Kemenko PMK berharap Gerakan Indonesia Bersih jadi Bagian Budaya Bangsa.
  • 156
  • 0
  • 1
  • 0

Pemerintah menargetkan di 2025 nanti, Indonesia bisa mengurangi 70 persen sampah plastik di laut. Target itu bisa tercapai dengan baik jika semua elemen bangsa ini secara aktif mau beraksi secara nyata untuk membudayakan Gerakan Indonesia Bersih (GIB) dalam praktik rutinitas harian.

 

“Gerakan Indonesia Bersih itu bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental, yang menitikberatkan pada aksi nyata perubahan dari yang sebelumnya kurang peduli tentang budaya bersih, lalu berubah jadi peduli tentang kebersihan. Musuhnya gerakan kebersihan ini adalah ketidakpedulian pada keberadaan sampah,” kata Ketua Satuan Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental Gerakan Indonesia Bersih, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Pamuji Lestari di Jakarta, Rabu (13/12)

Lebih lagi, menurut Pamuji, saat ini Indonesia masih disorot sebagai salah satu penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. Oleh karenanya, GIB ini jadi sangat penting sekali didorong dan digerakkan melalui partisipasi aktif masyarakat untuk merubah gaya hidup.

 

Menurut Pamuji, saat ini, sudah banyak komunitas-komunitas masyarakat yang terlibat aktif dalam pengurangan sampah melalui perubahan gaya hidup dengan cara mengurangi kebiasaan memakai barang konsumsi sekali pakai, seperti penggunaan sedotan plastik, kantong kresek plastik, dan minuman kemasan sekali pakai, “aksi itu perlu ditiru oleh semua pihak,” imbuh Pamuji.

 

Masyarakat yang peduli tentang pengurangan sampah, lanjut Pamuji, merupakan cerminan implementasi Gerakan Indonesia Bersih, karena mereka secara langsung beraksi secara nyata mengurangi jumlah sampah melalui praktik harian mereka, “Seandainya semua warga Indonesia menerapkan program pengurangan sampah, saya yakin target pemerintah di tahun 2025 nanti akan tercapai,” kata Pamuji yang juga Asisten Deputi Warisan Budaya Kemenko PMK.

 

Sementara itu, menurut Pamuji, pencapaian Kota Surabaya yang meraih penghargaan Guangzhou Awards, disebabkan partisipasi aktif masyarakat Surabaya dalam menjalankan budaya bersih dan tertib yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Surabaya dan Walikotanya. “Surabaya itu contoh nyata kota yang berbudaya bersih dan tertib, warganya pun mau aktif terlibat dalam program aksi 3R yakni yakni Reduce (mengurangi Sampah) Reuse (pemanfaatan ulang) dan Recycle (Daur Ulang), kita harus mencontoh Surabaya supaya Indonesia bersih jadi bagian budaya bangsa kita,” tutur Pamuji.