Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Rupa-Rupa Ekspresi Keagamaan dalam Seni dan Budaya di Indonesia (#ReviewFilm)

Film pendek berjudul Beragama Lintas Budaya mengajarkan bentuk-bentuk ekspresi keagamaan melalui keragaman seni dan budaya yang ada di daerah Indonesia
  • 20 Mei 2021
  • 0 Komentar

Rupa-Rupa Ekspresi Keagamaan dalam Seni dan Budaya di Indonesia (#ReviewFilm)

Beragama Lintas Budaya, film pendek berdurasi 15 menit ini mengajarkan ragam ekspresi keagamaan melalui seni dan budaya lokal di Indonesia yang dapat berdampingan satu sama lain.

Jakarta (12/05/2021) Indonesia merupakan negara multikultural dengan beragam suku, budaya, dan agama. Di tengah kehidupan di masyarakat Indonesia itu sendiri, terjadi proses interaksi antara budaya dengan agama yang mencerminkan keragaman menjadi kian berwarna. Lewat film dokumenter pendek berjudul Beragama Lintas Budaya  misalnya, kita pun dapat mempelajari bentuk ekspresi keagamaan via seni dan budaya yang ada di berbagai daerah Indonesia. Film yang diunggah pada 5 Februari 2021 lalu itu dapat ditonton gratis di kanal YouTube Center for Religious and Cross-cultural Studies Universitas Gadjah Mada (CRCS UGM) atau situs https://indonesianpluralities.org. Yuk sobat Revmen, kita telisik lebih jauh agar semakin mengenal Indonesia yang bersatu dalam keberagaman!

Pada babak pertama film ini kita akan diajak berkenalan dengan kesenian Tari Ratoh Duek dan Saman di Aceh yang mengandung ekspresi nilai-nilai keislaman. Seni Tari Ratoh Duek dan Tari Saman adalah cerminan bagaimana kesenian dan agama berpadu jadi satu, atau yang kerap disebut dengan proses akulturasi. Di mana, pengaruh Islam di Aceh sendiri berawal dari kedatangan pedagang Arab, Persia, dan Gujarat India pada abad ke-13. Misalnya, tarian yang dilakukan dengan posisi duduk mengambil dari salah satu rangkaian salat , atau penari berbaris rapat sebagai simbol barisan dalam salat berjamaah. Selain disimbolkan lewat gerakan, kedua tarian tersebut juga diiringi dengan syair-syair yang berisikan makna salam, selawat, puji-pujian terhadap Yang Maha Kuasa, ataupun ajaran keagamaan lainnya. Tari Saman sendiri ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO sejak tahun 2011 lalu lho, sobat Revmen!