Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Taklukan Laut Hingga Udara , Susi Pudjiastuti: Kartini Masa Kini Sang Pemilik Jargon ‘Tenggelamkan’

Susi Pudjiastuti teladan dalam pemikiran, tindakan dan contoh pengusaha wanita sukses dalam bidang perikanan dan penerbangan
  • 05 Juli 2021
  • 0 Komentar

Taklukan Laut Hingga Udara , Susi Pudjiastuti: Kartini Masa Kini Sang Pemilik Jargon ‘Tenggelamkan’

Dengan kepribadiannya yang kuat, Susi Pudjiastuti mendobrak pakem-pakem demi menciptakan perubahan positif bagi kemajuan Indonesia dalam bidang yang selama ini lekat dengan dunia maskulin, dari kelautan hingga penerbangan.

Jakarta (23/06/2021) Siapa yang tak kenal dengan Susi Pudjiastuti? Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 itu merupakan perempuan pertama Indonesia yang menjabat pucuk pimpinan kementerian tersebut. Sosoknya dianggap kontroversial, yang tak pelak membuatnya sering menuai sorotan dan perhatian publik. Tak hanya perihal gayanya yang nyentrik, seakan berbeda dengan representasi pejabat pada umumnya. Namun juga karakter dan pribadinya seolah mampu mendobrak stigma yang terpatri pada kaum perempuan ___ yang turut dibuktikan dengan kesuksesannya menggeluti bidang-bidang yang selama ini kerap dilekatkan sebagai ranah kaum adam.

Kala menjabat sebagai menteri, Susi dikenal sebagai sosok yang antielite dan antiprotokoler. Dengan gayanya yang sederhana, ia tak sungkan untuk terjun langsung dan berbaur dengan masyarakat. Mulai dari naik motor dan mobil bak terbuka ketika melakukan kunjungan lapangan, mengobrol dengan santai sembari ngopi mendengarkan aspirasi warga, memakai sendal jepit saat blusukan, hingga tidur berbaring kelelahan di sofa bandara. Sosoknya yang seolah tak suka jaim alias jaga image dan apa adanya itulah yang membuatnya banyak memperoleh simpati publik. Meski di satu sisi ia juga tak luput mendapat stigma negatif dari sebagian warga Indonesia karena kebiasaan merokoknya, bertato, dan tak tamat sekolah ___ yang masih kerap dianggap anomali bagi pejabat publik maupun wanita Indonesia. Namun bagaimana pun Susi mencoba untuk tetap menjadi dirinya sendiri yang orisinil, sehingga ia selalu berpesan untuk mengambil sisi yang baik dalam dirinya dan membuang yang buruknya untuk dicontoh.

Kebijakan yang dikeluarkannya selama menjabat sebagai menteri pun terbilang tegas dan berani. Salah satunya dengan menegakkan kebijakan penenggelaman kapal asing pencuri ikan (illegal fishing) di perairan Indonesia, yang membuat kosakata “tenggelamkan” menjadi lekat dengan sosoknya. Tindakan tersebut diambilnya tak lain demi membuat efek jera sekaligus meningkatkan tangkapan hasil laut dalam negeri. Ia juga mengeluarkan larangan ekspor benih lobster demi menjaga keberlanjutan jenis dan ekosistemnya, serta menguatkan industri dalam negeri lobster itu sendiri. Kebijakan kontroversi lain yang dibuat ibu tiga orang anak itu ialah larangan penggunaan cantrang atau pukat tarik yang sempat menuai dualisme, sehingga dikeluarkanlah izin pengoperasian alat tangkap cantrang dengan beberapa catatan. Tak heran jawaban Presiden Joko Widodo ketika ditanya alasan mendapuk Susi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan menyebut karena memerlukan "orang gila untuk membuat terobosan".

Jauh sebelum menjadi menteri, perempuan kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 itu merupakan seorang pengusaha eksportir hasil-hasil perikanan (PT ASI Pudjiastuti Marine Product) dan maskapai penerbangan Susi Air (PT ASI Pudjiastuti Aviation). Ya, Susi memang bukan berangkat dari latar belakang politisi. Kedua orang tua Susi yakni H. Ahmad Karlan dan Hj. Suwuh Lasminah merupakan pengusaha ternak, sedangkan kakek buyutnya ialah H. Ireng yang dikenal sebagai tuan tanah di Pangandaran. Meski lahir dari keluarga yang berkecukupan, tak membuat Susi berpuas diri dan justru banyak belajar cara berbisnis pada orang tuanya. Susi yang mencicipi bangku sekolah formal hanya sampai kelas dua Sekolah Menengah Atas (SMA) di Yogyakarta itu, lantas memutuskan untuk berbisnis. Pada 1983, dalam usia 18 tahun, Susi mulai berjualan bed cover keliling Pangandaran. Kemudian beralih menjadi pengepul ikan yang modalnya didapat dari hasil menjual perhiasannya sebesar Rp 750 ribu.

