Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Pendidikan Karakter ala Gerakan Seniman Masuk Sekolah

Pendidikan Karakter ala Gerakan Seniman Masuk Sekolah
  • 01 April 2021
  • 0 Komentar

Pendidikan Karakter ala Gerakan Seniman Masuk Sekolah

Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) menjadi salah satu medium  yang menjembatani upaya membangun karakter bangsa melalui unsur seni dan budaya. 

 

(Jakarta 21/03/2021) Sobat Revmen, siapa bilang belajar di sekolah hanya soal hitung-hitungan dan hafal-hafalan melulu? Di sekolah, kita juga bisa belajar tentang keanekaragaman seni dan budaya yang enggak kalah penting, lho! Salah satunya melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Selain dapat lebih mengenal seni dan budaya bangsa, kita juga dapat mengasah bakat, meningkatkan keterampilan, hingga kreatifitas dengan cara yang mengasyikkan.

 

Gerakan yang dicanangkan oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) ini akan mempertemukan siswa dengan para seniman lokal sebagai bentuk interaksi langsung pembelajaran di sekolah (SD, SMP, SMA/SMK). Nantinya pembelajaran akan berlangsung selama 27 kali pertemuan, dengan waktu belajar tiap pertemuan 2 jam. Lewat gerakan ini, kita dapat memperdalam seni dan budaya mulai dari bidang seni tari, seni teater, seni musik, seni rupa, seni sastra, hingga seni media baru (new media arts). Wuih, keren banget enggak sih sobat Revmen?

 

Materi seni dan budaya yang diajarkan pun memuat kearifan lokal daerah setempat, sehingga mengikuti GSMS kita sekaligus melestarikan budaya bangsa. Setelah mengikuti program ini, siswa akan diminta unjuk gigi menampilkan apa yang telah dipelajari, misalnya dengan presentasi karya, kompilasi video, pementasan, hingga mengadakan pameran. Beberapa contoh di antaranya ialah, pentas Tari Topeng Kelana Gaya Palimanan Cirebon oleh SMAN 5 Kota Cirebon, musikalisasi puisi “Aku” karya Chairil Anwar oleh SD Wahdatul Ummah Metro, hingga Kolaborasi Seni Karawitan dengan Seni Pencak Silat Cempaka Putih oleh SMPN 2 Gunungwungkal, dan masih banyak lagi.

 

Gerakan yang mulai dirintis sejak 2016 ini, telah berhasil melibatkan ratusan hingga ribuan seniman lokal dari berbagai bidang seni dan budaya. Pada 2018 misalnya, GSMS berhasil merangkul 1.320 seniman dari berbagai bidang untuk terjun langsung ke sekolah-sekolah di 28 provinsi Indonesia. Karena seni dan budaya adalah salah satu pilar dalam pendidikan yang tak kalah penting dipelajari di samping pelajaran-pelajaran di sekolah lainnya, ke depannya GSMS pun direncanakan akan menjadi gerakan nasional yang tidak terbatas pada kabupaten/kota tertentu saja. Dalam kondisi pandemi pada 2020, GSMS dilaksanakan di 16 kabupaten/kota dengan memadukan mekanisme pembelajaran secara daring dan luring (tatap muka) ____ di mana pelaksanaannya tetap mengacu pada protokol kesehatan dan pengawasan dari dinas pendidikan daerah setempat.

 

Sebagai salah satu metode siswa mengekspresikan diri dengan cara-cara yang artistik, GSMS membuktikan bahwa pendidikan karakter bangsa salah satunya dapat diperkuat melalui medium seni dan budaya. Lewat GSMS pula sikap kreatif, apresiatif, dan inovatif siswa terhadap seni budaya bangsa dapat terbangun. Namun tak hanya lewat GSMS, kita pun dapat mempelajari seni budaya bangsa lewat berbagai medium dan cara lainnya. Jangan lupa juga untuk bersama-sama lindungi, kembangkan, dan manfaatkan seni budaya Indonesia yang begitu kaya agar terus lestari!

 

Sumber Foto: https://jogja.tribunnews.com/2017/11/30/lestarikan-seni-tradisional-seniman-masuk-dan-ajari-anak-sekolah


Penulis: Melalusa Susthira K.

Editor: Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: