Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Sarapan Penting,Tinggi Protein

sarapan, protein, hari gizi, nutrisi, anak sekolah
  • 25 Januari 2022
  • 0 Komentar

Sarapan Penting,Tinggi Protein

Pola sarapan masyarakat Indonesia saat ini adalah pola makan yang tinggi karbohidrat, tetapi rendah protein. Hal ini berdampak bagi anak sekolah yang sudah mulai menjalani pertemuan tatap muka di saat pandemi yang belum berakhir ini.

(Jakarta, 25/01/2022) Meneguk segelas susu atau teh manis hangat kadang sudah dianggap sebagai sarapan. Demikian juga sarapan yang disajikan untuk anak sekolah. Bahkan kadang anak terpaksa berangkat sekolah dengan perut kosong. Akibatnya, tubuh menjadi cepat letih dan lesu saat beraktivitas di siang hari. Dilansir dari Asiaone, sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang meninggalkan rumah tanpa sarapan lebih cenderung terganggu di sekolah.

Sayangnya, pola sarapan masyarakat Indonesia saat ini adalah pola makan yang tinggi karbohidrat, tetapi rendah protein. Untuk dapat berkonsentrasi sepanjang hari, otak anak memerlukan asupan energi dalam jumlah stabil. Energi tersebut diperoleh dari konsumsi karbohidrat yang kemudian diolah menjadi glukosa oleh tubuh. Sayangnya, sebagian besar jenis makanan yang mengalami pemrosesan mengandung terlalu banyak glukosa yang mengakibatkan tubuh anak mengalami peningkatan energi secara drastis, namun diikuti penurunan energi secara tiba-tiba.

Karena itu, jangan heran bila daya konsentrasi anak mudah buyar di tengah jam pelajaran pertama, karena energi tubuh yang merosot secara tiba-tiba. Itu sebabnya, Dr. Alan Barclay, dari Glycemic Index Foundation di Australia menyarankan para orang tua memberi anak-anak mereka sarapan berupa jenis makanan yang memiliki nilai Indek Glikemik (IG) rendah.

Dijelaskan, Nilai IG menunjukkan seberapa cepat konsumsi suatu jenis makanan mampu meningkatkan kadar gula darah. Makin rendah nilainya, makin lambat pula peningkatan kadar gula darah yang diakibatkan oleh konsumsi makanan tersebut. Dengan demikian, otak akan mendapatkan asupan energi dalam jumlah stabil yang dibutuhkan untuk berpikir sepanjang hari.

Dr Ruth Chan asisten profesor penelitian di Departemen Kedokteran dan Terapi di The Chinese University, Hongkong setuju akan hal tersebut. Tetapi tak kalah penting adalah dengan menekankan asupan makanan yang dikonsumsi. "Campuran karbohidrat kompleks, protein, dan serat diperlukan untuk membantu memenuhi permintaan tubuh di siang hari," ujarnya.

Dilansir dari gooddoctor.co.id, sebaiknya kita mengkonsumsi karbohidrat kompleks yang membuat merasa kenyang lebih lama dan menjaga kadar gula darah stabil. Kemudian karbohidrat kompleks juga memiliki banyak serat yang bergerak secara perlahan melalui saluran pencernaan dan membuat kenyang lebih lama.

Selain karbohidrat kompleks, serat, protein dan lemak baik juga dianjurkan untuk dikonsumsi anak saat sarapan.  Sebuah studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Eating Behaviours dilakukan dengan melibatkan 40 anak berusia 8-10 tahun menyinggung pentingnya protein dalam sarapan. Penelitian itu menyebutkan, anak-anak itu dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing diminta untuk sarapan dengan menu olahan telur, oatmeal dan sereal.

Setelah itu mereka diberi waktu untuk bermain-main dengan para staf penelitian. Makan siang dengan menu yang sama pun disiapkan untuk mereka pada jam berikutnya. Menurut penelitian, setelah mengonsumsi sarapan telur, anak tetap berenergi sampai waktu makan siang. Yang perlu diperhatikan, anak tidak makan secara berlebihan pada siang harinya, jika dibandingkan dengan anak-anak yang sarapan dengan menu selain telur. Oleh sebab itu, para peneliti menyarankan anak sebaiknya diberi menu sarapan yang kaya protein seperti telur.

Protein merupakan salah satu komponen makronutrien yang sangat penting untuk anak.  Selain berperan sebagai sumber energi cadangan, asupan protein juga berguna mendukung proses perbaikan sel-sel tubuh yang rusak. Karenanya, melengkapi menu sarapan anak dengan protein dalam jumlah cukup adalah resep populer di kalangan para ahli gizi sedunia.

Konsumsi sarapan kaya protein dapat secara mudah memenuhi sebagian besar kebutuhan nutrisi harian anak. Selain itu, menu sarapan kaya protein tidak berisiko membuat kadar gula darah meningkat. Anak-anak perlu mengonsumsi sarapan untuk membuat mereka tetap siaga di sekolah, tanpa menjadikannya terlalu aktif seperti yang akan terjadi jika mereka menyantap makanan yang manis-manis.

Ada banyak pilihan  sajian sarapan kaya protein. Misal, telur rebus dan segelas susu atau secangkir yoghurt. Telur mata sapi adalah kombinasi sumber protein ideal untuk sarapan dengan sedikit nasi goreng ditambah sayuran untuk serat. Bagaimana sobat Revmen, masih ragukah memberi sarapan berprotein tinggi untuk buah hati? Ingatlah nutrisi sangat oenting untuk tumbuh kembangnya. Tidak ada salahnya juga kita mencoba pula mengikuti pola sarapan tinggi protein, nutrisi seimbang,  agar raga dan jiwa kita sehat. #Ayoberubah #Ketahanankeluarga #Harigizi

 

Reporter : PS

Sumber :

Gooddoctor.co.id diakses 24 Januari 2022

Wolipop.detik.com diakses 24 Januari 2022

Kompas.com diakses 24 Januari 2022

 

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: