di Surabaya. Baik di bidang transportasi kota, energi, maupun permukiman. ”Tema paparannya ditentukan oleh panitia. Apa yang dilakukan satu tahun setelah New Urban Agenda. Paparan itu akan dinilai dan berpeluang mendapatkan penghargaan Global Green City 2017,” ujarnya.

Fikser menuturkan, Risma juga akan bertemu dengan wali kota New York. Pertemuan itu diharapkan bisa menjadi langkah untuk membangun kerja sama dengan New York. ”Tentang tata kota dan pemerintahan. Memperluas jaringan kerja sama internasional,” katanya.

Ya, Surabaya memang terus berbenah untuk mewujudkan kota hijau. Beberapa program kegiatan dilakukan. Mulai menata permukiman kumuh, menghijaukan taman, hingga menggerakkan masyarakat untuk peduli lingkungan. Salah satunya adalah kegiatan Surabaya Green and Clean (SGC)  yang kini terus digencarkan. Keterlibatan pemerintah dan masyarakat tersebut sangat penting untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan hijau. [Is]