Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

PEMUDA DAN KEBERPIHAKAN PADA SEKTOR PERTANIAN

Petani muda sedang menggarap lahan pertanian
  • 15 September 2021
  • 0 Komentar

PEMUDA DAN KEBERPIHAKAN PADA SEKTOR PERTANIAN

Melalui DPM dan DPA, Kementan mentargetkan setidaknya muncul 2,4 juta petani muda pada tahun 2024 yang memahami sektor pertanian dari hulu sampai ke hilir, yaitu mulai dari kegiatan penanaman, pascapanen, packaging, hilirasasi produk, hingga pemasaran dan perdagangan.

 

Jakarta (02/09/2021) Faktor yang dapat menjadi pendorong produktivitas dalam sektor pertanian adalah inovasi teknologi, sarana, regulasi dan sumber daya manusia (SDM). Keempat faktor tersebut merupakan elemen yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Jika salah satunya terpisah atau ditiadakan, maka produktivitas pertanian akan terganggu. Untuk faktor regulasi dan sarana, pemerintah masih terus bekerja agar produktivitas pertanian di Indonesia meningkat. Namun fokus yang cukup besar saat ini dicurahkan pada faktor SDM dan inovasi teknologi. Kedua faktor ini dianggap sebagai “satu paket” yang niscaya untuk diwujudkan pada era sekarang.

 

Menurut data Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), hingga tahun 2020 terdapat sekitar 33 juta petani di Indonesia. Sebanyak 29% petani merupakan para petani milenial atau petani muda. Para petani muda ini diharapkan menjadi kelompok paling produktif, sebab selain dikarenakan faktor usia yang masih muda, para petani muda ini juga melek teknologi. Sektor pertanian akan menjadi lebih berkembang jika memanfaatkan inovasi teknologi yang lahir sebagai solusi-solusi produktif.

 

Beberapa nama petani muda belakangan ini semakin banyak yang muncul beserta kesuksesan mereka. Sebut saja nama Sandi Octa Susila (Cianjur), Agitya Kristantoko (Bojonegoro), Sofyan Adi Cahyono (Semarang) dan lain-lain. Mereka merupakan petani-petani muda yang sukses dalam mengelola pertanian dengan memanfaatkan teknologi.

 

Melihat fakta tersebut Kementerian Pertanian (Kementan) melalui BPPSDMP terus mendorong agar mau berkecimpung di sektor pertanian. Alasannya, produktivitas sektor pertanian harus diimbangi dengan kualitas SDM di dalamnya. Generasi muda dianggap sangat mampu untuk memenuhi harapan tersebut. Demi menggaet minat generasi muda, BPPSDMP mengukuhkan sebanyak 2.000 Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) yang tersebar di seluruh Indonesia pada Agustus 2021.

 

DPM dan DPA diharapkan dapat memberikan motivasi dan dapat menggemakannya kepada generasi milenial di wilayah tempat tinggalnya masing-masing, untuk mau terjun dan berusaha di bidang pertanian, kemudian berkontribusi nyata dalam pembangunan pertanian. Pemerintah meyakini bahwa pertanian era sekarang sudah lintas negara. Oleh karena itu petani harus kompetitif dengan memiliki kemampuan teknis, penguasaan teknologi dan skill dalam membangun model bisnis yang up to date. Mengelola pertanian tidak bisa lagi mengandalkan model dan cara-cara lama, sebab era telah berubah dan terus berkembang.

 

Melalui DPM dan DPA, Kementan mentargetkan setidaknya muncul 2,4 juta petani muda pada tahun 2024 yang memahami sektor pertanian dari hulu sampai ke hilir, yaitu mulai dari kegiatan penanaman, pascapanen, packaging, hilirasasi produk, hingga pemasaran dan perdagangan. Dengan demikian diharapkan Indonesia dapat mewujudkan sebuah istilah Jawa kuno gemah ripah loh jinawi, yang berarti tentram, Makmur, serta subur tanahnya.

 

Sobat Revmen, petani pada era sekarang sudah menjadi profesi yang keren. Sobat Revmen bahkan bisa menjadi petani mandiri meski hanya memiliki lahan yang terbatas di pekarangan rumah, seperti dengan membudidayakan pertanian hidroponik. Dengan bantuan teknologi, termasuk teknologi informasi dan komunikasi, pertanian yang dikelola oleh Sobat Revmen akan berkembang. Ditambah lagi, pemerintah juga memberikan dukungan yang besar pada sektor pertanian.

 

Jika sobat memulai bisnis pertanian sendiri, meski dengan jumlah kecil, Sobat Revmen telah turut mendukung program pemerintah dalam melakukan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), utamanya mewujudkan Kegiatan Prioritas (KP) 5, yakni pembangunan dan pembudayaan sistem ekonomi kerakyatan berlandaskan Pancasila, khususnya pada Program Prioritas 2 mengenai peningkatan semangat kerja dan berwirausaha dengan berlandaskan semangat gotong royong. Let’s be young agripreneur! #AyoBerubah #RevolusiMental #GerakanIndonesiaMandiri

 

Referensi:

Indonesia.go.id. (2021). Diakses tanggal 20 Agustus 2021.

Petanidigital.id. (2020). Diakses tanggal 20 Agustus 2020.

Republikaco.id. (2021). Diakses tanggal 20 Agustus 2021.



Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: