PKN Revolusi Mental 2018 Siap Diselenggarakan di Kota Manado
  • 166
  • 0
  • 3
  • 0

Manado (26/10) – Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental tahun 2018 diselenggarakan tanggal 26 hingga 28 Oktober 2018 di Lapangan KONI Sario, Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan ini dihadiri oleh para Menteri Koordinator Penanggungjawab Program Gerakan Revolusi Mental (MenPANRB, Menko Polhukam, Menko Perekonomian, Menko Maritim, dan Mendagri) serta menteri undangan lainnya.

PKN Revolusi mental ini akan dihadiri oleh sekitar 15 ribu orang yang terdiri dari:

1.            Pemerintah Pusat

2.            Pemerintah Daerah (34 provinsi dan 514 kab/kota).

3.            Dunia Usaha (BUMN, BUMD dan perusahaan Swasta)

4.            Akademisi

5.            Organisasi/kelompok kemasyarakata

6.            Masyarakat dan Para Tokoh Inspiratif Penggerak Perubahan, bersama

7.            Gugus Tugas Revolusi Mental dari 34 Provinsi

 

Kegiatan PKN Revolusi mental diawali dengan gerakan aksi yang dilakukan serempak oleh daerah dalam bulan pemantapan Gerakan Revolusi Mental yang berlangsung sejak tanggal 1 hingga 31 Oktober. Selain itu, jelang pelaksanaan PKN Revolusi Mental, Sekretariat Revolusi Mental Kemenko PMK telah menyelenggarakan pre-event yaitu temu netizen di Kota Manado yang dihadiri oleh pelajar, mahasiswa, dan komunitas. Melalui kegiatan ini, peserta yang hadir diajak untuk memviralkan pesan-pesan positif untuk menyemarakkan gelaran PKN Revolusi Mental. Kegiatan temu netizen ini berhasil meraih trending topic kedua di Indonesia dengan hashtag #PKNRM18AyoBerubahSulut.

 

Adapun rangkaian acara yang akan digelar dalam PKN Revolusi Mental antara lain:

 

  1. Pemutaran film bertemakan revolusi mental yang berjudul Air dan Api yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2018 yang bertempat di Lapangan Koni Sario. Selanjutnya pada tanggal 27 Oktober 2018 akan disajikan beberapa film bertemakan revolusi mental lainnya yaitu Lima, Jalan Pipikoro, dan Darah Garuda. Kegiatan nonton film ini juga akan diselingi dengan diskusi bersama penggiat film.
  2. Rembuk Nasional dan Workshop tentang Indonesia Melayani - Indonesia Bersih - Indonesia Tertib - Indonesia Mandiri - Indonesia Bersatu yang bertujuan untuk menginventarisasi seberapa jauh implementasi GNRM yang telah dilaksanakan. Masing-masing rembuk akan dibuka oleh keynote speech para Menteri antara lain Menko Polhukam, Menko Maritim, Menko Perekonomian, Menteri PAN&RB dan Mendagri dan juga akan dihadiri oleh tokoh-tokoh inspiratif. Kegiatan digelar pada tanggal 27 Oktober 2018 di lima tempat secara bersamaan yaitu Swissbell Hotel Manado (Gerakan Indonesia Melayani), Novotel Manado (Gerakan Indonesia Tertib), Hotel Aryaduta Manado (Gerakan Indonesia Bersih), Hotel Four Points Manado (Gerakan Indonesia Mandiri), dan Hotel Peninsula Manado (Gerakan Indonesia Bersatu).
  3. Pameran Inovasi Layanan Publik yang diikuti oleh 100 stand pameran dari Kementerian/Lembaga, Provinsi, Kabupaten/Kota, untuk mempresentasikan perubahan pelayanan sebagai implementasi Revolusi Mental. Pameran berlangsung dari tanggal 26 hingga 28 Oktober 2018, bertempat di Gedung eks DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Beberapa kegiatan pameran inovasi layanan publik yang akan disajikan antara lain simulasi tes CAT oleh BKN yang diperuntukkan bagi para pelamar CPNS, akses pencetakan E-KTP, perpanjangan SIM, dan lainnya
  4. Pementasan seni tari dan budaya daerah yang akan diselenggarakan tanggal 26 Oktober 2018 yang bertempat di Lapangan Koni Sario
  5. Karnaval yang dimeriahkan dengan pawai pakaian daerah dan ragam kreatifitas budaya Indonesia yang akan diawali di Lapangan Koni Sario dan diakhiri di Depan ITC Manado. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2018 pada pukul 15:00 WITA.

 

Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Presiden Jokowi menjelaskan PKN Revolusi Mental merupakan momentum bagi seluruh Masyarakat Indonesia untuk bergotong royong memajukan bangsa dan negara agar mampu bersaing di era digital dan era globalisasi.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menegaskan PKN Revolusi Mental juga merupakan kesempatan bagi seluruh kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, maupun daerah untuk mempublikasikan berbagai implementasi yang sudah dilakukan. Dengan demikian, Gerakan Nasional Revolusi Mental dapat semakin membumi dan memberikan dampak kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menegaskan peran strategis dari gerakan revolusi mental untuk membangun peradaban dan jati diri Bangsa Indonesia.

“Gerakan Nasional Revolusi Mental pada intinya adalah sebuah gerakan menjebol penghambat kemajuan dan membangun peradaban yang memajukan bangsa dan negara” ujar Menko Puan.

Melalui penyelenggaraan PKN Revolusi Mental tahun ini, pemerintah mewujudkan praktek pembangunan budaya berkemajuan tersebut melalui pelayanan publik yang lebih baik yaitu berupa pelayanan yang tepat waktu, pelayanan yang tepat informasi, pelayanan yang jelas biayanya, pelayanan yang jelas prosedurnya, pelayanan tanpa pungli, pelayanan yang memudahkan dan nyaman.

“Pelayanan publik yang memberikan kenyamanan, kemudahan, dan kepuasan bagi masyarakat menuntut komitmen dari seluruh aparatur negara untuk bekerja dengan integritas, etos kerja, dan kebersamaan yang tinggi” jelas Menko Puan.

Selain itu, di Menko Puan juga mendorong setiap kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, maupun daerah untuk menjadikan PKN Revolusi Mental ini sebagai momentum penting untuk melahirkan berbagai inovasi yang kreatif dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima. Dengan demikian, implementasi revolusi mental dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Diharapkan, semakin banyak Kementerian, Lembaga, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta Kelompok Masyarakat untuk terus melakukan inovasi dan kepeloporan dalam membangun peradaban Indonesia yang maju” ungkap Menko Puan.