Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Sumba Barat Daya Bentuk Gugus Tugas Revolusi Mental untuk Wujudkan Masyarakat yang Maju, Berkualitas, Berdaya saing, Demokratis dan Sejahtera.

Penyerahan tanda apresiasi untuk Sumba Barat Daya (SBD) oleh Asisten Deputi Revolusi Mental kepada Wakil Bupati SBD
  • 18 Desember 2020
  • 0 Komentar

Sumba Barat Daya Bentuk Gugus Tugas Revolusi Mental untuk Wujudkan Masyarakat yang Maju, Berkualitas, Berdaya saing, Demokratis dan Sejahtera.

Tambolaka  – Dalam rangka Implementasi Instruksi Presiden No. 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menyelenggarakan kegiatan “Pembentukan Gugus Tugas Revolusi Mental Kabupaten Sumba Barat Daya” pada hari Rabu 16 Desember 2020 di Tambolaka.  Upaya ini memiliki makna penting untuk melakukan gerakan perubahan pada  hal-hal yang mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat untuk mewujudkan cita-cita bersama khususnya di Kabupaten SBD

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten SBD, Dunia Pendidikan, Dunia Usaha, Tokoh Masyarakat dan Media yang nantinya akan menjadi anggota Gugus Tugas dan juga menghadirkan Nara Sumber Asisten Deputi Revolusi Mental Kemenko PMK, Kepala Bidang Karakter dan Wawasan Kebangsaan Kementerian Dalam Negeri, Badan Kesbanpol Provinsi NTT, dan Pemerintah Daerah SBD yang disampaikan oleh Plt. Setda. Pada kesempatan ini acara dibuka oleh Wakil Bupati Marthen Taka, yang pada sambutannya disampaikan bahwa keberhasilan Gerakan Nasional Revolusi Mental memerlukan perencanaan yang baik dan didukung pelibatan seluruh elemen masyarakat. Gugus Tugas Revolusi Mental yang menjadi motor penggerak untuk mengkolaborasikan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program unggulan SBD yaitu Tujuh Jembatan Emas (Desa Bercahaya, Desa  Berair, Desa Berkecukupan Pangan, Desa Sehat, Desa Cerdas, Desa Tentram dan Desa Wisata). Selain itu, dalam implementasi GNRM diperlukan keteladanan dan kepeloporan sehingga peserta yang hadir dan akan menjadi anggota gugus tugas revolusi mental dapat memberikan contoh perilaku yang baik kepada masyarakat.” ungkap Marthen Christian Taka.




Kemendagri selaku koordinator pelaksanaan GNRM di daerah dalam arahan yang disampaikan oleh Kasubdit Karakter dan Wawasan Kebangsaan, Bangun Sitohang Gerakan Nasional Revolusi Mental ini sangat penting untuk mendukung perubahan mentalitas pembangunan untuk mengejar ketertinggalan dari negara maju dengan melibatkan seluruh warga masyarakat. “Gerakan ini telah menjadi prioritas nasional yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024, sehingga pembangunan ke depan akan menjadi lebih terarah, dan bisa sejalan dengan program-program yang direncanakan di daerah. Oleh sebab itu keberadaan gugus tugas menjadi penting untuk mendorong pelaksanaan GNRM di daerah.




Pada kesempatan ini Kepala Badan Kesbangpol Provinsi NTT, Yohanes Oktavianus  menyampaikan bahwa telah melakukan upaya sosialisasi pembentukan gugus tugas revolusi mental ini ke kab/kota di Provinsi NTT serta menyampaikan konsep Gerakan Nasional Revolusi Mental yang diusung oleh Provinsi melalui 5 (lima) gerakan dengan nama MANTULATIB (Mandiri, Bersatu, Melayani, Tertib dan Bersih) dimana masing-masing gerakan ini mempunyai kegiatan-kegiatan unggulan, seperti untuk NTT Mandiri fokus pada kegiatan Penciptaan Lapangan Kerja dan Kemandirian Pangan. Dengan Pembentukan Gugus  Tugas Revolusi Mental Kabupaten SBD dapat menjadi awal untuk menuju terwujudnya masyarakat Sumba Barat Daya yang berkualitas, berdaya saing, demokratis dan sejahtera, sesuai visi Kabupaten SBD.

Revolusi mental diperlukan untuk mendukung program-program unggulan SBD sebagai contoh Desa Wisata memerlukan perubahan dalam sektor pelayanan misalnya  kemudahan ijin-ijin sektor yang mendukung pariwisata, penyediaan sarana dan prasarana dan peningkatan kualitas SDM lokal sehingga mempunyai daya saing, ungkap Bernardus Bulu (Plt Sekda Sumba Barat Daya).

Dalam kesempatan ini, Kemenko PMK yang diwakili oleh Asisten Deputi Revolusi Mental menyampaikan bahwa adanya revitalisasi Revolusi Mental merupakan upaya Pemerintah agar pelaksanaannya lebih nyata di masyarakat. “Untuk melaksanakannya, diperlukan gugus tugas daerah untuk melakukan sosiasliasi, edukasi, kemudian perencanaan pelaksanaan kegiatan GNRM yang bisa diukur dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari” pungkas Alfredo. “Pada saat bertemu dengan Bupati SBD, disampaikan bahwa Pemerintah dan masyarakat SBD perlu melakukan gerakan perubahan yang dilakukan bersama-sama untuk menyelesaikan berbagai permasalahan strategis, antara lain: kemiskinan, stunting, dan lain-lain seperti yang telah diutarakan pada saat kunjungan Menko PMK tanggal 17-18 November 2020 lalu di Kabupaten SBD”, tambah Alfredo.




Kegiatan ini tidak hanya terbatas pada penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi oleh masing-masing kelompok dalam Gugus Tugas Revolusi Mental. Rencana-rencana yang dibuat diarahkan pada perubahan cara kerja, cara pandang dan konsep- kebijakan yang implementatif, yang dapat dilaksanakan oleh berbagai pihak. Selain implementatif kebijakan ini harus dapat mendukung dan memberikan kontribusi pada penyelesaian persoalan utama yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah SBD, stunting khususnya.


*********************

Publikasi  Satker Revolusi Mental,

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

www.revolusimental.go.id

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: