Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Yuk, Tertib Buang Sampah Sesuai Warna Kotaknya!

Tertib buang dan pilah sampah sesuai warna kotak dan peruntukannya
  • 30 April 2021
  • 0 Komentar

Yuk, Tertib Buang Sampah Sesuai Warna Kotaknya!

Tertib dalam membuang sampah pada tempatnya, harus dibarengi pula dengan tertib membuang sampah sesuai peruntukan dan klasifikasi warna tempat sampah itu sendiri.

 

Jakarta (18/04/2021) Sebagian besar masyarakat Indonesia kerap kali masih membuang sampah dengan cara menggabungkannya menjadi satu sekaligus dalam tong yang sama. Padahal di ruang-ruang publik saat ini telah banyak disediakan kotak atau tong sampah dengan warna berbeda sesuai peruntukannya, lho! Nah, sayangnya masih banyak yang tidak tertib dengan membuang sampah tidak sesuai klasifikasi warna kotaknya. Oleh karenanya, yuk sobat Revmen kita pelajari lebih lanjut apa fungsi warna dari tong-tong sampah tersebut!

 

Sobat Revmen, kesadaran untuk tertib membuang sampah pada tempatnya tentu harus dibarengi pula dengan tertib membuang sampah sesuai kotak dan peruntukannya. Karena hal ini dapat mempermudah proses pendaurulangan sampah nantinya. Tak hanya sekedar memilah sampah organik dan anorganik, di ruang-ruang publik kini telah banyak kita jumpai kotak sampah dengan warna berbeda-beda yang berderet sekaligus. Masing-masing warna tersebut memiliki arti dan klasifikasi fungsi yang dikhususkan untuk sampah tertentu.

 

Pertama, warna merah. Kotak sampah dengan warna ini diperuntukkan untuk sampah atau limbah yang mengandung zat berbahaya dan beracun, atau yang disebut dengan sampah B3 (Bahan Beracun Berbahaya). Misalnya, batu baterai, lampu neon, disket, film, benda tajam, pembasmi serangga, dan sampah sejenis lainnya yang mengandung zat kimia berbahaya ___ termasuk sampah elektronik. Sampah B3 yang tidak dapat didaur ulang ini wajib dipisahkan karena dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, dan mengancam kelangsungan hidup manusia serta organisme lainya.

 

Kemudian, ada tempat sampah berwarna hijau untuk menampung sampah organik, yang merupakan golongan sampah mudah terurai dan membusuk. Beberapa contoh sampah organik di antaranya, sisa makanan, daun kering, hingga sampah sayuran dan buah. Sampah organik inilah yang nantinya dapat dijadikan bahan pupuk kompos. Dengan dipisahkan dengan sampah anorganik maupun B3, adanya tempat sampah ini pun dapat mempercepat proses pengomposan.

 

Nah, kalau tempat sampah berwarna kuning ditujukan untuk sampah anorganik yang dihasilkan dari bahan-bahan non-hayati. Anorganik berarti tidak bisa terurai oleh bakteri secara alami dan membutuhkan waktu yang sangat lama di dalam penguraiannya. Meski demikian, sampah anorganik dapat dimanfaatkan untuk didaya gunakan ulang, lho! Misalnya, sampah kemasan plastik, kaleng, besi/logam, botol kaca, kain, tekstil, dan lain sebagainya.

 

Adapun tempat sampah berwarna biru dikhususkan untuk menampung sampah yang dapat di daur ulang. Misalnya, kertas, kardus, karton, ataupun koran dan buku bekas. Sedangkan tempat sampah berwarna abu-abu diperuntukkan untuk menampung sampah residu, yang boleh diisi selain empat jenis sampah diatas. Misalnya, sampah pembalut, popok bekas, puntung rokok, permen karet, dan lain-lain.

 

Nah sobat Revmen, itulah fungsi tong sampah dengan warna berbeda untuk bisa kita pilah terlebih dahulu sebelum membuangnya. Meskipun terkesan rumit dan penuh aturan, namun dengan menerapkan pemilahan sampah sesuai klasifikasinya sangat efektif untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, lho! Dengan membuang sampah pada tempatnya dan sesuai peruntukan warnanya tersebut sekaligus menjadi wujud aksi nyata gerakan revolusi mental yaitu Indonesia Tertib. Yuk sobat Revmen, mulai sekarang mari sama-sama kita tertib memilah sampah dimulai dari diri sendiri! #AyoBerubah #IndonesiaTertib

 

 

Sumber Foto:

http://dlh.tapinkab.go.id/2016/06/tempat-sampah-5-warna.html

 

Referensi:

Bobo.grid.id, 18/12/17

Trans7.co.id, 21/02/20

Hipwee.com, 15/01/21

 

 

Reporter:  Melalusa Susthira K.

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: