Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Simak Cara Penilangan ETLE Mobile

GITertib, ETLE Mobile, Polri, lalu lintas
  • 30 Juni 2022
  • 0 Komentar

Simak Cara Penilangan ETLE Mobile

Penindakan dilakukan menyasar beberapa jenis pelanggaran lalu lintas, khususnya di tempat yang tidak terjangkau oleh ETLE statis.

Jakarta (30/06/2022), Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri  mulai menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile memanfaatkan ponsel atau handphone. Beberapa kepolisian daerah (Polda) di Indonesia sudah menerapkan ETLE Mobile.

Penindakan dilakukan menyasar beberapa jenis pelanggaran lalu lintas, khususnya di tempat yang tidak terjangkau oleh ETLE statis. Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Made Agus Prasatya menyatakan bahwa penindakan menggunakan ETLE mobile sudah dilakukan di sejumlah wilayah, misal di Jawa Tengah. “ETLE Mobile di Polda-Polda. Polda Jawa Tengah dengan total 700 unit kamera HP,” katanya, dilansir dari NTMC Polri (28/6)

Made Agus menyampaikan, pelanggaran yang menjadi incaran petugas yang dibekali ETLE Mobile, adalah yang kasat mata. Misalnya, tak memakai sabuk pengaman bagi pengendara roda empat dan tidak memakai helm bagi pengendara roda dua. Kemudian, pengendara motor berbonceng tiga, pengendara yang masih di bawah umur, melebihi batas kecepatan, pengendara terpengaruh alkohol/mabuk, dan berkendara dengan melawan arus.

Kasigar Subdit Gakum Ditlantas Polda Jawa Tengah Kompol Muhammad Adiel Aristo menjelaskan, ETLE Mobile adalah alat khusus ETLE berbentuk handphone yang bisa dipakai secara mobile. “Artinya (alat) bisa dibawa kemana-mana oleh personel saat patrol,” ujar Adiel seperti dikutip Kompas.com

Terkait teknis penggunaannya, apabila ada personel kepolisian yang berboncengan menggunakan sepeda motor sewaktu berpatroli, maka yang akan mengambil gambar pelanggaran lalu lintas adalah personel yang diboncengkan. "Begitu pula sebaliknya, jika yang berpatroli memakai mobil maka personel yang ada di sebelahnya yang akan mengambil gambar (pelanggaran)," imbuhnya.

Untuk proses penilangannya, dikutip dari Kompas.com,  sama saja dengan ETLE biasa. Hasil gambar pelanggaran yang ditangkap dari ETLE mobile itu nantinya secara otomatis akan langsung terkirim ke bagian back office. Selanjutnya akan dilakukan validasi atas hasil penangkapan gambar dari pelanggaran tersebut. Jika data-data sudah dilengkapi, petugas nantinya akan mencetak surat konfirmasi untuk dikirim melalui jasa kurir kepada pelanggar.

Pelanggar diminta untuk menghubungi nomor kontak call center yang tertera dalam surat konfirmasi tersebut untuk melakukan tanya jawab dan mekanisme penyelesaian tilang. Bila penerima surat konfirmasi merasa yakin yang di dalam surat bukan kendarannya maka bisa mengisi form konfirmasi di situs yang tertera di dalam surat tersebut. Namun, jika yang menerima surat konfirmasi itu benar pelaku pelanggar lalu lintas yang terekam, pengendara harus memenuhi kewajiban membayar tilang elektronik setelah menerima konfirmasi.

Dasar penilangan sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Berikut besaran denda tilang elektronik via ponsel yang harus dibayarkan:

-Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan denda tilang elektronik Rp 500.000 atau pidana kurungan 2 bulan.

-Tidak mengenakan sabuk keselamatan denda tilang elektronik sebesar Rp 250.000 atau kurungan penjara 2 bulan.

-Melanggar batas kecepatan denda e-tilang Rp 500.000 atau kurungan 2 bulan.

-Berkendara melawan arus didenda Rp 500.000 atau kurangan paling lama 2 bulan.

-Menerobos lampu merah, denda e-tilang Rp 500.000 atau kurungan 2 bulan.

-Tidak menggunakan helm atau helm yang digunakan tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) denda tilang elektronik Rp 250.000 atau penjara maksimal 1 bulan.

-Berboncengan lebih dari 3 orang denda Rp 250.000 atau kurungan 1 bulan.

-Berkendara dalam pengaruh alkohol atau mabuk, terancam denda Rp 3 juta atau kurungan paling lama satu tahun. *PS

Sumber : Yt NTMC Polri dan Kompas.com diakses 29 Juni 2022

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: