SIMKAH: Antara Solusi dan Niat Suci Pernikahan
  • 48
  • 0
  • 0
  • 0

Inovasi

Foto: (sumber: simkah.kemenag.go.id)


Antisipasi meluasnya Wabah Covid-19 juga diberlakukan oleh KUA. Aplikasi SIMKAH pun kembali diperkuat. Agar niat penyelenggaraan pernikahan lancar, sementara wabah pun tidak menyebar.

 

Akhir Maret lalu, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menyatakan Kantor Urusan Agama atau KUA hanya melayani pendaftaran secara online bagi para calon pengantin yang ingin menikah dalam waktu dekat. Langkah itu diambil seiring penetapan perpanjangan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) PNS sampai 13 Mei 2020 menyusul Wabah Covid-19 di Indonesia.

                             

Kemenag mengimbau para calon pengantin untuk melakukan perencanaan ulang terkait acara prosesi pernikahan di tengah Wabah Covid-19 saat ini. Penundaan itu dapat dilakukan agar prosesi pernikahan dapat berjalan dengan baik tanpa khawatir terkait virus corona. “Jika memungkinkan, waktu seremonial acara pernikahan dijadwal ulang sehingga prosesnya bisa berjalan dalam suasana dan kondisi yang lebih baik,” kata Kamaruddin lagi.

 

Berikut adalah tahapan yang harus dilakukan calon pengantin saat mendaftar layanan pencatatan nikah secara online: buka akses: simkah.kemenag.go.id; klik daftar nikah; pilih nikah di mana (Provinsi/Kab/Kota/Kecamatan -- tanggal dan jam; masukkan data calon suami dan calon istri; checklis dokumen; masukkan No HP; upload foto; dan cetak bukti pendaftaran.

 

Kamaruddin mengatakan, selama pandemi Covid-19, akad nikah hanya bisa diselenggarakan di KUA. Untuk sementara waktu, layanan akad nikah di luar KUA tidak dapat dilakukan. Proses akad nikah di KUA pun digelar dengan standar pencegahan penularan virus corona.

 

Langkah pencegahan itu seperti pembatasan orang yang hadir, dan penggunaan masker serta sarung tangan bagi calon pengantin laki-laki, petugas, dan wali nikah. Kamaruddin menegaskan, langkah ini dilakukan karena akad nikah secara virtual tidak diperbolehkan. “Pelaksanaan akad nikah secara online baik melalui telepon, video call, atau penggunaan aplikasi berbasis web lainnya tidak diperkenankan,” ujarnya lagi.

 

Apa itu SIMKAH?

 

Aplikasi SIMKAH (Sistem Informasi Manajemen Nikah) Web diluncurkan Kementerian Agama RI pada 8 November 2018 dan merupakan tindaklanjut dari nota kesepahaman antara Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor:470/5711/SJ dan Nomor 20 tahun 2015 Tentang Kerjasama Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan KTP Elektronik dalam Lingkup Kementerian Agama.

 

Aplikasi ini mudah digunakan (user friendly) sehingga meringankan bagi petugas KUA untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Aplikasi ini juga mudah dipahami sehingga tidak memerlukan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara terus menerus. Intinya, aplikasi ini akan memudahkan layanan bagi masyarakat dan modernisasi dalam penyajian data.

 

SIMKAH punya sejumlah keunggulan yaitu Pertama, aplikasi ini terintegrasi dengan data pada kementerian terkait secara nasional. Misalnya, Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dari Kemdagri, Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI) dari Kemenkeu, dan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) dari Mahkamah Agung. Kedua, saat mencetak buku nikah, akan keluar QR Code yang terkoneksi dengan aplikasi. Ini merupakan fitur security (keamanan) untuk menjaga buku nikah tidak mudah dipalsukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

 

Ketiga, laporan data nikah dan PNBP nikah-rujuk dapat dilihat secara real-time. Ini akan memudahkan monitoring pelaksanaan nikah secara nasional, termasuk dapat memantau ketersediaan buku nikah pada setiap wilayah. Keempat, pendaftaran nikah dapat dilakukan secara online. Calon pengantin (catin) dapat mengisi data awal dan booking jadwal nikah yang diinginkan. Namun demikian, catin tetap harus menyerahkan dokumen fisik kepada petugas KUA.

 

Kelima, aplikasi ini juga menyajikan variabel data yang lebih banyak dengan kategori tertentu, misalnya data pernikahan berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain. Keenam, antar KUA terkoneksi secara realtime. Saat masyarakat mengajukan surat rekomendasi nikah dan legalisasi buku nikah, maka akan muncul notifikasi.

 

Dengan adanya kebijakan dan layanan inovasi semacam ini, penyelenggaraan layanan publik kepada masyarakat dapat terus berjalan di tengah kekhawatiran meluasnya Wabah Covid-19. Masyarakat atau calon mempelai hanya tinggal mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan, niat membina rumah tangga juga dapat diwujudkan.

 

SIMKAH dapat menjadi solusi terbaik dari upaya ketertiban sosial masyarakat khususnya pasangan yang ingin menikah di saat terjadinya Wabah Covid-19 ini. SIMKAH jadi bukti semakin tertanamnya semangat Indonesia Melayani yang menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Semakin menegaskan pula bahwa layanan publik tetap terselenggara terlebih dengan memanfaatkan teknologi atau berbasis online yang semakin meningkat. Selain masyarakat tetap terlayani dengan baik, upaya pencegahan meluasnya Wabah Covid-19 pun dapat dilaksanakan sesuai aturan Protokol Kesehatan. (*)


diolah dari berbagai sumber