Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

PRAMUKA DAN PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI BANGSA

Empat siswa mengikuti pramuka
  • 30 April 2021
  • 0 Komentar

PRAMUKA DAN PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI BANGSA

Kegiatan kepramukaan bukan hanya berkaitan dengan kedisiplinan dan ketangguhan fisik, melainkan juga mencakup kegiatan-kegiatan yang fun (menyenangkan), gotong royong dan penuh kreativitas. Nilai-nilai inilah yang dapat berperan dalam membentuk karakter individu.

 

Jakarta (06/03/21) Tujuan gerakan pramuka terdapat pada pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2010, Gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup.

 

Melihat tujuan yang ditetapkan pemerintah, maka bisa disimpulkan bahwa pramuka merupakan kegiatan untuk mengembangkan tiga kecerdasan sekaligus, yaitu kecerdasan akal, kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial. Pada titik inilah pramuka dianggap strategis untuk dijadikan sebagai kegiatan ekstra kurikuler wajib di sekolah dalam berbagai tingkatan dan diatur pada Permendikbud RI No. 63 tahun 2014.

 

Riset yang dilakukan oleh Richard M. Lerner dari Universitas Tufts, Massachusetts, tahun 2015 menemukan fakta: (1) Para anggota pramuka yang rajin mengikuti kegiatan kepramukaan memiliki tingkat kejujuran, kemauan menolong, kebaikan hati dan kebiasaan berhemat yang tinggi; (2) Anggota pramuka yang rutin mengikuti kegiatan permainan dalam pramuka rata-rata memiliki sifat yang menyenangkan, baik dan memiliki kemampuan dalam mengontrol diri sendiri (higher intentional self-regulation).

 

Melalui berbagai kegiatan kepramukaan, pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter individu dan bangsa. Ada tiga argumen untuk membuktikan hal ini. Pertama, pramuka dikenal sebagai kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan tersebut mencakup bernyanyi, bermain, tepuk tangan, tali temali, sandi-sandi dan melakukan penjelajahan. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat menstimulasi dan memotivasi siswa untuk belajar mengenai banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan nyata mereka.

 

Kedua, pramuka adalah media pendidikan yang mengadopsi otak kanan dan otak kiri siswa. Sebagaimana diketahui bahwa proses pembelajaran di kelas lebih dominan pada pengembangan otak kiri (kognitif-akademis), sementara pengembangan otak kanan (afektif) seringkali mendapatkan porsi yang sangat sedikit. Pramuka adalah wahana pengembangan otak kanan dan kiri sekaligus. Siswa yang menjadi anggota pramuka dilatih untuk berinteraksi, berkomunikasi, mengembangkan kreativitas dan berafiliasi dengan teman-teman. Pada titik ini kemampuan sosial siswa juga dibangun, sehingga dapat dijadikan fondasi untuk mewujudkan salah satu pilar pendidikan versi UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization), yakni membekali siswa untuk dapat life together, hidup bersama dengan damai dan harmonis.

 

Ketiga, pramuka melatih mental yang kuat. Melalui Pramuka, siswa dibekali dengan sikap mental yang tangguh seperti disiplin, percaya diri, berani, loyal, bertanggung jawab dan sifat-sifat positif lainnya yang terdapat dalam Dasa Dharma (sepuluh bakti) Pramuka. Sikap mental ini minim ditemui dalam proses pembelajaran formal.

 

Bangunan dasar kegiatan pramuka adalah tangguh secara fisik, kuat secara mental dan kokoh secara kepribadian. Bangunan dasar ini akan menjadi medan latihan yang baik bagi individu untuk mengasah jiwa kepemimpinan, keorganisasian, sekaligus kemanusiaannya.

 

Sobat Revmen, kegiatan kepramukaan berperan dalam melatih kedisiplinan, kepedulian, gotong royong dan kemandirian, yang dapat menjadi bekal dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Mari dukung kegiatan pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi bangsa. #AyoBerubah #PramukaIndonesia

 

 

Referensi:

Scoutingwire.org, 01/09/15

News.detik.com, 14/08/18

 

Penulis: Robby Milana

Editor: Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: