Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PUSAT PERUBAHAN

Alissa Wahid memberikan pemaparan mengenai Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental
  • 19 Agustus 2021
  • 0 Komentar

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PUSAT PERUBAHAN

Jakarta (31/07/2021) Kementerian Koordinator Bidang Pembangjnan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan diskusi bersama Forum Rektor Indonesia pada Kamis (08/07/2021). Dalam diskusi tersebut terdapat sebuah tema untuk menjawab bagaimana perguruan tinggi dapat menjadi salah satu pusat perubahan di Indonesia.

 

Pada diskusi tersebut hadir perwakilan dari pihak pemerintah dan pihak perguruan tinggi. Dari pihak pemerintah hadir Ravik Karsidi (Ketua I Tim Ahli Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental), Arif Budimanta (Ketua II Tim Ahli Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental), Alissa Wahid (Anggota Tim Ahli Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental) dan Alfredo Sani Fenat (Asisten Deputi Revolusi Mental Kemenko PMK). Sementara dari pihak perguruan tinggi hadir lebih dari 90 perguruan tinggi, di antaranya Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Universitas Lampung (Unila), Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Universitas Islam Negeri (UIN) dari beberapa daerah, dan Universitas Muhammadiyah (UM) dari beberapa daerah.

 

Dalam kesempatan itu Kemenko PMK menyatakan kepentingannya untuk membangun kerjasama multipihak, termasuk kepada berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Perguruan tinggi dianggap sebagai agen perubahan di tengah masyarakat yang dapat menjadi salah satu kekuatan dalam membumikan gerakan dan program-program Revolusi Mental. Ravik Karsidi, Arif Budimanta, Alissa Wahid dan Alfredo Sani Fenat sama-sama sepakat bahwa kata kunci bagi perguruan tinggi untuk melakukan perubahan adalah “kesinambungan” (sustainability). Kesinambungan menjadi kunci penting karena dua alasan; Pertama, kegiatan perubahan bukan sebuah proyek sporadis dan jangka pendek; Kedua, kegiatan perubahan harus dilakukan terus menerus melalui berbagai jenis kegiatan dan tingkatannya.

 

Kesinambungan yang dimaksud meliputi tiga faktor utama, yaitu: Pertama, pihak perguruan tinggi harus dapat melakukan internalisasi di kampus masing-masing agar menjadi model, dilembagakan atau tidak, dalam membumikan Revolusi Mental. Caranya bisa dengan diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran (KBM) atau melalui kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi. Nilai-nilai Revolusi Mental, yakni integritas, etos kerja dan gotong royong, bahkan dapat disosialisasikan kepada segenap civitas akademisi melalui kegiatan teknis paling sederhana, seperti saat pembukaan kegiatan belajar mengajar atau membuat yel-yel kreatif pada saat penerimaan mahasiswa baru.

 

Kedua, perguruan tinggi diharapkan dapat membangun kerjasama multipihak yang saling mendukung. Dalam konsep pentaheliks terdapat lima pihak yang melakukan kerjasama, yaitu pihak pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat dan media. Kolaborasi pertama yang perlu dibangun oleh perguruan tinggi adalah bekerjasama dengan kementerian, pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten/Kota. Kerjasama ini dapat dilakukan bersama Gugus Tugas Daerah di masing-masing wilayah. Gugus Tugas Daerah itu nantinya akan menjadi coordinator gerakan, sementara perguruan tinggi berperan sebagai produser gerakan.

 

Ketiga, jika di sebuah wilayah belum terdapat Gugus Tugas Daerah, Maka perguruan tinggi diharapkan bersedia melakukan inisiatif dengan Pemda untuk mengaktifkan Gugus Tugas Daerah agar dapat membangun gerakan dan menjalankan program-program Revolusi Mental. Arif Budimanta berharap bahwa perguruan tinggi sudah dapat bergerak menjadi pusat perubahan pada tahun 2022.


Diskusi ini diakhiri dengan penyamaan persepsi mengenai keharusan terjadinya perubahan positif bagi bangsa Indonesia ke depan, baik dalam bidang akademik, ekonomi, sosial-budaya, maupun teknologi, yang berlandaskan pada nilai integritas, etos kerja dan gotong royong. Diskusi kemudian ditutup dengan konklusi persuasif kepada kampus, sebagai bagian dari kerjasama multipihak, untuk bersama-sama melakukan perubahan sejalan dengan revolusi mental di tengah masyarakat dan turut serta dalam mensukseskan program revolusi mental.

 

Reporter: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: