Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

(#ReviewFilm) Membangun Perdamaian dengan Menyelami Keragaman Ritual Peribadatan

Film dokumenter pendek Beragam Jalan Menyapa-Nya
  • 08 Desember 2021
  • 0 Komentar

(#ReviewFilm) Membangun Perdamaian dengan Menyelami Keragaman Ritual Peribadatan

Film “Beragam Jalan Menyapa-Nya” mengajak untuk memahami dan menghargai perbedaan, termasuk dalam hal menjalankan ritual dan tata cara peribadatan menurut keyakinan masing-masing. Dengan memahami situasi keragaman dengan lebih seksama, maka perdamaian dan keharmonisan antarumat beragama pun dapat terbangun.

 

Jakarta (8/12/2021) Indonesia merupakan negara multikultural dengan masyarakatnya yang majemuk dari beragam suku dan budaya. Namun perbedaan yang sejatinya dapat saling mewarnai dan mengisi tersebut justru dapat menjadi ancaman disintegrasi bangsa apabila salah dimaknai. Lewat film dokumenter berjudul “Beragam Jalan Menyapa-Nya”, kita diajak untuk mempelajari ragam bentuk ritual atau tata cara peribadatan dari berbagai agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Dengan memahami situasi keragaman yang ada di sekitar kita, diharapkan keharmonisan antarumat beragama pun dapat terbangun. Yuk sobat Revmen, kita cari tahu lebih jauh tentang film pendek satu ini!

 

Film berdurasi 17 menit ini bertutur tentang tata cara beragam agama atau kepercayaan di nusantara dalam menyelenggarakan ibadahnya. Di Indonesia sendiri ada enam agama yang hidup dan dianut oleh masyarakatnya, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Di samping itu, terdapat pula berbagai penghayat kepercayaan atau agama leluhur yang dianut oleh masyarakat Indonesia meskipun populasinya relatif lebih kecil, seperti Sunda Wiwitan, Kaharingan, Parmalim, Marapu, dan lainnya. Setiap pemeluk agama dan penghayat kepercayaan pun berhak mendapatkan perlindungan serta kebebasan dalam menjalankan ibadahnya, yang mana masing-masing menjalankan ritual ibadat dengan cara dan tempat yang berbeda.

 

Film ini dibuka dengan penuturan ritual dan tata cara ibadat umat Islam, yang menjadi agama dengan mayoritas pemeluk terbanyak di Indonesia. Kemudian film secara berturut-turut beranjak menuturkan ritual dan tata cara ibadat umat Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Pada bagian terakhir, film menuturkan ritual dan tata cara ibadat penganut penghayat kepercayaan, yang dalam ini menampilkan Aliran Kebatinan Perjalanan. Film “Beragam Jalan Menyapa-Nya” ingin menyampaikan pesan bahwa ritual atau tata cara beribadat sebagai salah satu elemen dalam tiap agama dan kepercayaan sangatlah beragam yang memiliki aturan dan penjelasannya masing-masing. Mulai dari, tata cara, waktu, prosesi, praktik, metode, pemaknaan, hingga tempat-tempat ibadat berbeda yang sudah diatur dalam ajarannya masing-masing.

 

Namun keragaman komponen ritual tersebut pada hakikatnya memiliki benang merah sama yakni sebagai upaya dari para penganutnya membangun relasi dengan tuhan, dewa-dewa, roh nenek moyang, arwah, makhluk spiritual, atau relasi dengan alam. Mengutip indonesianpluralities.org, ritual keagamaan selain sebagai fungsi religius  juga memiliki fungsi sosial yang sama sebagai perekat sosial untuk mengukuhkan dan menegaskan kembali solidaritas dan identitas kelompok. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Émile Durkheim dalam The Elementary Forms of Religious Life (1912), yang menyebut bahwa ritual memiliki signifikansi simbolik dalam membangun kesadaran kolektif dan kohesi sosial, serta memberikan satu perasaan kolektif mengenai identitas kelompok.

 

Dengan menarasikan ragam ritual keagamaan dan tata cara peribadatan, film ini berupaya mengajak kita untuk memahami dan menghargai perbedaan, termasuk dalam hal beribadah menurut keyakinan masing-masing. Bahwa keragaman yang menyusun Indonesia sebagai bangsa yang berbhineka tersebut bukanlah untuk dipertentangkan, melainkan dengan memahaminya lebih seksama maka perdamaian dan keharmonisan pun dapat tercipta ___ dengan begitu perbedaan dapat dilihat sebagai kesatuan warna-warni indah yang saling melengkapi. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Koordinator PeaceGeneration Chapter Solo, Ninin Karlina, yang menyebut bahwa jalan puncak menuju perdamaian yang berorientasi pada toleransi ialah dengan memahami latar belakang keragaman yang menyusun Indonesia itu sendiri. 

 

“Kesatuan tidak berasal dari satu kesamaan tapi dari komitmen untuk saling menghargai, ini namanya Bhinneka Tunggal Ika. Kesatuan tidak menghapus keanekaragaman, tanpa keanekaragaman tidak akan ada kesatuan sejati dan sempurna,”  terang Nining dalam dalam workshop virtual yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Anak Bocah Pintar bekerjasama dengan Kemenko PMK RI, Senin (1/11).

 

Film “Beragam Jalan Menyapa-Nya” yang diunggah pada 29 Oktober 2021 lalu ini merupakan karya kolaborasi tim Indonesian Pluralities (CRCS UGM, Pardee School of Global Studies - Boston University, dan Watchdoc) dengan Yayasan Cahaya Guru yang bertujuan sebagai bahan ajar untuk siswa-siswi sekolah menengah. Film yang merupakan seri keenam dari seri #BelajarDariRumah​ ini dapat diakses gratis di kanal YouTube Center for Religious and Cross-cultural Studies Universitas Gadjah Mada (CRCS UGM) atau melalui situs indonesianpluralities.org. Dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November setiap tahunnya, mari sama-sama kita rekatkan tali persatuan dan kembangkan toleransi beragama sehingga setiap umat pun dapat menjalankan ibadahnya dengan aman dan nyaman, serta hidup berdampingan dengan damai dan harmonis. #AyoBerubah #RevolusiMental #GerakanIndonesiaBersatu #HariToleransiInternasional

 

Sumber Foto:

https://indonesianpluralities.org/beragam-jalan-menyapa-nya/

 

Referensi:

Indonesianpluralities.org. (2021). Diakses tanggal 17 November 2021.

Indonesianpluralities.org. (2021). Diakses tanggal 17 November 2021.

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: