Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Pilah-Pilih Hewan Kurban di Tengah Wabah

Hari raya Kurban
  • 19 Juni 2022
  • 0 Komentar

Pilah-Pilih Hewan Kurban di Tengah Wabah

Direktur Pusat Kajian Halal Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Nanung Danar Dono memberikan cara memilih hewan kurban di tengah wabah penyakit mulut dan kuku.

Jakarta (19/06/2022), Hewan kurban dihantui ancaman penyakit mulut dan kuku jelang Hari Raya Idul Adha 2022. Masyarakat yang ingin berkurban diimbau agar meningkatkan kewaspadaan dan kejelian saat membeli hewan kurban.

Untuk diketahui, penyakit mulut dan kuku tidak menular ke manusia sehingga daging dan susu yang dikonsumsi aman. Meski begitu, hewan kurban yang disembelih harus tetap sehat dan memenuhi syariat Islam.

Dikutip dari detik.com, Direktur Pusat Kajian Halal Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Nanung Danar Dono memberikan tips memilih hewan kurban di tengah wabah penyakit mulut dan kuku. Berikut tipsnya:

Beli di Pedagang Besar. Pedagang besar yang memiliki banyak hewan ternak disebut cenderung akan sangat menjaga kesehatan ternaknya. "Agar tidak sampai tertular penyakit karena akan mengakibatkan kerugian yang cukup besar," terang Nanung.

Pilih pedagang yang mau beri garansi. Dengan begitu jika ternak yang dibeli nantinya menunjukkan gejala sakit, mereka bersedia untuk mengganti dengan ternak lain yang sehat.

Beli hewan kurban mendekati hari H. Nanung menilai dengan membeli hewan kurban mendekati hari raya atau penyembelihan, akan meminimalisir risiko hewan kurban tertular penyakit.

 Hindari survei dari kandang ke kandang. Survei dari kandang ke kandang ternak lain dinilai akan berpotensi memperluas penularan penyakit mulut dan kuku. Dijelaskan, penularan  pada ternak dapat terjadi melalui kontak langsung antar ternak, kandang bersama, lalu lintas hewan tertular, kendaraan angkutan, udara, air, pakan/minum, feses ternak terjangkit, serta produk maupun orang yang terkontaminasi virus.

Pastikan lakukan pengecekan kondisi ternak. Nanung menyampaikan sederet syarat sah hewan untuk menjadi hewan kurban, yaitu sehat, tidak cacat seperti buta dan pincang, serta tidak terlalu kurus. Selain itu, pastikan melakukan pengecekan kondisi ternak. Tidak hanya dibuktikan dengan surat keterangan kesehatan hewan saja, tetapi juga pastikan hewan tidak bergejala dan lingkungan sekitar tidak ada wabah.

*ps

Sumber detik.com diakses 19 Juni 2022

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: