‘Sepasar Pedas’ Antar Kota Malang jadi Juara
  • 45
  • 0
  • 0
  • 0

Inovasi

Foto: (sumber: youtube.com)

 

‘Sepasar Pedas’ Antar Kota Malang jadi Juara

 

Keberadaan pasar tradisional, jika tidak diimbangi dan disadari dengan kemajuan serta tren yang berlaku di masyarakat, tentu dapat tergilas dengan pasar modern. Inovasi layanan pun ditemukan, lalu diganjar penghargaan.

 

Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisa dalam pengumumannya melalui siaran langsung di Youtube jelang akhir Juli 2020 lalu menetapkan layanan bernama ‘Sepasar Pedas’ atau Sekolah Pasar Pedagang Cerdas dari Kota Malang, Jawa Timur sebagai salah satu Pemenang Inovasi Terbaik dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020 yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

 

Diah dalam sambutannya saat mengumunkan para pemenang menegaskan bahwa mereka yang meraih predikat Top 45 dan Pemenang pada KIPP 2020 ini tidak boleh berhenti berinovasi. Sebelumnya diketahui, Panitia dan Juri KIPP 2020 telah menyeleksi ratusan inovasi layanan publik hingga akhirnya mengerucut menjadi top 99. Inovasi yang masuk Top 99 selanjutnya menjalani tahapan presentasi dan wawancara yang mulai digelar akhir Juni hingga pertengahan Juli 2020. Tahapan presentasi dan wawancara itu dilakukan melalui video conference demi antisipasi penyebaran Wabah Covid-19.

 

“KIPP hanya suatu sarana untuk menjaring, mendokumentasikan dan mempromosikan inovasi, saling berbagi dan tukar pengetahuan, serta untuk memotivasi penyelenggaraan layanan publik,” kata Diah lagi. “Teruslah berinovasi, karena tujuan kita berinovasi adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai bagian dari reformasi birokrasi di Indonesia.”

 

Inovasi layanan ‘Sepasar Pedas’ ini sesungguhnya sudah dimulai sejak tahun 2017 oleh Dinas koperasi perindustrian dan perdagangan kota Malang. Inovasi ini merupakan lanjutan dari bentuk layanan publik Pemkot Malang yang diketahui pula kerap diganjar penghargaan KIPP di tahun-tahun sebelumnya. “Penguatan, pemberdayaan dan inovasi adalah kunci akselerasi untuk mewujudkan pembangunan yang mensejahterakan dan berkelanjutan,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan apresiasi atas prestasi layanan inovatif ini.

 

Melalui program inovasi ‘Sepasar Pedas,’ pedagang pasar rakyat Kota Malang akhirnya dapat bersaing dan dapat memberikan kepercayaan lebih kepada konsumen agar tetap berbelanja ke pasar rakyat dengan nyaman.

 

Kehadiran program ini untuk memberikan pengetahuan kepada pedagang pasar rakyat. Melalui, pelatihan, pendampingan dan bentuk lainnya untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tinggi antar pedagang pasar rakyat di tengah persaingan pasar bebas dan perdagangan global. Kehadiran program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pedagang pasar rakyat dengan cara pelatihan, pendampingan, dan bentuk lainnya untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tinggi antar pedagang pasar rakyat di tengah persaingan pasar bebas dan perdagangan global. Apalagi dengan serbuan pasar modern dan sistem penjualan online, bukan tidak mungkin pedagang pasar rakyat akan meredup.

 

‘Sepasar Pedas’ dalam pelatihan dan pendampingannya kepada para pedagang terselenggara dalam empat kali pertemuan rutin setiap bulannya. Tentunya, pertemuan disajikan dengan beragam materi, mulai dari tentang kesehatan dan keamanan pangan; tertib ukur timbangan; stabilitas harga; dan perbankan. Bagi pedagang yang dinyatakan lulus dalam pelatihan, akan diberikan sertifikat khusus.


Ke depan, menurut Sutiaji, dengan penghargaan ini Kota Malang akan terus berbenah diri dalam rangka memperkaya inovasi dan kreativitas demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Perlu dicatat, inovasi-inovasi ini akan terus dan terus dikembangkan untuk menjadi lebih baik. Jangan sampai adanya penghargaan membuat jadi lupa diri, PR kita ke depan ini berjalan lebih dan lebih lagi,” pungkasnya seperti dikutip dari jatimnews.com

 

Berangkat dari semangat mencerdaskan dan memberdayakan warganya, Wali Kota Sutiaji kemudian menetapkan ‘Sepasar Pedas’ ini sebagai ajang mendidik warganya demi kehidupan mereka yang lebih baik. Semangat mendidik dan memberdayakan ini pula yang akhirnya mengantar Sang Wali Kota mendapatkan penghargaan Entrepreneur Award 2019 untuk kategori Pendidikan yang diselenggarakan oleh Mark plus.

 

“Ini tentu jadi motivasi sekaligus peneguh langkah untuk kita (Kota Malang--red) makin menguatkan pembangunan SDM di berbagai sektor. Pendidikan harus mampu menyasar ruang-ruang publik yang ada.  Tak hanya terbatas pada ruang kelas,  namun lingkungan berhimpunnya banyak orang pun seperti pasar,  Kita dapat mentransformasikan semangat pendidikan,“ ujarnya saat menerima penghargaan.

 

Inovasi yang disajikan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020, seperti dilansir dari lama resmi Kemen PANRB diketahui semakin beragam dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Instansi pemerintah dituntut untuk lebih jeli mengamati permasalahan dalam pelayanan publik sehingga inovasi yang dilahirkan benar-benar sesuai kebutuhan dan tepat sasaran. Inovasi juga tidak boleh monoton karena setiap daerah memiliki kebutuhan yang berbeda-beda antara satu sama lain. Semangat Gerakan Indonesia Melayani rupanya kian menegaskan diri sebagai gerakan baru melayani masyarakat. Kalau sudah demikian, dapat semakin banyak masyarakat yang merasa dimudahkan, dicerdaskan, bahkan diberdayakan. (*)

 

Diolah dari berbagai sumber

 

 


#untukindonesialebihbaik
#gerakanindonesiamelayani