Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Yuk, Sama-Sama Budayakan Tertib Menyeberang!

Menyebrang dengan tertib dan sesuai pada tempatnya wujudkan budaya tertib
  • 30 April 2021
  • 0 Komentar

Yuk, Sama-Sama Budayakan Tertib Menyeberang!

Tertib dalam menyeberang tidak hanya berlaku bagi pejalan kaki agar tak menyeberang di sembarang tempat, namun juga kesadaran pengendara kendaraan bermotor untuk memberikan prioritas bagi pejalan kaki menyeberang.

 

Jakarta (22/04/2021) Sobat Revmen, siapa yang suka kesal dengan orang-orang yang menyebrang sembarangan di jalan begitu saja? Di samping pejalan kaki yang tak tertib, namun terkadang pengendara kendaraan bermotor pun tak mau mengalah untuk memberikan kesempatan pejalan kaki yang hendak menyeberang. Hal tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat Indonesia dalam berlalu lintas khususnya dalam hal tertib menyeberang masih belum terbangun sepenuhnya. Padahal, perilaku tersebut sama-sama dapat merugikan dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas baik bagi pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor itu sendiri.

 

Sering kali kita menemukan pejalan kaki yang nekat menyebrang jalan dengan modal mengangkat tangan atau bahkan menyelonong begitu saja. Mereka seringkali menyeberang sembarangan tidak pada zebra cross ataupun jembatan penyeberangan orang (JPO). Bahkan sering dijumpai pula para pejalan kaki yang tak tertib tersebut tidak sabar menunggu hingga lampu merah menyala untuk menyeberang jalan. Tindakan tersebut jelas berbahaya karena dapat menyebabkan kecelakaan, terlebih bila ada kendaraan berkecepatan tinggi melintas. Selain itu, menyeberang sembarangan juga dapat mengganggu kelancaran lalu lintas sehingga seringkali menyebabkan kemacetan.

Ketentuan bagi pejalan kaki untuk wajib menyeberang pada tempatnya sudah dituangkan dalam aturan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Lebih tepatnya, pada pasal 132 ayat 1 bagian b yang berbunyi: “Pejalan Kaki wajib: b. menyeberang di tempat yang telah ditentukan.”, yang dapat berupa zebra cross dan penyeberangan yang berupa jembatan atau terowongan. Namun bila dalam kondisi tertentu tidak ada fasilitas tersebut, pejalan kaki yang hendak menyebrang haruslah melihat kondisi jalanan terlebih dahulu dengan memperhatikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas, kemudian beri isyarat kepada kendaraan, dan segeralah menyeberang ___ sebagaimana tertuang dalam Pasal 132 ayat 2 UU LLAJ.

Setali tiga uang dengan kesadaran pejalan kaki yang masih minim untuk menyebrang pada tempatnya, para pengendara kendaraan bermotor pun kerap kali tak mau mengalah untuk berhenti lebih dulu serta memberikan kesempatan dan prioritas pejalan kaki menyeberang. Malahan para pejalan kaki yang telah berada di zebra cross kerap kali mengalah untuk memberi kesempatan kendaraan mobil ataupun motor melintas terlebih dahulu. Padahal di luar negeri khususnya di negara-negara maju, pejalan kaki yang telah tiba di zebra cross dapat langsung menyeberang dan semua kendaraan pun akan otomatis berhenti sebelum zebra cross untuk memberi kesempatan pejalan kaki menyeberang terlebih dahulu, lho!

 

Pejalan kaki merupakan pengguna jalan yang harus diprioritaskan keselamatannya dan berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang jalan di tempat penyeberangan, hal tersebut diatur dalam Pasal 106(2) dan Pasal 131(2) Undang-Undang 22/2009 atau UU LLAJ. Sedangkan dalam Pasal 116 (2 huruf f) menyebut, “Pengemudi harus memperlambat kendaraannya apabila melihat dan mengetahui ada pejalan kaki yang akan menyeberang”. Nah, apabila ada pengemudi kendaraan bermotor yang tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki tersebut dapat dikenai sanksi pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) ___ sebagaimana diatur dalam Pasal 284 UU LLAJ.

 

Meski aturan dalam UU LLAJ sudah mengatur bagaimana berperilaku tertib menyeberang di jalan, namun masih saja banyak pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor yang acuh tak acuh. Di samping menaati aturan yang berlaku, tertib berlalu lintas juga berarti saling menghargai sesama pengguna jalan raya. [WS1] Oleh karenanya yuk sobat Revmen, kita budayakan tertib berlalu lintas khususnya dalam hal menyeberang jalan. Karena membangun budaya tertib tentu tidaklah mudah dan dapat terlihat sekejap hasilnya, namun kita dapat memulainya dari diri sendiri terlebih dahulu guna mewujudkan Indonesia yang tertib dan sejahtera! #AyoBerubah #IndonesiaTertib

 

 

Sumber Foto:

https://foto.tempo.co/read/49214/foto-foto-hari-ini-dari-superhero-ke-tersangka-mapala-uii#foto-1

 

Referensi:

Gridoto.com, 28/01/20

Hukumonline.com, 24/07/19

Facebook.com/Koalisipejalankaki, 15/12/17

News.detik.com, 30/09/14

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Wahyu Sujatmoko.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: