Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Workshop GNRM dan Penguatan Karakter dengan Mindful Parenting eMKa untuk Masyarakat Buddha Indonesia

Workshop virtual mindful parenting eMKa untuk Masyarakat Buddha Indonesia oleh Yayasan Karakter Eling Indonesia bekerja sama dengan Kemenko PMK dan Kemenag
  • 25 November 2021
  • 0 Komentar

Workshop GNRM dan Penguatan Karakter dengan Mindful Parenting eMKa untuk Masyarakat Buddha Indonesia

Sebagai salah satu upaya dalam menyiapkan generasi produktif berkarakter, Yayasan Karakter Eling Indonesia bekerja sama dengan Kemenko PMK dan Kemenag menggelar workshop mindful parenting eMKa untuk Masyarakat Buddha Indonesia.

 

Jakarta (25/11/2021) Pembangunan karakter bangsa merupakan tiang utama penggerak keberhasilan pembangunan nasional, menjadikan sumber daya manusia (SDM) yang unggul berkarakter untuk mewujudkan Indonesia Maju. Sebagai laboratorium pertama anak belajar, keluarga berperan penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian individu dari usia dini hingga dewasa. Guna menyiapkan generasi produktif berkarakter sekaligus memperkuat ketahanan dan kualitas keluarga, Yayasan Karakter Eling Indonesia menggelar lokakarya terkait pengasuhan anak secara berkesadaran atau mindful parenting pada Selasa (2/11). Workshop yang digelar secara virtual untuk masyarakat Buddha Indonesia ini menekankan pada konsep mindful parenting yang digagas oleh Komunitas Menata Keluarga (eMKa).

 

Workshop GNRM dan Penguatan Karakter dengan Mindful Parenting eMKa untuk Masyarakat Buddha Indonesia” ini menjadi upaya diseminasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) ___ khususnya terkait Kegiatan Prioritas 3 (KP.3) Revolusi Mental dalam sistem sosial untuk memperkuat ketahanan, kualitas dan peran keluarga dan masyarakat. Terselenggaranya workshop ini merupakan hasil kerjasama antara Yayasan Karakter Eling Indonesia dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama (Ditjen Bimas Buddha Kemenag) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) selaku koordinator GNRM. 

 

“Tujuan dari kegiatan workshop ini yang pertamanya adalah membangkitkan kesadaran bagi para peserta workshop dalam penguatan karakter keluarga sehingga dapat mewujudkan keluarga yang harmonis dan berkualitas untuk Indonesia maju,” terang Ketua Yayasan Karakter Eling Indonesia, Yusri Heni, dalam sambutan pembukaannya, Selasa (2/11).

 

Workshop ini, sambungnya, juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman para penggerak atau agen perubahan keluarga dari komunitas masyarakat Buddha Indonesia dengan konsep perubahan karakter melalui mindful parenting eMKa. Di samping itu, Yusri menyebut workshop ini bertujuan pula untuk mempersiapkan para peserta menjadi penggerak yang mampu memberikan pembinaan untuk pencapaian program perubahan karakter keluarga di lingkungan komunitas Buddha lebih optimal.

 

Adapun Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Didik Suhardi, memaparkan perihal siklus pembangunan manusia dan kebudayaan yang menjadi salah satu kunci dari pembangunan manusia di Indonesia, yang dimulai dari siklus usia prenatal hingga usia lansia. Didik mengatakan dengan memperhatikan siklus pembangunan manusia ini sebaik-baiknya maka usia produktif dapat menjadi human capital investment yang membawa keuntungan demografi bagi Indonesia. Dalam rangka pembangunan sumber daya manusia (SDM) terkait dengan siklus pembangunan manusia itulah, ia menyebut diperlukan Revolusi Mental atau pembangunan karakter sebagaimana program prioritas nasional dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

 

“Maka bisa dibayangkan Indonesia akan menjadi negara besar yang produktivitasnya tinggi, kinerjanya bagus, kemudian otomatis pertumbuhan ekonominya akan bagus. Pertumbuhan ekonominya bagus maka akan berpengaruh terhadap kesejahteraan kemakmuran seluruh bangsa Indonesia,” terang Didik.

 

“Sehingga tentu kegiatan hari ini yang dilakukan oleh Yayasan Karakter Eling Indonesia harapannya akan menjadi bagian dari program kita sehingga GNRM ini betul-betul bisa kita lakukan dengan baik,” sambungnya.

 

Senada dengan Didik, founder eMKa sekaligus Pembina Yayasan Karakter Eling Indonesia, Melly Kiong, mengatakan Indonesia akan mendapat bonus demografi dari tahun 2020 hingga 2030. Agar tak berbalik menjadi bencana demografi, menurutnya masyarakat penting untuk terlebih dahulu paham mengenai apa itu bonus demografi. Jika bonus demografi tercapai, sambungnya, maka dapat menjadi modal besar bagi bangsa yang lebih lanjut akan memacu pertumbuhan ekonomi. Namun Melly mencatat bonus demografi tersebut dapat tercapai asalkan kualitas SDM Indonesia tinggi, yang salah satunya ditempuh melalui pendidikan karakter sebagaimana workshop mindful parenting kali ini.

 

“Masyarakat Indonesia dari tahun 2020-2030 usia produktifnya yang usia 15-64 tahun itu ada 70,72% kalau penduduk ini yang usia produktif ini terdidik dengan baik, dengan karakter yang baik, maka kita akan dapat bonus demografi. Tapi kalau sebaliknya penduduk kita tidak terdidik dengan baik manusia kita tidak berkarakter, SDM kita tidak berkualitas, maka kita akan menghadapi yang namanya bencana demografi,” kata Melly.

 

Sementara itu Direktur Urusan dan Pendidikan pada Ditjen Bimas Buddha Kemenag, Supriyadi, mengatakan bahwa Kemenag ikut mendukung jalannya workshop ini sebagaimana program Prioritas Nasional ke-4 (PN.4) Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 ___ yang di dalamnya mencakup upaya membangun ketahanan dan kualitas keluarga. Terkait hal tersebut, Supriyadi mengatakan bahwa Ditjen Bimas Buddha Kemenag juga memiliki program penguatan keluarga yang harmonis, bahagia, dan sejahtera (hitta sukhaya). Melalui program keluarga hitta sukhaya, sambungnya, maka Ditjen Bimas Buddha Kemenag mendukung dan berkewajiban melakukan upaya pengarusutamaan Revolusi Mental dalam keluarga buddhis yang bahagia dan sejahtera, termasuk dengan dilangsungkannya workshop ini.

 

“Karena itu pada kesempatan yang baik ini kami Bimas Buddha mencoba untuk mengirimkan beberapa para agen-agen yang nanti akan menjadi penyalur atau penghubung dari pelaksanaan program Revolusi Mental guna mewujudkan keluarga sehat, keluarga yang sejahtera, keluarga yang bahagia,” ujar Supriyadi.

 

Workshop yang berlangsung selama dua hari dari 2-3 November ini diikuti oleh 50 peserta yang mewakili Bimas Buddha masing-masing provinsi maupun penyuluh masyarakat Buddha di daerah. Setelah mengikuti sosialisasi workshop nantinya peserta akan mendapatkan pula pendampingan selama 21 hari ke depan guna mempraktekan mindful parenting eMKa dan meneruskannya kepada masyarakat Buddha di lingkungan maupun daerahnya masing-masing.

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: