Kemenko PMK: Cegah Sampah dan Limbah Untuk Pelihara Ekosistem Perairan Indonesia
  • 12
  • 0
  • 0
  • 0

Jakarta (21/11) – Indonesia memiliki sumber daya dan ekosistem perairan yang yang sangat beragam dan tersebar dari Sabang hingga Merauke. Potensi ini harus selalu dijaga secara bersama-sama oleh masyarakat maupun pemerintah agar selalu lestari dan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan Masyarakat Indonesia.

“Masyarakat Indonesia harus bersyukur karena negara kita diberikan anugerah oleh Tuhan Yang Maha Esa berupa wilayah perairan berupa lautan, sungai, dan danau yang tersebar luas di seluruh penjuru Indonesia. Perairan Indonesia memiliki potensi sumber daya dan ekosistem yang secara bergotong-royong harus dijaga agar selalu lestari dan bermanfaat bagi masyarakat” jelas Nyoman Shuida Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Wilayah lautan Indonesia dikenal memiliki berbagai jenis ikan yang statusnya saat ini terancam punah dan harus dijaga keberadaanya seperti ikan hiu, ikan paus, ikan pari, dan lainnya. Selain itu, di perairan tawar seperti sungai dan danau, terdapat lebih banyak lagi potensi perikanan yang harus dijaga agar dapat dimanfaatkan untuk memajukan perekonomian daerah-daerah yang ada di Indonesia.

“Maka dari itu, penting bagi kita semua untuk menjaga ekosistem perairan agar selalu bersih dan tidak tercemar sehingga ikan pun dapat terus hidup dan lestari serta bermanfaat” tambah Nyoman.

Menurut Nyoman, ancaman terbesar bagi wilayah perairan di Indonesia adalah limbah domestik, pabrik, hingga berbagai jenis sampah terutama sampah plastik. Seringkali berbagai jenis limbah dan sampah ini dibuang oleh masyarakat ke aliran sungai maupun ke lautan sehingga berakibat buruk bagi ekosistem terutama ikan.

“Limbah dan berbagai jenis sampah terutama sampah plastik merupakan ancaman utama wilayah perairan di Indonesia. Selain mencemari dan merusak fungsi perairan, limbah dan sampah ini juga berakibat buruk terhadap ikan-ikan yang hidup di dalam sungai maupun laut” ungkapnya.

Oleh karena itu, Nyoman menekankan pentingnya kesadaran masyarakat agar selalu memperhatikan kebersihan wilayah perairan yang ada di Indonesia. Melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) khususnya Gerakan Indonesia Bersih, masyarakat diajak untuk bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan dari sampah maupun limbah.

“Gerakan Indonesia Bersih merupakan salah satu bagian dari GNRM yang bertujuan untuk mengajak masyarakat agar meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat sehingga ekosistem dapat terjaga. Aksi nyatanya diwujudkan dalam kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan baik itu tempat tinggal, lokasi kerja, maupun alam seperti sungai dan laut” papar Nyoman.

Sungai Citarum merupakan salah satu fokus dari implementasi Gerakan Indonesia Bersih. Selain sebagai Gerakan Pengurangan Resiko Bencana, aksi nyata ini juga bertujuan agar eksosistem dan fungsi dari Sungai Citarum dapat kembali normal. “Selain Sungai Citarum, aksi nyata Gerakan Indonesia Bersih juga telah dilaksanakan di wilayah pesisir pantai salah satunya di Manado di bulan Oktober lalu. Pemerintah terus berkoordinasi dan juga meningkatkan kerjasama agar kebersihan lingkungan menjadi sebuah budaya di masyarakat” jelas Nyoman.

Nyoman juga mengingatkan agar masyarakat mengurangi konsumsi berbagai produk berbahan dasar plastik seperti tempat minum, sedotan, kantong plastik dan lainnya. “Sampah-sampah plastik ini sulit diurai dan apabila dibuang ke sungai, danau, maupun laut akan berakibat buruk bagi ekosistem terutama ikan. Jadi kurangi penggunaan produk plastik” pungkasnya.