Pramuka Masih jadi Tumpuan Pembinaan Karakter Bangsa
  • 35
  • 0
  • 0
  • 0

Kabar

Foto: (sumber: mancode.id)

 

Sesuai semangatnya sejak mulai berdiri, Organisasi Kepramukaan di saat Pandemi Covid-19 ini diminta kembali menunjukkan aksi bela negara utamanya dari para generasi muda bangsa. Bibit-bibit agen perubahan bangsa ini diharapkan tampil sebagai pelopor kedisiplinan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

 

“Saya minta kepada saudara-saudara untuk membuat dua gerakan nasional. Pertama, Gerakan Kedisiplinan Nasional yang mengajak semua anggota masyarakat disiplin mengikuti protokol kesehatan. Kedua, Gerakan Kepedulian Nasional yang mengajak masyarakat untuk saling membantu, saling peduli dan saling berbagi,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, saat Upacara Peringatan ke-59 Hari Pramuka Tahun 2020 (14/08) lalu. Upacara peringatan melalui video conference ini dihadiri pula oleh para peserta upacara termasuk Ketua Kwarnas Pramuka, Budi Waseso dari Pusdiklatnas Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur.

 

Menurut Presiden, dua gerakan nasional ini bukan hanya untuk membantu masalah nasional akibat pandemi Covid-19 tapi juga mengasah kepedulian anggota Pramuka. “Dua gerakan tadi akan semakin mengasah jiwa dan karakter kepemimpinan saudara-saudara dalam memperdalam jiwa Pramuka sejati sebagaimana tertuang dalam Dwi Dharma, Tri Satya, dan Dasa Dharma Pramuka,” tambah Presiden lagi.

 

Presiden Joko Widodo juga menegaskan, Pramuka Indonesia yang dulu akrab dikenal dengan nama ‘Kepanduan’ ini terbukti telah mampu mencetak generasi yang tangguh menghadapi setiap tantangan. “Disiplin dalam bertindak, tidak gentar menghadapi setiap rintangan, selalu peduli, siap berkorban untuk sesama dan di era pandemi Covid-19 yang berat seperti ini jiwa dan karakter seperti itulah yang kita butuhkan,” papar Presiden. “Di era pandemi Covid-19 yang menyebabkan krisis kesehatan dan krisis ekonomi ini, jiwa dan karakter seperti itulah yang kita butuhkan. Kita harus peduli terhadap masyarakat sekitar, peduli terhadap kepentingan bersama, kita harus saling membantu dan bergotong royong menyelesaikan masalah bersama.”

 

Peringatan Hari Pramuka yang setiap tahun rutin diperingati tanggal 14 Agustus [i-[1] ini di tahun 2020 mengangkat thema yaitu Peran Gerakan Pramuka Ikut Membantu dalam Penanggulangan Bencana Covid-19 dan Bela Negara. Thema ini tentu sejalan dengan upaya yang ditunjukkan Kwartir Nasional (Kwarnas) melalui pembentukan Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 dan upaya untuk menggerakkan Pramuka Peduli di seluruh Kwartir guna membantu pemerintah daerah mengendalikan wabah, serta membantu warga yang terdampak.

 

Anggota pramuka siaga, penggalang, penegak, pandega dan anggota dewasa Gerakan Pramuka dalam melakukan setiap kegiatan sosial juga telah menerapkan protokol kesehatan yang dibutuhkan untuk mencegah meluasnya Pandemi Covid-19 ini.

 

Menurut Ketua Kwarnas Pramuka, Budi Waseso, thema Hari Pramuka tahun ini adalah untuk menunjukkan kepedulian Gerakan Pramuka terhadap penanganan Covid-19 sebagai wujud semangat untuk membantu menanggulangi bencana akibat wabah ini. “[i-[2] Tema tersebut adalah perwujudan dari semangat para pramuka untuk ikut membantu menanggulangi bencana Covid-19 yang sampai saat ini masih menjadi masalah besar bangsa Indonesia, juga di seluruh dunia,” kata Budi Waseso, seperti dikutip Antara News. Dia juga mengatakan banyak Kwartir dan Gugus Depan melakukan kegiatan dan pelatihan secara daring untuk terus meningkatkan kecakapan hidup pramuka dan menjalin silaturahmi dengan pramuka di dalam dan luar negeri. “Kegiatan penanggulangan wabah penyakit tersebut merupakan bukti eksistensi bahwa Gerakan Pramuka menjadi bagian penting dalam upaya bela bangsa dan negara kita tercinta,” ujarnya lagi.

 

Kwarnas Pramuka sendiri, dalam siaran pers-nya, diketahui telah menurunkan 2.000 anggota Pramuka dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Peduli COVID-19 yang kini tersebar dari Sabang sampai Merauke. Satgas ini dibentuk untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan COVID-19. Selain itu, juga untuk sosialisasi protokol kesehatan dan terlibat langsung dalam kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19 berupa aksi penyemprotan disinfektan pada fasilitas umum serta memberikan donasi kepada masyarakat. 

 

Kwarnas Pramuka juga mengakui bahwa selama Pandemi Covid-19 ini banyak kegiatan mereka yang tertunda. Beberapa kegiatan tertunda itu antara lain perkemahan skala nasional antara lain perkemahan Bela Negara, Wirakarya, Bakti Saka Bhayangkara dan Antar Satuan Pramuka.

 

Seiring dengan perkembangan zaman, generasi muda masa kini  tentu tidak lepas dari kehidupan yang serba mudah berkat kecanggihan teknologi. Serba instan jadi budaya baru yang dikuatirkan dapat mengikis empati dan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekitarnya. Di sinilah kemudian Gerakan Pramuka diminta untuk tampil berkembang, tetap eksis, dan mampu menjaring banyak peminat terutama generasi muda tadi.

 

Sejak berdirinya, Gerakan Pramuka kerap terlibat atau terjun langsung di seluruh kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang berakar dan berpijak pada nilai-nilai budaya yang berlaku di tengah masyarakat kita. Peran semacam ini dinilai dapat menjadi dasar yang kuat bagi generasi muda demi mempertahankan kepribadian dan karakter asli Bangsa Indonesia di tengah gempuran kecanggihan teknologi seperti saat ini. Gerakan Pramuka menjadi penting sebagai wadah tertanamnya sikap dan mental generasi muda yang unggul dan berdaya saing global untuk menyongsong beralihnya kepemimpinan bangsa di masa depan.

 

Gerakan Pramuka sendiri memang bertujuan dan berfungsi untuk membentuk pribadi yang beriman bertaqwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat terhadap hukum dan menjunjung tinggi nilai keluhuran Bangsa Indonesia. Gerakan Pramuka berfungsi sebagai Penyelenggara pendidikan nonformal di luar sekolah dan di luar keluarga; dan sebagai wadah pembinaan serta pengembangan kaum muda dilandasi sistem pengasuhan penuh keakraban, berprinsip dasar, serta bermetode kepramukaan.

 

Menurut sejarahnya, Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961. Kalau menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, seseorang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960. Saat itu, jumlah organisasi kepanduan terhitung cukup banyak sementara jumlah seluruh anggota masing-masing organisasi kepanduan itu dinilai masih belum mencukupi. Maka, opsi penyatuan organisasi kepanduan saat itu dinilai paling tepat. Pidato Presiden Soekarno pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, serta penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka dilakukan pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai Hari Pramuka yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka. (*)

 

Diolah dari berbagai sumber