Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Sejarah Awal PON Digelar, Jadi Bukti Kedaulatan dan Persatuan Bangsa

Pekan Olahraga Nasional (PON) Pertama pada 1948 di Surakarta, Jawa Tengah
  • 23 November 2021
  • 0 Komentar

Sejarah Awal PON Digelar, Jadi Bukti Kedaulatan dan Persatuan Bangsa

Pekan Olahraga Nasional (PON) tak hanya menjadi ajang kompetisi dalam bidang keolahragaan, melainkan menjadi bukti persatuan pemuda bangsa sekaligus bukti kedaulatan Indonesia di kancah dunia.

 

Jakarta (23/11/2021) Pekan Olahraga Nasional XX (PON ke-20) yang diselenggarakan di Papua pada 2-15 Oktober 2021 telah resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu (2/10) lalu. Ribuan atlet dari 34 provinsi Indonesia pun akan berlaga dalam 37 cabang olahraga yang dihelat dalam pesta olahraga nasional setiap empat tahun sekali tersebut. Namun PON tak hanya menjadi ajang kompetisi dalam bidang keolahragaan saja lho, sobat Revmen! Melainkan dalam sejarah pendiriannya, PON menjadi bukti persatuan pemuda bangsa sekaligus bukti kedaulatan Indonesia di kancah dunia. Seperti apa? Yuk sobat Revmen, kita cari tahu lebih jauh berikut ini!

 

Sejatinya pesta olahraga nasional yang diadakan setiap empat tahun sekali tersebut dilangsungkan pada 2020 lalu, namun tertunda karena dampak pandemi Covid-19. Untuk pertama kalinya, Papua pun terpilih menjadi tuan rumah perhelatan PON XX, yang digelar di empat klaster wilayahnya yakni Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke. Sebelumnya, tercatat sembilan provinsi Indonesia yang pernah menjadi tuan rumah ajang tersebut, dengan DKI Jakarta menjadi provinsi terbanyak menjamu PON yakni sembilan kali. Adapun provinsi lainnya di antaranya, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau.

 

PON sendiri pertama kali digelar pada  9-12 September 1948 di Surakarta, Jawa Tengah, dengan sembilan cabang olahraga yang dibuka, yaitu atletik, bola keranjang, bulutangkis, tenis, renang, panahan, sepakbola, basket, dan pencak silat. Saat itu PON baru diikuti 13 kota atau keresidenan di Jawa karena situasi politik Indonesia yang belum stabil, dengan total 600 atlet yang berpartisipasi untuk memperebutkan 108 medali. Mengutip Kompaspedia, PON perdana ini dianggap menjadi ajang pemersatu bangsa sekaligus tonggak sejarah persatuan. Di mana hal tersebut menunjukkan kepada dunia luar bahwa dalam keadaan daerah Indonesia yang dipersempit akibat Perjanjian Renville pada Januari 1948, mampu membuktikan untuk mengadakan acara olahraga dengan skala nasional.


Setali tiga uang, PON I juga memiliki arti yang sangat penting karena diselenggarakan di tengah-tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Hal tersebut diungkapkan oleh Komandan Tentara Pelajar Seberang, Maulwi Saelan, yang dimuat dalam Historia.id. Ia menyebut PON I diselenggarakan untuk menjawab blokade Belanda sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang sudah berdaulat. Di mana kala itu, Indonesia belum bisa diterima menjadi anggota penuh organisasi Olimpiade di London, Inggris, karena belum menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan delegasi yang ingin berangkat pun harus menggunakan paspor Belanda. Oleh karenanya, Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI — sekarang menjadi KONI) memutuskan untuk menyelenggarakan kompetisi serupa di dalam negeri yang kemudian dikenal sebagai PON sebagai bentuk protes.

 

Mengutip Goodnewsfromindonesia.id, pada masa itu, prestasi olahraga yang tinggi menjadi dorongan bagi pembinaan bangsa serta menimbulkan kebanggaan nasional. Hal tersebut penting sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri untuk keberhasilan pembangunan selanjutnya, baik jasmani maupun rohani. Wah, keren banget bukan, sobat Revmen? Ternyata di samping menjadi ajang kompetisi yang sarat akan muatan nilai etos kerja dan integritas para atlet dalam berkompetisi, PON juga menjadi simbol kedaulatan dan persatuan bangsa dalam upaya mencapai keberhasilan pembangunan.

 

PON juga membuktikan bahwa nilai-nilai persatuan dapat diejawantahkan dalam berbagai ragam kegiatan, termasuk bidang olahraga. Yuk sobat Revmen, mari terus kita gelorakan semangat persatuan sebagai aktualisasi Gerakan Indonesia Bersatu dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam berkarya di bidang yang kalian geluti demi mewujudkan #IndonesiaMaju! #AyoBerubah #RevolusiMental #GerakanIndonesiaBersatu #PONXXPapua 

 



Sumber Foto:

https://elshinta.com/news/244156/2021/09/09/9-september-1948-pembukaan-pekan-olahraga-nasional-pertama-indonesia

 

Referensi:

Goodnewsfromindonesia.id. (2021). Diakses tanggal 5 Oktober 2021.

Historia.id. (2021). Diakses tanggal 5 Oktober 2021.

Kompaspedia.kompas.id. (2021). Diakses tanggal 5 Oktober 2021.

Arusbaik.id. (2021). Diakses tanggal 5 Oktober 2021.

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: