Library Café, Konsep Baru Perpustakaan Milik Lembaga Negara
  • 41
  • 0
  • 0
  • 0

Inovasi

Foto: (sumber: youtube.com)


Tampil dengan konsep berbeda dan bukan lagi sosok perpustakaan yang serius, Library Café coba lebih akrab dengan pembaca dan pengunjung, apalagi nyatanya perpustakaan ini milik lembaga Negara yang sepertinya susah diakses.

 

Sejak mulai diresmikan pada Jumat, 25 Januari 2019 lalu, Kedai Kopi yang diberi nama Library Café itu makin dikenal publik. Berada di komplek perkantoran lembaga negara, Library Café tampil dengan konsep yang coba “mendekatkan diri” kepada masyarakat sambil tentu saja menebar seluruh ilmu pengetahuan layaknya perpustakaan. Library Café sendiri memang dirintis oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)[i-[1]  dan buah dari upaya lembaga negara ini merevitalisasi fungsi perpustakaan miliknya. Berada di Komplek BPKP, Library Café beralamat di Jl. Pramuka No.33, Utan Kayu Utara, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur.

 

Library Café BPKP ini, seperti dilaporkan oleh Kumparan.com, dirancang tidak hanya sebagai arena baca tapi juga sebagai salah satu strategi untuk mengakumulasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki masing-masing pegawai. Lewat tempat ini, Para Pegawai BPKP juga didorong untuk saling berbagi pengetahuan demi tercapainya peningkatan kapabilitas pegawai. Kehadiran Library Café BPKP bertujuan untuk melesatkan potensi dan talenta, serta mengikis sekat-sekat jabatan yang sering menjadi penghambat komunikasi antarpegawai.

 

Secara khusus, kehadiran Library Café ini dapat jadi jawaban tantangan dunia birokrasi yang dalam kesehariannya ada yang terkesan santai, bahkan ada yang menghabiskan waktunya dengan menyelesaikan tumpukan tugas. Maka seringkali, peluang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan mengasah daya pikir para ASN itu jadi terabaikan. Mereka pun kadang kehilangan arah dan dikuatirkan tidak mampu tampil maksimal sebagai Pembuat Kebijakan.

 

Selain itu, Library Café ini dapat dimanfaatkan untuk mengukur sudah sejauh mana kompetensi para pegawai itu terekam dan terukur dan bagaimana masalah teknis di lapangan  dapat dipecahkan serta manfaatnya bagi organisasi. Kompetensi meningkat tetapi yang tidak perlu dilupakan adalah meningkat pula jalinan komunikasi antara atasan dan bawahan dalam berkoordinasi dalam dunia kerja.

 

Tradisi berbagi pengetahuan dalam suasana yang cair tentu juga dapat menumbuhkan jiwa egalitarian para birokrat. Library Café juga dapat menjadi tempat lahirnya birokrat kritis yang sadar akan potensinya untuk melakukan perubahan di negeri ini. Tumbuhnya iklim diskusi, berdebat, dan berbagi pengetahuan juga dapat memunculkan pergerakan birokrat yang dapat mengimbangi kekuatan-kekuatan lain yang dapat mengintervensi kinerja mereka.

 

Sejak berdiri setahun lalu, Library Café kini juga mulai dirintis di berbagai kantor perwakilan BPKP di tanah air. Atas inovasi ini, Library Café milik BPKP diganjar penghargaan Top 45 Inovasi Layanan Publik untuk kategori lembaga negara dalam KIPP 2020 oleh Kemen PANRB. Untuk dapat mengetahui dan merasakan konsep baru perpustakaan a la Library Café, masyarakat dapat berkunjung langsung ke Kantor BPKP baik yang di pusat maupun kantor perwakilan di daerah. Library Café   juga dapat dilihat langsung berbagai kegiatan berbagi ilmunya lewat akun medsos mereka seperti instagram yaitu @librarycafe_bpkp.

 

Konsep Kedai Kopi kekinian lagi mencerdaskan pengunjungnya, membuat Library Café dapat dinilai sebagai nafas baru konsep perpustakaan yang serius, sepi, dan tentu saja tidak boleh berisik. Semakin banyak pengunjung, kafe ini tentu akan semakin menarik terlebih jika manfaatnya sudah dirasakan dan disebar meluas lewat iklan “mulut ke mulut.” Semoga banyak lembaga negara dan kantor pemerintahan lain yang meniru konsep kebaikan ini! (*)

 

Diolah dari berbagai sumber