Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Tri Mumpuni: Anak Muda Datang ke Desa, Bentuklah Koperasi!

TIM Ahli GNRM, Tri Mumpuni, KOperasi, GImandiri
  • 22 Juni 2022
  • 0 Komentar

Tri Mumpuni: Anak Muda Datang ke Desa, Bentuklah Koperasi!

“Koperasi sebagai dasar ekonomi Indonesia ini wajib diajarkan di sekolah. Anak muda harus melek soal koperasi dan diturunkan ke desa-desa untuk membentuk koperasi bersama rakyat.”

Jakarta (22/06/2022), Dijuluki wanita Listrik, Tri Mumpuni tak kenal lelah membangun energi terbarukan di desa-desa terpencil dan terluar di pelosok negeri ini. Bersama suaminya, Iskandar Budisaroso Kuntoadji, keduanya mendedikasikan hidup membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat melalui energi terbarukan mikrohidro (turbin air) dan turbin angin.

Tiga puluh tahun lebih aktif berkecimpung membangun desa bersama suaminya, Tri Mumpuni beranggapan bahwa warga perlu dilibatkan dan harus memetik untung dari hadirnya teknologi.  "Bagaimana membawa energi bersih ke desa, dan desa itu bisa menghasilkan uang dari memanfaatkan sumber daya lokal yang kita bangun. Kita datangkan teknologi dan finansial tetapi ini tetap dimiliki rakyat,” tutur Tri Mumpuni seperti dikutip DW.com. 

Untuk mengatur kebutuhan ini, Puni, panggilan akrabnya memberikan pendampingan pembentukkan koperasi di desa-desa sejalan dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Koperasi sangat besar perannya agar masyarakat desa setelah memiliki listrik, bisa menggunakan listrik itu untuk kegiatan produktif sesuai potensi desa. Koperasi sudah tentu bakal berperan besar dalam kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa.

Dalam sebuah rapat koordinasi dengan Kemenko PMK, Tri Mumpuni yang juga menjadi bagian Tim Ahli Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) menyatakan keprihatinannya bagaimana susahnya masyarakat desa membentuk koperasi. “Bahkan saat mengurus izinnya, harus keluar biaya besar,” keluhnya. Untuk itu, Tri Mumpuni sangat setuju dengan gerakan Ayo Berkoperasi lewat program Koperasi Goes To School yang bakal diluncurkan sebagai aksi nyata GNRM.

“Saya kelamaan ngramut (merawat) desa, dasar ekonomi Indonesia ini wajib diajarkan di sekolah. Literasi soal koperasi juga sangat rendah. Untuk itu saya sangat mendukung, kita ambil anak muda yang cakap soal koperasi dan diturunkan ke desa-desa untuk membentuk koperasi bersama rakyat. Kalau sudah ada koperasinya, koperasinya diperkuat. Andai program itu di-launching saat 12 Juli, saya sangat mendukung,” urainya.

PLTMH yang dikembangkan Tri Mumpuni dan suami merupakan pembangkit listrik berbasis masyarakat, di mana 50 persen hasilnya dimiliki swasta atau investor, sementara 50 persennya lainnya dimiliki masyarakat, yang dikelola lewat koperasi.

Salah satunya seperti  koperasi di PLTMH Cinta Mekar, yang terletak di kecamatan Serang Panjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Ketika PLTMH tersebut dibangun tahun 2002, sebagian kelebihan kapasitas dapat dijual secara komersial ke PLN, yang keuntungannya dialirkan untuk biaya sekolah anak-anak desa, subsidi kesehatan, atau modal untuk usaha masyarakat desa.

Berkaca pada keberhasilan itu, Tri Mumpuni sangat antusias untuk melibatkan anak muda dalam pembentukkan koperasi di desa-desa. “Saya siap mencarikan pendanaan. Kita didik dan latih mereka sebagai trainer koperasi yang terdiri dari anak-anak muda dengan kompetensi pendidikan, perjuangan, kerakyatan, dan keikhlasan untuk turun ke desa-desa. Memastikan mereka mendampingi masyarakat desa sampai terbentuk koperasi dan koperasi itu berjalan baik, “ urainya panjang lebar.

Tak salah Tri Mumpuni menyebut pentingnya literasi koperasi. Di era digital ini, koperasi juga sudah semestinya bertranformasi menjadi koperasi modern. Di tahun 2021, Kementerian Koperasi dan UKM mencanangkan 500 koperasi modern dengan upaya perubahan atau transformasi koperasi untuk lebih maju dalam hal organisasi, tata kelola dengan penerapan teknologi informasi dan mengikuti perkembangan zaman.

“Sekarang serba digital, masyarakat desa juga banyak yang memiliki ponsel. Ketika koperasi menjadi wadah perekonomian desa, literasi ekonomi digital juga harus dikembangkan di desa. Inilah peran trainer tadi,” ujarnya.

Tri Mumpuni menyakini, desa sebenarnya punya potensi dan menjadi kunci untuk membangun Indonesia. "Jadi Indonesia itu bisa hebat dan kuat kalau desa itu betul- betul dibangun dengan cara yang benar. Desa itu punya sumber daya alam, desa itu punya semuanya. Hanya satu, kita masih kekurangan manusia yang berkualitas yang mau tinggal di desa dan membangun desa itu dengan cara yang benar. Itu kuncinya di situ,” pungkasnya.

*PS

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: