SIAPKAH KITA MENGHADAPI NEW NORMAL
  • 73
  • 0
  • 0
  • 0

Hai sobat Revmen, pandemi Covid-19  telah melanda di seluruh dunia, Indonesiapun tidak luput dari ganasnya virus ini. Salah satu upaya untuk memutus rantai penyebarannya pun kita diimbau untuk tetap beraktivitas dari rumah saja.  Ya, sudah hampir tiga bulan kita menjalankan segala bentuk kegiatan seperti belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah.  Sudah lama juga rasanya kita tidak melakukan kontak sosial dengan orang yang ada disekitar kita.

Pastinya sobat Revmen sudah dengar kalau pemerintah baru-baru ini tengah mengeluarkan sebuah peraturan terkait dengan tatanan kehidupan baru  yang bisa kita sebut dengan tatan kehidupan new normal.

Sebelum kita menjalankan fase new normal,  terlebih dahulu kita akan melakukan fase transisi sobat revmen. Mungkin saat ini sebagian dari kalian telah menjalankan fase transisi.

Perpanjangan waktu pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di bulan Juni 2020, merupakan masa transisi yaitu suatu kondisi dimana Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang semula ketat mulai dilonggarkan. Sejumlah sektor yang semula ditutup mulai dibuka kembali. Sejumlah aktivitas yang semula dilarang juga mulai diperbolehkan. Syaratnya, protokol pencegahan penyebaran Covid-19 tetap harus dijalankan. PSBB saat ini menjadi masa transisi menuju kenormalan baru (new normal ), transisi menuju masyarakat yang sehat, aman, dan produktif.

 

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita mengatakan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Ayo siapa diantara sobat Revmen, yang sudah tidak sabar menyambut new normal?.  Mimin ingin berpesan untuk kalian nih, ketika di daerah kalian sudah diterapkan new normal kalian semua tetap harus menjalankan protokol kesehatan seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker, dan tetap melakukan physical distancing ya…

#Ayoberubah