Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Tertib Kelola Pangan ala Food Preparation, Cegah Makanan Jadi Sampah

Perencanaan kelola pangan atau food preparation membawa dampak yang baik bagi lingkungnan dan individu
  • 05 Juli 2021
  • 0 Komentar

Tertib Kelola Pangan ala Food Preparation, Cegah Makanan Jadi Sampah

Food preparation mencerminkan tertib dalam hal mengelola pangan yang berkontribusi mengurangi sampah makanan (food waste) asal rumah tangga yang menjadi masalah besar di Indonesia.

Jakarta (31/05/2021) Pandemi Covid-19 membuat diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membuat sebagian besar aktivitas beralih di rumah. Bersamaan dengan hal tersebut, belakangan ini juga muncul tren positif di media sosial terkait teknik penyiapan bahan makanan atau yang lebih dikenal dengan sebutan food preparation. Food preparation yang memiliki banyak manfaat kiranya dapat melatih budaya tertib khususnya dalam hal mengelola pangan sekaligus dapat diandalkan ketika masa pandemi yang mengharuskan masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan. Yuk sobat Revmen, kita cari tahu lebih jauh apa itu food preparation!

Food preparation dapat menjadi alternatif di masa pandemi, di mana dengan membeli dan menyiapkan bahan makanan untuk jangka waktu tertentu sekaligus dapat meminimalisir risiko penularan Covid-19 karena mengurangi frekuensi aktivitas di luar rumah. Food preparation menjadi tren yang banyak digemari di media sosial, khususnya Instagram. Hal tersebut tampak dari bermunculannya akun-akun yang membagikan informasi mengenai food preparation dengan banyak pengikut. Di Indonesia misalnya, ada akun Instagram @foodpreparation_id dengan jumlah 85 ribu pengikut, @foodprep.emak dengan 5 ribu lebih pengikut, atau @foodprepbunda dengan seribu lebih pengikut.

Food preparation sendiri ialah teknik menyiapkan dan menyimpan bahan pangan dalam lemari pendingin untuk jangka waktu tertentu. Langkah awal food preparation dimulai dengan membuat daftar bahan pangan dan menu yang akan disiapkan untuk satu periode waktu, kemudian membeli bahan-bahan tersebut. Setelahnya, bahan pangan segar dibersihkan terlebih dulu, kemudian potong-potong dan buang bagian yang sekiranya tidak dapat dimakan. Lalu tempatkan dalam wadah kontainer tertutup dan simpan dalam lemari pendingin. Pastikan setelah dibersihkan, air ditiriskan terlebih dahulu hingga kering agar bahan pangan lebih awet.

Pada dasarnya, bahan makanan untuk jangka waktu tersebut dapat disiapkan dan dipisahkan per menu dalam bentuk bahan makanan mentah, maupun dalam bentuk setengah matang atau matang yang nantinya tinggal dihangatkan jika ingin disantap. Meski terkesan sepele, food preparation memiliki banyak manfaatnya lho, sobat Revmen! Food preparation memudahkan proses masak menjadi lebih efisen dan menghemat waktu, sehingga kita pun dapat melakukan hal-hal produktif lainnya. Selain itu, dengan menerapkan food preparation maka biaya pengeluaran makan lebih terkontrol, sekaligus dapat menjaga asupan makanan sehat karena segalanya telah direncanakan dan disiapkan di awal.

Food preparation juga dapat membentuk pribadi yang lebih tertib, terorganisir, dan disiplin. Tak kalah penting, karena telah direncanakan maka konsumsi pun lebih terukur, sehingga  food preparation dapat berkontribusi mengurangi sampah sisa makanan atau food waste. Sebagaimana dilansir dari The Economist tahun 2016-2017, Indonesia adalah negara terbesar kedua setelah Arab Saudi yang menghasilkan sampah sisa makanan atau food waste. Di mana, sekitar 13 juta ton makanan dibuang sia-sia setiap tahunnya. Padahal jumlah makanan yang terbuang tersebut, dapat memenuhi konsumsi bagi angka kelaparan di Indonesia yang mencapai 11% penduduk atau 28 juta penduduk miskin yang kurang mendapat asupan gizi, lho!

Di sisi lain, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2016 rumah tangga merupakan sumber utama penghasil sampah, dengan kontribusi 44,5 % dari total sampah di Indonesia. Oleh karenanya setelah menerapkan food preparation, jangan lupa untuk memilah sampah bahan makanan yang tersisa, yha! Sampah sisa bahan makanan tersebut pun dapat dibuat pula menjadi pupuk kompos dengan berbagai metode, salah satunya ialah takakura. Kalau begitu yuk sama-sama kita budayakan tertib dalam hal mengelola pangan! Dengan begitu, maka tak ada makanan yang harus terbuang sia-sia, sehingga membantu mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan sehat.  #AyoBerubah

Sumber Foto:

https://www.instagram.com/p/CNG8brbjzeF/

 

Referensi:

Fh.unpad.ac.id

Parentalk.id

Merdeka.com, 18/06/20

Kompas.com, 09/07/20

Validnews.id, 13/02/18

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: