Pikobar: Layanan Inovatif Daerah untuk Jawab Semua Masalah Covid-19
  • 22
  • 0
  • 0
  • 0

Inovasi

Foto: (sumber: pikiran-rakyat.com)

 

Pikobar: Layanan Inovatif Daerah untuk Jawab Semua Masalah Covid-19

 

Dinilai sebagai yang terlengkap dan terakurat, Pikobar resmi ditetapkan sebagai Top 21 layanan inovasi di tengah Pandemi Covid-19 ini.

 

Pemprov Jawa Barat telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi Pandemi Covid-19, mulai dari mempersiapkan infrastruktur penunjang kesehatan hingga melakukan sosialisasi di berbagai kanal media. Namun sejatinya, Pemprov Jawa Barat menyadari betul bahwa membutuhkan peran serta dan kolaborasi dari semua pihak untuk bersama-sama menanggulangi pandemi ini. Langkah ini kemudian melatarbelakangi layanan publik yang juga inovatif berupa aplikasi yang menyediakan semua informasi faktual dan aktual terkait penanganan dan pencegahan Covid-19 di seluruh wilayah Jawa Barat.

 

Menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, apalikasi bernama ‘Pikobar’ ini merupakan inovasi yang dihadirkan Pemda Provinsi Jabar untuk mendukung penanganan Covid-19. Adapun semua informasi mengenai penanganan Pandemi Covid-19 dijalankan dalam satu platform. “Bahwa inilah inovasi yang rumit. Semua urusan Covid-19 dimasukkan secara teknologi ke Pikobar. Dari mulai menyumbang, daftar rapid test, data, komplain, dalam satu pintu. Itu kelebihan Jawa Barat,” kata Gubernur Jabar kepada wartawan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, penghujung Agustus 2020 lalu.

 

Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar) resmi beroperasi mulai awal Maret 2020 atau tidak lama setelah Indonesia resmi mengumumkan kasus pertama Pandemi Covid-19. Per 2 September 2020, jumlah kasus Covid-19 terkonfirmasi di Jawa Barat sendiri mencapai 11. 278 kasus. Pikobar diketahui sebagai layanan penaggulangan Covid-19 yang merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat. Piokobar dioperasikan langsung di Command Center Gedung B, Gedung Sate, Kota Bandung, sementara nomor Hotline Covid-19 yang dapat dihubungi adalah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di:0811-2093-306 dan Emergency Kesehatan: 119. Sejak mulai beroperasi, nomor Dinkes Jabar melayani 63 sambungan telepon, sementara Emergency Kesehatan 119 melayani 225 sambungan telepon.

 

Pikobar dikembangkan secara in-house dalam kurun waktu yang relatif singkat oleh tim Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Layanan Digital, Data, dan Informasi Geospasial Pemprov Jabar, atau yang lebih sering dikenal dengan nama Jabar Digital Service. Sourcecode Pikobar juga bersifat open source, memudahkan upaya replikasi aplikasi ini untuk penanganan Covid-19 di berbagai daerah lain. Aplikasi ini juga ramah disabilitas dan dapat diakses oleh pengguna tuna netra.

 

“Penanganan dan pencegahan dilakukan sesuai alur yang sudah ditetapkan. Yang terpenting, mereka (masyarakat) tersosialisasikan kontak yang bisa dihubungi saat memiliki gejala Covid-19 dan punya riwayat perjalanan ke negara yang sudah terpapar virus,” papar Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jabar, Hermansyah. Selain itu, Pikobar juga disiapkan untuk dapat menangkal berbagai informasi bohong atau hoaks yang dapat meresahkan masyarakat terkait Covid-19 di Jabar. “Pikobar pun menampung data-data dari kabupaten/kota. Nanti, di sini, media akan mendapatkan data akurat dan teraktual soal penanganan dan pencegahan Covid-19,” tambah Hermansyah.

 

Pikobar kemudian masuk dalam Top 21 Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid-19 melalui Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 246 Tahun 2020 tentang Top 21 Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid-19. Terdapat 1.204 inovasi dari tujuh klaster instansi yang dihimpun Kementerian PANRB. Rinciannya, 141 inovasi dari kementerian/lembaga, 168 inovasi dari pemerintah provinsi, 403 inovasi dari pemerintah kabupaten, 200 inovasi dari pemerintah kota, 98 inovasi Perguruan Tinggi, 50 inovasi dari perusahaan swasta, dan 144 inovasi dari masyarakat sipil.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Setiaji mengatakan ada empat kriteria yang menjadi indikator penilaian Kementerian PANRB, yakni memiliki kebaruan, efektif, bermanfaat, dan dapat direplikasi. Ditambahkannya, hingga kini aplikasi Pikobar sudah diunduh lebih dari 1 juta kali di app storeHal itu menggambarkan bahwa Pikobar telah digunakan oleh banyak masyarakat sebagai sumber informasi penanganan Covid-19 di Jabar.


Selain itu, kata Setiaji, Pikobar memiliki sejumlah fitur yang dapat memudahkan masyarakat mendapatkan informasi dan berkomunikasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar. Salah satunya adalah fitur aduan bantuan sosial (bansos). Dia juga mengatakan bahwa penghargaan Top 21 Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid-19 ini memang bukan hal terpenting dalam menangani Covid-19 di Jabar. Namun, penghargaan dapat menggambarkan bahwa aplikasi Pikobar sudah menyentuh ke akar persoalan dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kami sebenarnya bukan penghargaan atau piala yang dikejar, tetapi lebih kebermanfaatan bagi masyarakat. Tentu diharapkan ini dikembangkan lebih luas lagi bukan hanya untuk Covid-19, tapi penanganan bencana.” (*)

 

Diolah dari berbagai sumber