Bisnis mengepul ikan dengan produk andalan lobster itu pun terus berkembang, hingga pada 1996 ia mendirikan pabrik pengolahan ikan di Pangandaran dengan merek “Susi Brand”. Menembus pasar ekspor Asia dan Amerika, pada 2004 Susi lantas membeli pesawat Cessna dengan cara meminjam bank demi menjaga kualitas tangkapan laut tetap segar dan prima. Ia kemudian melihat peluang menjanjikan dari transportasi penerbangan ini, sehingga memutuskan untuk membuka bisnis penyewaan pesawat bermesin tunggal tersebut. Bisnis carter pesawatnya pun kian berkembang pesat, terlebih setelah bencana tsunami yang menimpa Aceh pada 2004 silam. Di mana Susi berderma membantu mendistribusikan bantuan dengan pesawat miliknya ke lokasi bencana yang sulit diakses dengan transportasi-transportasi lain.

Dari kegiatan amal itulah banyak lembaga non-pemerintah baik lokal maupun asing yang berminat menyewa pesawatnya. Sejak itu Susi Air yang juga fokus merintis sejumlah rute penerbangan di daerah-daerah terpencil Indonesia semakin dikenal banyak orang dan kian berkembang. Tak hanya ketika bencana tsunami Aceh, Susi dengan sifat dermawannya juga memanfaatkan pesawat miliknya untuk mengangkut seorang nelayan Wakatobi yang menderita tumor ganas mendapatkan pengobatan di Jakarta pada 2017 silam. Tak heran karakternya yang kuat dibarengi dengan integritas serta etos kerja dalam setiap yang dilakoninya tersebut membuat nama Susi melambung dan kerap masuk dalam pemberitaan media asing. Ia masuk ke dalam BBC 100 pada 2017, yang memuat daftar tahunan berisi 100 perempuan berpengaruh dan menginspirasi di dunia.

Perempuan yang kerap tampil dengan gaya maskulin itu masuk pula ke dalam daftar 10 besar pemikir terbaik dunia versi majalah Foreign Policy pada 2019. Tak hanya itu, Susi juga disebut-sebut sebagai menteri perikanan paling tangguh di dunia oleh media daring Norwegia, Dagens Naeringsliv. Bahkan aktor kawakan Leonardo DiCaprio memuji aksi Susi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam pemberantasan illegal fishing pada konferensi PBB mengenai Kelautan di New York, Amerika Serikat (AS) tahun 2017. “Ini adalah langkah kepemimpinan yang berani yang kita perlukan di seluruh dunia,” ungkap bintang legendaris film Titanic tersebut.

Tak berlebihan jika Susi digadang-gadang sebagai Kartini masa kini Indonesia. Di luar sepak terjangnya yang penuh kontroversi, Susi dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani menelurkan aksi dan terobosan ___ sekalipun berbeda dari arus utama ___ yang mampu membawa perubahan-perubahan positif bagi masyarakat luas demi Indonesia Maju. Secara lebih khusus, Susi dapat menjadi teladan bagi kaum perempuan Indonesia untuk melampaui segala kungkungan yang kerap dilekatkan pada kaum perempuan untuk dapat maju dan berdaya ___ yang kerap menjadi batasan semu dalam mencapai kesetaraan dengan kaum laki-laki. Integritas, etos kerja, dan gotong royong yang diupayakannya pun patut kita garis bawahi pula dari sosok seorang Susi Pudjiastuti.  #AyoBerubah

 

Sumber Foto:

https://www.instagram.com/p/Bt6CSVLn2mT/

 

Referensi:

Money.kompas.com, 10/06/17

Bbc.com, 22/03/17

Bbc.com, 05/10/17

Finance.detik.com, 05/04/17

Dw.com, 08/03/18

Liputan6.com, 20/04/18

Hipwee.com, 17/05/18

Tirto.id, 15/01/19

Intren.id, 17/02/20

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: