Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

YOHANA MARPAUNG MENGAJAR DI DALAM RIMBA DEMI ANAK-ANAK

Yohana Marpaung dan anak-anak rimba
  • 13 September 2021
  • 0 Komentar

YOHANA MARPAUNG MENGAJAR DI DALAM RIMBA DEMI ANAK-ANAK

Di dalam rimba, Yohana menerapkan metode belajar sambil bermain. Selain itu, anak-anak juga diajarkan membuat kerajinan tangan dan bercocok tanam.

 

Jakarta (02/09/2021) Luasnya wilayah Indonesia menjadi salah satu faktor yang membuat pendidikan belum merata di seluruh negeri, terutama di daerah perbatasan, terpencil dan tertinggal. Namun menariknya, ada saja sosok-sosok inspiratif yang siap membabat rimbunnya hutan di pedalaman demi memberikan pengajaran kepada anak-anak. Sebut saja nama Yohana Marpaung yang bersuka cita mengajar anak-anak Suku Rimba di Kabupaten Sorolangun, Jambi. Yohana merupakan lulusan Magister Ilmu Antropologi Universitas Gadjah Mada. Gelar yang dimilikinya tidak menjadi penghalang bagi Yohana untuk membaktikan dirinya kepada anak-anak di pedalaman.

 

Perempuan berusia 29 tahun ini sadar betul bahwa menjadi pengajar di wilayah pedalaman bukan hal yang mudah. Namun Yohana tetap meneguhkan pendiriannya. Akses yang sulit, endemic malaria, tidak adanya akses internet dan berbagai tantangan lain dihadapi Yohana dengan penuh integritas. Yohana mengajarkan baca, tulis dan berhitung (calistung), serta mendongeng untuk anak-anak. Semua ilmunya ditransfer di dalam gubuk sederhana, tidak ada bangunan permanen yang mewah di dalam hutan.

 

Kondisi sulit bertambah ketika pandemi Covid-19 muncul. Yohana sempat kaget ketika tidak menemui siswa-siswanya. Yohana mengatakan bahwa sekolah tutup sampai waktu yang tidak ditentukan. Sebelum menemui anak-anak Rimba, Yohana melakukan karantina mandiri selama 20 hari. Kemudian memeriksakan diri ke dokter hingga dinyatakan aman dari Covid-19.

 

Yohana kemudian keluar masuk hutan untuk menjemput anak-anak Rimba. Jarak tempuh dari satu lokasi anak Rimba ke lokasi lainnya memakan waktu 7-8 jam. Beberapa orang tua curiga Yohana mungkin membawa virus. Yohana harus menjalani karantina wilayah dan menjaga jarak. Yohana kemudian menjelaskan bahwa dia sudah memiliki surat dari dokter bahwa dia bebas dari Covid-19. Setelah dirasa aman, barulah Yohana diizinkan bertemu dengan anak-anak. Tentu saja Yohana merasa senang. Pelajaran akhirnya bisa dilangsungkan. Yohana menerapkan metode belajar sambil bermain. Selain itu, anak-anak juga diajarkan membuat kerajinan tangan dan bercocok tanam.