Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Pemuda Harus Jauhi Perilaku Beresiko untuk Bermental Produktif

GNRM, Pemuda
  • 20 Juni 2022
  • 0 Komentar

Pemuda Harus Jauhi Perilaku Beresiko untuk Bermental Produktif

Fokus pembangunan Indonesia tahun 2020-2024 secara khusus ditujukan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, bermental produktif, dan berdaya saing. Untuk itu pemuda harus menjauhi perilaku beresiko.

Jakarta (20/06/2022), Dilihat dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2021 terdapat 64,92 juta jiwa penduduk berada dalam kategori pemuda. Mengacu pada data tersebut, fokus pembangunan Indonesia tahun 2020-2024 secara khusus ditujukan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, bermental produktif, dan berdaya saing. 

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam hal ini Kedeputian Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda menyelenggarakan kegiatan diskusi kesehatan pemuda bertemakan: "Pencegahan dan Penanganan Penyalahgunaan NAPZA dan Perilaku Berisiko Lainnya pada Pemuda", pada hari Minggu (19/6).

Kegiatan ini merupakan seri kedua dari kegiatan Pre Event Menko PMK Menyapa yang bertajuk Saatnya Pemuda Bersuara. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui live instagram.

Diskusi pada hari ini menghadirkan narasumber yang kompeten dalam bidangnya, yakni Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali Brigjen Pol Gede Sugianyar  Dwi Putra, Member Independent Youth Forum Papua Yokbet Merauje, dan Founder Peduli Remaja Indonesia Reysha Kusuma Tamsi. 

Asisten Deputi Bidang Pemberdayaaan Pemuda Kemenko PMK, Linda Restaningrum menjelaskan, acara ini merupakan bagian dari upaya untuk mempersiapkan pemuda yang berkualitas dan dapat berkontribusi dalam pembangunan Indonesia kedepannya.

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kita dalam mencegah perilaku berisiko di kalangan pemuda sekaligus mempersiapkan para pemuda bangsa Indonesia yang berkualitas dan dapat berkontribusi pada pembangunan negara Indonesia," ujarnya. 

Namun, dalam mewujudkan cita-cita tersebut masih terdapat beberapa faktor penghambat seperti meningkatnya angka prevalensi penyalahgunaan narkoba, perundungan, perilaku seksual berisiko pada pemuda dan sebagainya.

Maka dari itu, Asdep Linda juga menegaskan bahwa untuk menggapai cita-cita Indonesia Emas 2045 diperlukan upaya untuk menumbuhkan kesadaran hidup sehat dan peran aktif seluruh pihak dalam membangun pemuda Indonesia. 

"Dalam menggapai cita-cita Indonesia Emas 2045 nanti, kita semua khususnya para pemuda penerus generasi bangsa dapat menanamkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat dengan menjauhi perilaku yang berisiko dan seluruh pihak dapat berperan aktif dalam membangun pemuda yang berdaya saing," tuturnya.

Kegiatan diskusi secara daring yang disiarkan melalui live instagram Kemenko PMK. Dalam acara diskusi juga diadakan kuis interaktif dengan hadiah menarik yang mengundang partisipasi aktif para peserta.

 

*deputi 4

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: