Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

REVOLUSI MENTAL PP MUHAMMADIYAH, PBNU, FORUM REKTOR INDONESIA DAN PGRI

Penandatangan MoU antara Kemenko PMK dengan PP Muhammadiyah, PBNU, PGRI dan FRI
  • 28 September 2021
  • 0 Komentar

REVOLUSI MENTAL PP MUHAMMADIYAH, PBNU, FORUM REKTOR INDONESIA DAN PGRI

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Forum Rektor Indonesia (FRI) siap mewujudkan revolusi mental di tengah masyarakat. Secara umum, masing-masing organisasi memandang revolusi mental sebagai sebuah gerakan yang perlu diimplementasikan secara konsisten dan penuh komitmen demi Indonesia yang lebih baik.

 

Jakarta (18/09/2021) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama empat organisasi besar di Indonesia, yakni Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Forum Rektor Indonesia (FRI) pada November 2020. Kerjasama yang diinisiasi Kemenko PMK kepada empat organisasi besar tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Menko PMK Muhadjir Effendy, kerjasama yang dilakukan kepada empat organisasi besar itu bertujuan untuk melaksanakan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) secara lebih efektif, sebab keempat organisasi tersebut bukan saja memiliki massa, sistem dan sejarah yang besar, melainkan juga mampu menterjemahkan revolusi mental di tengah-tengah masyarakat secara lebih konkret.

 

Bergabungnya PP Muhammadiyah, PBNU, FRI dan PGRI juga dapat memacu peningkatan kesadaran akan pentingnya perubahan mental masyarakat ke arah yang lebih baik. Selain itu, bergabungnya empat organisasi besar ini juga merupakan bagian dari kerjasama pentahelix yang diinisiasi pemerintah. Kerjasama pentahelix pada konteks ini adalah bekerjasamanya kelompok-kelompok strategis yang terdiri dari pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha dan media. PBNU dan PP Muhammadiyah masuk ke dalam kelompok masyarakat, sementara FRI dan PGRI masuk ke dalam kelompok dunia pendidikan.

 

Di sisi lain, PP Muhammadiyah, PBNU, FRI dan PGRI juga memiliki visi yang sama, yakni mewujudkan revolusi mental di tengah masyarakat. Secara umum, masing-masing organisasi memandang revolusi mental sebagai sebuah gerakan yang perlu diimplementasikan secara konsisten dan penuh komitmen demi Indonesia yang lebih baik. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi menyampaikan bahwa pembangunan mental dan karakter pendidikan itu penting. Apalagi seluruh dunia juga mulai memasuki era digital. Unifah juga pernah menyatakan bahwa PGRI siap membantu pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan profesionalisme dan kinerja guru guna melaksanakan Gerakan Nasional Revolusi Mental, pengembangan karakter dan potensi peserta didik.

 

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti berpandangan bahwa Muhammadiyah siap untuk menjalankan GNRM. Menurut Abdul Mu’ti, Muhammadiyah ingin membangun mentalitas karakter positif bangsa ini. Kerjasama Muhammadiyah dengan Kemenko PMK dapat menjadi komitmen bersama dan menjadi bagian penting dari arah bangsa ini di masa mendatang. Komitmen Muhammadiyah diwujudkan secara konkret melalui serangkaian kegiatan, di antaranya menginternalisasikan nilai-nilai revolusi mental di bidang kesehatan yang dilakukan oleh PP Muhammadiyah dan revolusi mental kampanye pencegahan perkawinan anak yang dilakukan oleh PP Nasyiatul ‘Aisyiyah. Beberapa kegiatan lain berupa workshop, diskusi, seminar dan sosilaisasi nilai-nilai strategis revolusi mental di lembaga-lembaga Muhammadiyah, yaitu nilai integritas, etos kerja dan gotong royong.

 

Wakil Sekretaris Jendral PBNU Sultonul Huda menyatakan bahwa ketika berbicara mengenai revolusi mental, maka sama dengan bicara mengenai karakter bangsa. Dikarenakan masyarakat Indonesia merupakan orang timur, keberadaan agama menjadi sangat substansial untuk memberikan pengaruh kepada pendidikan karakter yang ada di tengah masyarakat. Oleh karena itu PBNU sangat perhatian pada masalah budaya, pendidikan keagamaan, moderasi kehidupan bermasyarakat dan deradikalisasi politik.

 

Sementara Forum Rektor Indonesia (FRI) Forum Rektor Indonesia (FRI) dan UGM mengapresiasi dan mendukung GNRM Melalui Partisipasi Masyarakat 2020-2024 untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Gerakan ini diharapkan akan menumbuhkan insan-insan Indonesia yang memiliki sifat melayani, bersih dan jujur, tertib, mandiri, dan selalu menjaga persatuan bangsa. Hal ini sebenarnya merupakan karakter dan jati diri bangsa Indonesia. Terkait sektor pendidikan, FRI memberikan rekomendasi untuk melakukan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang salah satu poinnya berisi ajakan untuk melakukan penguatan pendidikan karakter dan kebudayaan. Menurut FRI, kedua faktor ini merupakan kunci dalam perguruan tinggi dan sinergis dengan GNRM.

 

Sobat Revmen, dukungan dan kerjasama yang diberikan oleh PP Muhammadiyah, PBNU, FRI dan PGRI demi mengimplementasikan GNRM bukan sebuah rencana jangka pendek, melainkan juga mencakup rencana jangka panjang tentang bagaimana masyarakat berubah menjadi lebih baik dengan dilandasi oleh nilai strategis instrumental GNRM yang meliputi integritas, etos kerja dan gotong royong. Nilai-nilai itu kemudian diimplementasikan ke dalam kegiatan nyata dalam Lima Program Kegiatan, yaitu Gerakan Indonesia Bersatu, Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Mandiri, Gerakan Indonesia Tertib dan Gerakan Indonesia Bersih. Kerjasama ini juga merupakan sebuah rencana strategis yang dilakukan pemerintah untuk membangun kerjasama kerjasama multipihak untuk menyongsong Indonesia emas 2045. #AyoBerubah #KerjasamaPentahelix #PPMuhammadiyah #PBNU #ForumRektorIndonesia #PGRI #RevolusiMental

 

Referensi:

Beritasatu.com.(2016). Diakses tanggal 17 September 2021.

Jawapos.com. (2020). Diakses tanggal 17 September 2021.

Kompas.com. (2020). Diakses tanggal 17 September 2021.

Muhammadiyah.or.id. (2021). Diakses tanggal 17 September 2021.

Suaramuhammadiyah.id. (2021). DIakses tanggal 17 September 2021.

Ugm.ac.id. (2021). Diakses tanggal 17 September 2021.



Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: