Milenial, Harus Terus Merajut Persatuan Indonesia.
  • 152
  • 0
  • 2
  • 0

Generasi milenial, yang mana dicirikan sebagai kaum muda, pengguna aktif internet dan media sosial; harusnya terus mampu merajut persatuan Indonesia, pasalnya saat ini dan yang akan datang, pusaran perubahan zaman dengan revolusi Industri 4.0 akan semakin membesar serta pastinya membawa dua hal yang bertolak belakang yakni kesempatan dan tantangan.

 

Penggagas Sobat Literasi Jalanan, Hardi Saputra (25) menjelaskan bahwa keterlibatan generasi milenial dalam merajut persatuan bangsa ini adalah tindakan yang harus terus digerakkan secara gotong royong dan terjaring melalui semangat revolusi mental terutama dalam platform Gerakan Indonesia Bersatu.

 

“Gerakan Indonesia Bersatu, sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental membutuhkan komitmen kita bersama untuk menjaga persatuan bangsa dan negara ini, perbedaan identitas dan pandangan bukanlah penghalang kita untuk bersatu dan maju,” kata Hardi di Palembang, Jumat, (21/12).

 

Sementara itu, Asisten Deputi Nilai dan Kreativitas Budaya, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), menilai bahwa peranan kaum muda dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah keharusan, karena di tangan mereka, masa depan dan kemajuan bangsa ini akan berada dalam genggaman mereka.

 

"Persatuan Indonesia, jangan hanya cuma diucapkan, namun juga harus jadi bagian dari keyakinan bersama bangsa ini, dipertahankan, dijaga dan selalu dirajut oleh semua bangsa." Kata Alfredo.

 

"Nah para pemuda, yang kedepannya jadi generasi penerus bangsa harus sadar betul bahwa estafet pembangunan bangsa, termasuk mempertahankan persatuan Indonesia ini ada ditangan meraka, apalagi di masa depan, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yang melimpah,” sambung Alfredo menambahkan.

 

Gerakan Indonesia Bersatu adalah gerakan untuk mewujudkan perilaku saling menghargai dan gotong royong untuk memperkuat jati diri dan karakter bangsa, dengan beberapa fokus gerakan, di antaranya adalah peningkatan perilaku yang mendukung kehidupan demokrasi Pancasila, peningkatan perilaku yang toleran dan kerukunan intra dan antar umat beragama, peningkatan perilaku yang mendukung kesadaran nasionalisme, patriotisme dan kesetiakawanan sosial, peningkatan kebijakan yang mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, serta peningkatan dukungan terhadap inisaitf dan peran masyarakat di dalam pembangunan.