WASPADA DBD MENGINTAI KITA
  • 118
  • 0
  • 0
  • 0

Memasuki musim pancaroba ini kita harus menjaga daya tahan tubuh dan kebersihan di lingkungan kita nih sobat. Karena selain lagi merebaknya penyebaran virus COVID-19 sobat revmen semua juga harus waspada terhadap Demam Berdarah Dengue. Mimin ga bakal bosen untuk mengingatkan kalian semua terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus Dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, hingga bulan Maret 2020 terdapat 17.860 kasus penularan DBD di Seluruh Indonesia. Wow banyak banget ya..

DBD ini banyak dijumpai di daerah tropis dan sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) sobat Revmen. Beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya DBD antara lain:  rendahnya status kekebalan kelompok masyarakat, kepadatan populasi nyamuk penular karena banyaknya tempat perindukan nyamuk yang biasanya terjadi pada musim penghujan dimana banyak timbul genangan-genangan air di sekitar pemukiman seperti talang air, ban bekas, kaleng, botol, plastik, gelas bekas air mineral, lubang pohon, pelepah daun dan lain-lain. Maka dari itu sobat kita perlu melakukan 3M (menutup, mengubur, dan menguras) barang-barang sudah tidak kita gunakan.

Gejala awal dari DBD seperti: mengalami demam tinggi hingga 40o C berlangsung selama 2 -7 hari, nyeri kepala, nyeri saat menggerakan bola mata dan nyeri punggung, kadang disertai adanya tanda-tanda perdarahan, dalam fase ini, dokter akan memantau umlah trombosit. Karena biasanya jumlah trombosit mengalami penurunan dengan cepat hingga kurang dari 100.000/mikroliter darah. Pada kasus yang lebih berat dapat menimbulkan nyeri ulu hati, perdarahan saluran cerna, syok, hingga kematian. Masa inkubasi DBD 3 s/d 14 hari tetapi pada umumnya 4 s/d 7 hari.

Lalu apa yang dapat kita lakukan jika terserang DBD??

Beberapa upaya pertolongan awal yang dapat kita lakukan terhadap penderita antara lain: istirahat (bedrest), perbanyak asupan cairan/ banyak minum sekurangnya 2 liter per hari, kompres dengan air hangat, bila demam tinggi dapat diberikan obat pereda demam (antipiretik) seperti parasetamol. Bila 2-3 hari gejala semakin memburuk seperti pasien tampak makin lemas, muntah-muntah, gelisah atau timbul pendarahan spontan seperti mimisan, perdarahan gusi, perdarahan saluran cerna dan lain sebagainya diharapkan agar segera dibawa ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Ayo sobat Revmen kita jaga kebersihan lingkungan kita dan jangan lupa untuk tetap menjaga kondisi daya tahan tubuh kalian ya..

#IndonesiaBersatu

#IndonesiaBersih

#Ayoberubah