Percayalah, Menabung itu Menyelamatkan Kita!
  • 36
  • 0
  • 0
  • 0

Suara Kita

Foto: (sumber: twitter.com)

Manfaat menabung meskipun dilakukan dengan cara konvensional seperti menggunakan celengan kembali menunjukkan manfaatnya yang besar. Kebiasaan baik yang patut terus dilestarikan. Meski kemudian sedikit “merepotkan” begitu selesai dibongkar dan dihitung.

 

Unggahan melalui Twitter dengan nama akun @hewanberbicara tertanggal 13 Agustus 2020 itu menceritakan kisahnya saat akan membayar uang kuliah menggunakan uang receh. Akun yang kemudian diketahui milik Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini dalam cerita unggahannya, seperti dikutip dari Kumparan.com, mengaku terpaksa membongkar celengan untuk membayar uang kuliah. Celengan itu berisi uang receh hasilnya menabung selama empat tahun terakhir ini. Meski terkesan seadanya dan semampunya, celengan itu diakuinya sebagai Penolong saat tidak adanya penghasilan lain, sementara kewajiban membayar uang kuliah sudah waktunya dilakukan.

 

“Bayar kuliah pakai (uang) receh. Jadi gue (Saya—red) mau bayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) karena emang udah waktunya bayar. Berhubung masa pandemi dan lagi krisis akhirnya gue, ibu, dan bapak buka celengan receh. Mulai lah gue bongkar dan hitung satu per satu,” tulis Mahasiswa itu. Mahasiswa ini sempat ragu kalau UKT, yang diberlakukan bervariasi terhadap para mahasiswa sesuai ketetapan kampus dengan melihat latar belakang keluarga mahasiswa itu, dapat dibayarkan dengan uang receh dari celengannya. Hasil hitungan uang receh itu memang mencapai Rp3,7 juta sesuai kewajiban UKT yang harus dibayarkannya[i-[1]  tetapi kekhawatiran ditolak bank saat melalukan transaksi juga tidak kalah besar.

 

Kekhawatiran itu pun terjadi, uang receh seberat 17,5 kg itu ditolak oleh bank dengan alasan tidak memiliki alat penghitung khusus uang receh. Mahasiswa ini pun tidak kalah akal. Dia lantas mendatangi minimarket yang banyak tersebar di pinggir jalan dan menawarkan uang recehnya untuk ditukarkan dengan uang kertas. Minimarket yang ditujunya itu ternyata bersedia menukar uang receh tadi. Sambil diguyur hujan, usaha tukar menukar uang receh hasil celengan ini hingga akhirnya sukses membayar UKT di bank yang dituju pun berhasil. Kuliah berlanjut, masalah kewajiban pembayaran UKT pun selesai. Semua berkat kebiasaan baik yaitu menabung meski kemudian uang recehan itu sedikit menyita waktu untuk dihitung dan ditukar menjadi uang kertas.

 

Segudang manfaat menabung memang sudah tidak diragukan lagi terutama saat genting seperti yang dialami Mahasiswa UIN itu. Menabung, secara tidak langsung mengajarkan kita untuk disiplin karena memang menabung membutuhkan komitmen dan dilakukan secara terus menerus. Secara tidak langsung, menabung juga meningkatkan kemampuan kita untuk mengatur keuangan dengan bijak. Tidak hanya itu, menabung juga mengajarkan kita untuk tidak membeli sesuatu hal yang kurang berguna dan menyimpan uang agar dapat digunakan untuk kebutuhan hari tua nanti. Terakhir, menabung juga dapat mencegah kita melakukan kebiasaan berhutang. (*)

 

Diolah dari berbagai sumber