Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

PROGRAM ANTI BULLYING BERBASIS SEKOLAH

Seorang anak sedang dirudung oleh tiga orang temannya
  • 30 April 2021
  • 0 Komentar

PROGRAM ANTI BULLYING BERBASIS SEKOLAH

Data hasil riset Programme for International Students Assessment (PISA) TAHUN 2018 menunjukkan murid yang mengaku pernah mengalami bullying (perundungan) di Indonesia sebanyak 41,1%. Ini menjadikan Indonesia menempati posisi kelima tertinggi kasus bullying dari 78 negara setelah Filipina, Brunei Darussalam, Republik Dominika dan Maroko.

 

Jakarta (03/03/21) Menurut Ken Rigby, bullying adalah tindakan menyakiti orang lain yang menyebabkan orang lain itu menderita, baik secara fisik maupun psikis. Aksi ini biasanya dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab, berulang-ulang, dan menimbulkan perasaan senang pada pelaku bullying.

 

Ken Rigby menyatakan bahwa korban bullying akan mengalami dampak sakit secara fisik dan psikologis, menurunnya rasa kepercayaan diri, trauma, takut, cemas dan merasa kesepian. Selanjutnya korban akan mengalami kemerosotan dalam belajar, memilih untuk mengasingkan diri, mengalami ketakutan sosial (social phobia) dan cenderung ingin bunuh diri.

 

Bullying adalah tindakan serius yang juga memberikan dampak serius. Oleh karena itu pada tahun 2017 pemerintah bekerjasama dengan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) mengembangkan program ROOTS, yakni program anti-bullying berbasis sekolah. ROOTS merupakan program global dengan fokus pada upaya pembangunan iklim yang aman di sekolah yang dipimpin oleh siswa. Target program ini adalah Kepala Sekolah, para guru, Komite Sekolah dan para siswa.

 

Cara kerja ROOTS pertama-tama adalah mendesak Kepala Sekolah untuk menetapkan kebijakan perlindungan anak, termasuk menetapkan etika perilaku guru dan administrasi sekolah untuk mencegah pelanggaran kode etik. Kemudian fasilitator ROOTS melatih para guru untuk melakukan Disiplin Positif, yakni mengajarkan disiplin kepada para siswa tanpa menggunakan kekerasan, baik verbal maupun non-verbal. Guru juga bertanggung jawab untuk menciptakan atmosfir nyaman di kelas, menjadi mediator antar siswa dan menjadi sahabat untuk mendengarkan siswa.

 

Selanjutnya pihak sekolah memilih 40 orang siswa dari satu sekolah, yang dianggap menonjol, memiliki pengaruh, memiliki kekuatan atau teman banyak. 40 siswa itu disebut sebagai Agen Perubahan. Mereka akan mengikuti 15 sesi di luar jam sekolah untuk mengenali jenis-jenis tindakan bullying. Mereka kemudian mengevaluasi dan memberi solusi oleh mereka sendiri melalui kampanye dan acara yang melibatkan seluruh unsur sekolah.

 

Itu artinya, siswa berpartisipasi secara aktif untuk menjadi agen anti-bullying di sekolah yang didukung oleh para guru dan seluruh unsur sekolah, termasuk Komite Sekolah dan orang tua. Dikarenakan yang menjadi pusat pergerakan adalah para siswa, maka mereka lebih paham untuk mencari penyebab dan solusi dalam menghadapi bullying.

 

Program ROOTS dianggap telah berhasil menurunkan tingkat bullying di sekolah percontohan dari angka 64.8% menjadi 35.2%. Sekolah percontohan yang diujicobakan adalah 4 SMP di Sulawesi Selatan, 4 SMP di Jawa Tengah dan 12 sekolah di Papua Barat. Selanjutnya program ROOTS dikembangkan pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), dengan dukungan UNICEF dan Yayasan Nusantara Sejati.

 

Sobat Revmen, bullying, baik berupa intimidasi, gosip, mengejek, memukul, atau melecehkan merupakan perbuatan yang memiliki dampak berbahaya pada anak. Dalam jangka panjang, dampak tersebut akan berpengaruh pada kualitas SDM bangsa ini. Mari bersama-sama menjadi agen perubahan yang tidak melakukan bullying, yang cepat mengenali aksi bullying dan yang segera mencegah tindakan bullying. #AyoBerubah #Anti-Bullying

 

 

Referensi:

Unicef.org, 20/02/20

Databoks.katadata.co.id, 12/12/19

Jatengprov.go.id, 21/02/18

 

 

Penulis: Robby Milana

Editor: Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: