Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

REVIEW BUKU: MINDFUL PARENTING

Seorang anak sedang memegang buku Mindful Parenting
  • 26 Juli 2021
  • 0 Komentar

REVIEW BUKU: MINDFUL PARENTING

Mindful parenting pada hakikatnya adalah model pola asuh berkesadaran yang memiliki tujuan untuk merekatkan hubungan emosional antara orang tua dan anak.

 

Jakarta (27/05/2021) Buku berjudul “Mindful parenting” ditulis oleh Melly Amaya Kiong, atau yang biasa dikenal dengan Melly Kiong atau eMKa. Buku ini diterbitkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada tahun 2020. Buku berjumlah 127 halaman ini mendeskripsikan sekaligus memberikan referensi mengenai pola asuh yang baik kepada anak.

 

Buku ini dimulai dengan memperkenalkan siapa Melly Kiong, apa mimpi-mimpinya, pernikahan dan keluarga yang bahagia. Setelah itu barulah Melly masuk kepada topik utama, yaitu pola asuh mindful parenting. Hal yang menarik, Melly tidak hanya mengelaborai pengalaman hidupnya dengan berbagai referensi ilmiah, melainkan juga memberikan contoh pada setiap gagasan yang dia tuangkan.

 

Menurut Melly Kiong, mindful parenting adalah “pola asuh berkesadaran.” Artinya, orang tua sadar bahwa ketika mengasuh anak mereka bukan sekedar memperhatikan pertumbuhan fisik anak, melainkan juga memperhatikan perasaan anak dan segala tingkah lakunya. Ada 5 dimensi penting dalam mindful parenting, yaitu:

 

Dimensi Pertama, mendengarkan (anak) dengan penuh perhatian dan berbicara dengan empati. Menurut Melly, berikan peluang pada anak untuk berbicara dan orang tua sebagai pendengar. Melly menekankan, jika orang tua bersedia mendengarkan anak, maka akan banyak masalah yang bisa ditemukan solusinya, karena komunikasi yang dilakukan berjalan dua arah. Sebagai contoh, ketika anak terjatuh saat bermain, biarkan mereka menceritakan apa yang terjadi. Setelah mengetahui permasalahannya, orang tua kemudian berbicara pada anak dengan penuh empati. Kebanyakan orang tua biasanya akan memarahi anak ketika mereka terjatuh, tanpa mau mendengarkan apa yang terjadi.

 

Dimensi Kedua, tidak menghakimi anak. Kebanyakan orangtua cenderung memberikan label negatif terhadap anak, seperti nakal atau susah diatur. Label ini akan berdampak buruk terhadap tumbuh kembang anak. Mindful parenting tidak menggunakan cara itu, melainkan mengajak anak-anak untuk berdiskusi mengenai diri mereka, pengalaman mereka atau ketika orang tua dan anak ingin membuat sebuah peraturan bersama. Menurut Melly peraturan yang dibuat bersama akan membuat anak merasa dilibatkan. Misalnya saat membuat rules bermain game, orangtua dan anak dapat berkomuikasi bahwa game hanya boleh dimainkan saat anak libur sekolah. Jika orang tua menghargai pendapat anak, maka akan menumbuhkan kepercayaan diri anak, sehingga anak akan lebih terbuka kepada orangtuanya.

 

Dimensi Ketiga, pengendalian emosi diri. Melly menyatakan bahwa dimensi ini paling sulit dilakukan. Tapi dalam mindful parenting, orang tua harus melakukannya, dengan mempertanyakan dirinya sendiri, “Apakah marah dapat menyelesaikan masalah?” Perlu diingat, anak sejatinya bukanlah pendengar yang baik, namun mereka akan merekam apa yang dilakukan oleh orangtua. Dengan kesadaran ini, orang tua akan belajar mengendalikan diri bahwa tidak selamanya anak yang melakukan kesalahan. Ada kalanya orangtua juga harus berubah dan memperbaiki diri.

 

Dimensi Keempat, bersikap adil dan bijaksana. Berikan apa yang “dibutuhkan” anak, bukan apa yang “diinginkan” anak. Dimensi adil dan bijaksana juga berlaku bagi diri orang tua sendiri. Jika anak salah, lakukan teguran. Tapi jika ternyata orang tua yang salah, maka orang tua harus mau mengakuinya. Dari sini anak akan belajar mengenai keadilan dan kebijaksanaan.

 

Dimensi Kelima, welas asih. Asuhlah anak dengan penuh cinta, maka anak akan tumbuh sebagai pribadi yang juga penuh cinta. Dan jika suatu ketika orang tua terpaksa harus bertengkar, maka sebaiknya anak-anak jangan sampai mengetahuinya.

 

Dalam buku yang disertai berbagai gambar dan background yang menarik ini pada akhirnya Melly Kiong ingin menyampaikan pesan bahwa keterampilan orangtua menerapkan mindful parenting akan berdampak positif terhadap psikologi anak. Diantaranya, anak akan merasa dihargai, anak akan mampu mengomunikasikan masalah kepada orangtua dengan baik, mendorong anak melakukan perilaku yang positif dan mengembangkan suasana keluarga yang kondusif dan penuh kasih sayang.

 

Sobat Revmen, mendidik anak dengan cara-cara negatif akan memberikan dampak buruk pada perkembangan psikologis anak. Kita harus mengubah cara mengasuh yang selama ini kita terapkan jika hal itu negatif. Ambillah pola asuh mindful parenting sebagai referensi dengan menerapkan lima dimensi utamanya. #AyoBerubah.

 

Referensi:

Melly Amaya Kiong. (2020). Mindful parenting. Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.


Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: