Disiplin: Dikenali, Diresapi, Dilaksanakan
  • 68
  • 0
  • 0
  • 0

Leksikon

Foto: (sumber: medium.com)


Kata ‘disiplin’ jadi teramat sakti saat ini. Dari disiplin ini, jika dengan baik dilaksanakan dan diikuti aturannya, niscaya kehidupan juga akan dapat lebih baik. Dari mana asalnya?

 

Disiplin berasal dari bahasa latin ‘Discere’ yang berarti belajar. Dari kata ini timbul kata ‘Disciplina’ yang berarti pengajaran atau pelatihan. Saat ini, kata disiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. Pertama, disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peraturan (hukum) atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. Kedua, disiplin sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib.

 

Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa Latin ‘Disibel’ yang berarti Pengikut. Seiring dengan perkembangan zaman, kata ini pun mengalami perubahan menjadi ‘disipline’ yang artinya kepatuhan atau yang menyangkut tata tertib. Disiplin memerlukan integritas emosi dalam mewujudkan keadaan. Disiplin diri berawal dari hal-hal kecil, seperti misalnya bagi pelajar yang mampu membagi waktu untuk belajar atau bermain sehingga tidak melakukan kedua kegiatan itu pada waktu yang sama.

 

Disiplin dapat dimaknai sebagai sikap taat dan patuh terhadap nilai yang dipercaya dan menjadi tanggung jawabnya. Dengan kata lain disiplin adalah patuh terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan dan pengendalian, sedangkan pendisiplinan adalah sebuah usaha yang dilaksanakan untuk menanamkan nilai atau pemaksaan supaya subjek mentaati sebuah peraturan.

 

Jika dilihat lebih lanjut, disiplin menurut jenisnya dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu disiplin dalam menggunakan waktu; disiplin dalam beribadah; dan disiplin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sesuai sasarannya, sikap disiplin juga memiliki jenis yaitu disiplin terhadap diri sendiri; disiplin sosial; dan disiplin nasional.

 

Dengan hasil yang tidak hanya enak dipandang karena adanya keteraturan, disiplin juga punya segudang manfaat yang dapat dirasakan, antara lain tumbuhnya kepekaan; lahirnya kepedulian; mengajarkan keteraturan; menumbuhkan ketenangan; timbulnya rasa percaya diri; terciptanya kemandirian; dimulainya hubungan sosial penuh keakraban; dapat membantu perkembangan otak; dan dapat menimbulkan sikap penuh kepatuhan.  Contoh sikap disiplin sesuai tempatnya yaitu disiplin di jalan raya: tidak menerobos lampu merah; berjalan di sebelah kiri; taat pada rambu-rambu lalu lintas; dan membawa surat kendaraan dengan lengkap. Disiplin di lingkungan masyarakat misalnya:  menjaga kebersihan lingkungan; menjaga keamanan tempat tinggal dan lingkungan; membuang sampah pada tempatnya; dan tidak mengganggu tetangga.

 

Sikap disiplin yang diharapkan nanti semakin membudaya merupakan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh Gerakan Indonesia Tertib sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental. Program-program Gerakan Indonesia Tertib nantinya akan mengacu pada cita-cita revolusi mental. Meski aksi nyatanya banyak yang sederhana saja semacam kebiasaan mengantri atau tidak membuang sampah sembarangan tetapi jika mengingat dampaknya, disiplin dipercaya dapat membantu kemajuan bangsa. Sebab, ketika masyarakat tertib, segala urusan juga dipercaya akan semakin lancar dan produktivitas bisa semakin meningkat.



(*) (diolah dari berbagai sumber)