Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Ridwan Nojeng: Sulap Lahan Tandus di Jeneponto Jadi Kawasan Wisata Lembah Hijau Rumbia

Berkat inisiatif Ridwan Nojeng membangun ekowisata Lembah Hijau Rumbia dengan cara memproduksi pupuk organik dan penghijauan kini menjadi percontohan program penghijauan di Sulawesi Selatan
  • 05 Juli 2021
  • 0 Komentar

Ridwan Nojeng: Sulap Lahan Tandus di Jeneponto Jadi Kawasan Wisata Lembah Hijau Rumbia

Inisiatif Ridwan Nojeng membangun kawasan wisata Lembah Hijau Rumbia di Desa Tompobulu, Jeneponto, Sulawesi Selatan melalui penghijauan, tidak saja menjadi upaya pelestarian lingkungan, namun turut membantu meningkatkan pendapatan penduduk desa setempat.

Jakarta (23/06/2021) Daerah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, terkenal dengan musim kemaraunya yang panjang dan kerap membuat tanah menjadi tandus karena kondisi debit air berkurang. Namun Ridwan Nojeng, pemuda asal Desa Tompobulu, Kecamatan Rumbia, berhasil menyulap lahan gersang di desanya tersebut menjadi hijau nan asri. Memulainya dengan cara memproduksi pupuk organik dan melakukan penghijauan, Ridwan bahkan berhasil mengembangkannya menjadi kawasan wisata Lembah Hijau Rumbia yang menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Yuk sobat Revmen, kita simak kisah dan sosok pemuda inspiratif berikut ini!

Sebelum menjadi kawasan pelopor wisata alam di Jeneponto, Lembah Hijau Rumbia yang berada di bawah kaki Gunung Lompobattang itu merupakan lahan kosong dan tandus. Namun Ridwan Nojeng (36) yang hobi berpetualang tersebut justru melihatnya sebagai suatu peluang dan potensi untuk dimanfaatkan, yang dapat membantu memberdayakan warga desa setempat. Ridwan mulai merintisnya dengan memproduksi pupuk organik dari kotoran sapi bersama puluhan pemuda desa setempat pada 2010. Kemudian pupuk yang diproduksi tersebut lantas digunakan untuk penghijauan, dengan melakukan pembibitan dan penanaman pohon di lahan seluas dua hektar tersebut. Tanpa modal sepeser pun dan hanya mengandalkan tenaga, mereka kemudian bahu membahu meratakan tanah, memapras lembah, membangun jalan setapak, dan bersih-bersih untuk membangun spot wisata.

Kawasan wisata Lembah Hijau Rumbia akhirnya mulai dibuka untuk umum sejak 2014 silam. Spot wisata yang terletak di kawasan Dusun Boro dan berada di atas ketinggian 1000 mdpl tersebut menyuguhkan pemandangan pegunungan yang asri dan hamparan sawah. Di dalamnya dilengkapi berbagai fasilitas seperti gazebo, restoran, ruang pertemuan, serta kolam renang yang airnya berasal dari pegunungan dan nantinya sisa air kolam akan dialirkan ke sawah warga melalui irigasi desa. Selain itu, terdapat pula penginapan atau cottage yang menyatu dengan alam, serta area berkemah dan wahana outbond untuk para wisatawan yang datang berkunjung. Sementara di bagian tengah, terdapat kafe yang menyajikan kopi dan ragam makanan tradisional. Kawasan wisata Lembah Hijau Rumbia juga dikenal dengan sebutan Kampung Bambu karena banyak memanfaatkan penggunaan bambu sebagai konstruksi bangunannya.