Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Pemprov Bengkulu lakukan penguatan UMKM untuk mewujudkan Bengkulu Mandiri

Kegiatan Dialog Kewirausahaan Sosial untuk Pelaku UMKM Provinsi Bengkulu
  • 01 Desember 2020
  • 0 Komentar

Pemprov Bengkulu lakukan penguatan UMKM untuk mewujudkan Bengkulu Mandiri

Bengkulu (25/11)- Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang mendapat dampak karena pandemi Covid-19. Lesunya perekonomian membuat banyak UMKM jatuh karena permintaan terhadap produk berkurang karena masyarakat lebih fokus pada kebutuhan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Asisten Deputi Revolusi Mental, Kemenko PMK Alfredo Sani Fenat dalam rangka Dialog Kewirausahaan Sosial untuk Pengembangan Ekonomi di Masa Pandemi di Hotel Mercure Bengkulu Rabu (12/11/2020).

Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bengkulu, Erdiwan, SH dan Ketua Asosiasi UMKM Provinsi Bengkulu, M Arif Sudibyo.

“Dampak pandemi juga menyebabkan UMKM mengalami kerugian bahkan ada yang tidak mampu membayar cicilan/pinjaman. Oleh karena itu, pemerintah telah banyak memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM agar dapat bangkit dengan mempermudah akses permodalan melalui KUR, mempermudah pembentukan koperasi dan lain sebagainya” Kata Alfredo.

Hal ini merupakan kolaborasi pemerintah dengan pelaku UMKM dalam rangka aksi nyata Gerakan Indonesia Mandiri. “Dukungan pemerintah agar UMKM Bangkit di masa pandemi dengan mendorong peningkatan peran koperasi dan UMKM agar menjadi prioritas dalam perekonomian nasional serta mendorong masyarakat untuk berwirausaha melalui media digital” imbuh Alfredo.

Di masa pandemi yang belum usai, pemerintah berupaya hadir ditengah masyarakat dalam mengawal UMKM di Indonesia. “Pemerintah telah memberikan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Mendorong UMKM untuk Naik Kelas, menyalurkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) serta penggunaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam rangka penanganan dan pemulihan ekonomi UMKM yang terdampak Covid-19” ungkap Erdiwan.

Erdiwan mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong stakeholder agar bersinergi dalam pemulihan ekonomi yang terdampak covid-19 dengan bersinergi menciptakan program-program kreatif dan inovatif serta mengelola dana CSR bagi UMKM. “Sinergi ekonomi ini dengan memaksimalkan peran Rumah Kreatif BUMN (RKB) serta membetuk sentra jajanan produk UMKM khas unggulan daerah di jalan protokol” imbuhnya lagi.

Sementara itu, Arif Sudibyo berharap agar komunitas UMKM di Bengkulu terus membangun jejaring antar pelaku UMKM agar UMKM naik kelas. Hal ini seperti yang diharapkan Bung Karno, bangsa Indonesia ‘move on’ alias beranjak dari sikap mental inlander yang rendah diri. “Ada keterkaitan antara Revolusi Mental dan UMKM, jika UMKM di Bengkulu ingin maju, harus segera ‘move on’ dari kebiasaan lama. Saat ini UMKM sudah banyak yang menggunakan teknologi agar pemasarannya lebih maksimal” kata Arif.

Menurutnya, UMKM di Bengkulu banyak memiliki masalah sehingga belum berkembang. Dalam paparannya mengatakan, persoalan utama minimnya akses pembiayaan dan minimnya inovasi produk UMKM. “Masalah utama yang dihadapai para pelaku UMKM di Bengkulu adalah masih minimnya akses pembiayaan dan minimnya inovasi produk , sehingga solusinya diantaranya dengan Equity Crowd Funding (penggalan dana) dan terus menciptakan inovasi-inovasi baru produk UMKM” pungkas Arif.

 

*********************

Publikasi  Satker Revolusi Mental,

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

www.revolusimental.go.id

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: