Hijrah: Demi Indonesia yang Lebih Baik
  • 34
  • 0
  • 0
  • 0

kabar

foto: (sumber: youtube.com)

Indonesia diyakini akan dapat tampil menjadi bangsa maju yang baru di dunia. Memang butuh upaya dan tenaga yang besar, semua dapat dimulai dari dalam diri setiap bangsanya. Niat untuk berubah menjadi bangsa yang lebih baik.

 

Umat Islam di dunia, termasuk Indonesia baru saja memperingati Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah. Momen peringatan ini lalu dimanfaatkan oleh Presiden Joko Widodo dengan mengajak segenap Rakyat Indonesia untuk tekad kuat melaksanakan hijrah. Ajakan Presiden Joko Widodo itu menyebut bahwa berhijrah dari perilaku individualistis menuju peduli sesama dari sifat malas menjadi giat bekerja; dari manusia yang mudah marah ke manusia yang penyabar. “Kita tinggalkan pesimisme dan melangkah menuju optimisme. Dengan ridha Allah, ujian dan tantangan ini akan dapat kita lalui semua,” kata Presiden Joko Widodo seperti dikutip dari akun resmi Twitter-nya.

 

Presiden juga juga menyerukan Indonesia hijrah dari kemiskinan menuju kesejahteraan hingga hijrah menuju keadilan ekonomi. Namun, Presiden minta agar rakyat juga menyadari bahwa hijrah juga tetap membutuhkan proses yang tidak instan. “Hijrah dari kemiskinan kepada kesejahteraan. Hijrah dari ketimpangan ke keadilan ekonomi. Hijrah ke Indonesia maju itu perlu proses. Nggak bisa 1 dan 2 tahun. Ada prosesnya. Ada tahapan besarnya,” kata Presiden Joko Widodo lagi. “Saya mengajak kita semuanya, marilah, utamanya anak muda, pengusaha muda, mari hijrah dari pesimisme ke optimisme. Dari konsumtif ke produktif.”

 

Menurut Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin, hijrah menandai transisi menuju kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, Dia mengajak masyarakat memaknai momentum hijrah ini sebagai proses perubahan seorang individu menjadi pribadi yang lebih baik lagi. “Momentum sejarah ini menjadi refleksi yang penting bagi kita karena memberi makna perubahan maupun transisi dalam meraih kehidupan yang lebih baik serta menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Allah Subhanahu wa ta’ala,” tutur Wakil Presiden, seperti dikutip dari mediaindonesia.com. Sementara itu, Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Syarif Hidayatullah, Oman Fathurrahman, mengatakan momen hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah juga dapat dimaknai sebagai perubahan dari suatu keadaan ke keadaan lebih baik. Dengan masuknya Tahun Baru Islam 1442 Hijriah, apalagi di tengah situasi pandemi, Dia berharap bangsa Indonesia bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru menuju situasi lebih baik.



Pergantian tahun adalah awal yang bagus untuk memulai segalanya menjadi lebih baik. 
Kegagalan atau kesalahan yang sudah terjadi di tahun sebelumnya sungguh dapat menjadi pengalaman dan pelajaran bagi diri, sementara harapan yang lebih baik serta semangat dapat terus dihidupkan. Kita yang dulunya pemalas harus bisa berubah menjadi rajin. Mungkin untuk langsung berubah menjadi lebih baik itu tidak gampang. Apalagi bagi orang yang sama sekali tidak mengharapkan perubahan itu terjadi ke dirinya sendiri. Padahal sebenarnya, berubah menjadi lebih baik itu tidaklah sulit. Semua dapat dimulai dari niat dan tekad yang kuat dari dalam diri. Kalau sudah berhasil, baru dapat kita tularkan ke keluarga, bahkan lingkungan sekitar. Semoga! (*)

 

Diolah dari berbagai sumber