Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

(REVIEW BUKU) NASIONALISME ALA MILENIAL; SEBUAH DISRUPSI?

Buku Nasionalisme Ala Milenial: Sebuah Disrupsi? terbitan LIPI
  • 05 Juli 2021
  • 0 Komentar

(REVIEW BUKU) NASIONALISME ALA MILENIAL; SEBUAH DISRUPSI?

Buku ini ditulis untuk menjawab sebuah pertanyaan, yaitu kemana dan bagaimana generasi milenial abad ke-21 akan membawa Indonesia?

 

Jakarta (25/06/2021) Buku berjudul “Nasionalisme Ala Milenial: Sebuah Disrupsi?” termasuk buku serius. Terdapat 3 kata kunci yang membuat buku ini serius, yaitu nasionalisme, era digital dan disrupsi. Layaknya sebuah buku serius, jika Sobat Revmen membacanya dengan serius, maka akan mendapatkan hal-hal serius. Dan kenyataannya, banyak hal serius yang ditawarkan dalam buku ini.

 

Buku ini merupakan bunga rampai, ditulis oleh 14 orang penulis, yaitu Aulia Hadi, Ibnu Nadzir, Hidayatullah Rabbani, M. Nur Prabowo S., Rusydan Fathy, Jalu Lintang Y. A., Puji Hastuti, Dicky Rachmawan, Fachri Aidulsyah, Anggy Denok Sukmawati, Fanny Henry Tondo, Annisa Meutia Ratri, Sentiela Ocktaviana, dan Thung Ju Lan. Ke 14 penulis tersebut juga merupakan para peneliti di LIPI. Masing-masing penulis menyampaikan materi yang berbeda-beda. Karena itulah dinamakan bunga rampai. Selain sebagai penulis, Aulia Hadi dan Thung Ju Lan juga bertindak sebagai editor.

 

Buku setebal 420 halaman ini diterbitkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2021. Materi-materi yang diangkat masih fresh dan sangat relevan dengan perkembangan zaman terkini. Menariknya, buku ini ditulis untuk menjawab sebuah pertanyaan, yaitu: kemana dan bagaimana generasi milenial abad ke-21 akan membawa Indonesia?

 

Bangsa Indonesia merupakan bagian dari masyarakat global yang saat ini sedang memasuki era digital. Perkembangan teknologi yang sangat pesat telah “memaksa” manusia untuk terlibat dalam perubahan besar yang belum pernah ada sebelumnya. Perubahan inilah yang disebut dengan disrupsi. Dalam era disrupsi, perubahan tidak terjadi secara bertahap seperti orang meniti tangga. Perubahan yang terjadi lebih menyerupai ledakan gunung berapi yang meluluhlantakkan ekosistem lama dan menggantinya dengan eksosistem baru yang sama sekali berbeda.

 

Dalam fenomena perubahan tersebut, kemana dan bagaimana milenial akan membawa Indonesia? Apakah milenial akan terhipnotis oleh sifat ekskluvitas dan individualitas yang dibawa oleh teknologi? Jika memang demikian, maka Indonesia akan kehilangan jati dirinya, bahkan bisa lebih kritis dari itu. Maka milenial memerlukan sebuah kompas yang dapat menunjukan jalan yang tepat. Kompas itulah yang diberi nama nasionalisme.

 

Buku ini sekurangnya bisa membantu para pembaca, khususnya pembaca muda, untuk menempatkan diri mereka masing-masing dalam ruang masa depan Indonesia yang bebas, terbuka, dan kreatif untuk memulai suatu perjalanan mencari Indonesia di masa depan sesuai kebangsaan, kebutuhan dan perspektif mereka sebagai generasi baru pemimpin Indonesia.

 

Sobat Revmen, ada dua pesan utama dalam buku ini yang dititipkan kepada kita, yaitu: Pertama, para pemuda memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa, sebagaimana yang sedang dilakukan oleh pemerintah melalui Gerakan Indonesia bersatu. Kedua, para pemuda memiliki kewajiban untuk menunjukan nasionalisme dalam berbagai bidang, termasuk dalam kegiatan sehari-hari (everyday nationalism). Jika Sobat Revmen tertarik dan ingin membacanya, buku ini disediakan secara gratis oleh LIPI dan dapat didownload melalui link berikut: https://lipipress.lipi.go.id/detailpost/nasionalisme-ala-milenial-sebuah-disrupsi. Selamat membaca. #AyoBerubah #GerakanIndonesiaBersatu


Referensi:

Aulia Hadi dan Tung Ju Lan. (2021). Nasionalisme Ala Milenial: Sebuah Disrupsi? Jakarta: LIPI Press.

 


Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu SujatMoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: