Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Pemda Harap Ende Jadi Kota Rahim Pancasila

Hari Lahir Pancasila, I Juni, Bung Karno
  • 31 Mei 2022
  • 0 Komentar

Pemda Harap Ende Jadi Kota Rahim Pancasila

Ende adalah salah satu rahim proses kelahiran Pancasila dengan keistimewaannya. BPIP berharap peringatan hari lahir Pancasila ke depannya dirayakan di daerah-daerah yang memiliki peran untuk lahirnya Pancasila.

Jakarta (31/5/2022), Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menjadi pusat peringatan Hari Lahir Pancasila ke-77 pada 1 Juni tahun ini. Ada sejumlah keistimewaan Ende  dalam pandangan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) hingga diputuskan menjadi pusat peringatan Hari Lahir Pancasila.

Wakil Kepala BPIP,  Prof Hariyono yang berlatar belakang seorang guru besar sejarah dari Universitas Negeri Malang, menjelaskan soal keistimewaan Ende terkait Pancasila. Dilansir dari BPIP.go.id, Hariyono menyebut, ketika di Ende inilah, ada ruang bagi Bung Karno yang biasanya sangat sibuk mengkonsolidasikan perjuangan nasional, untuk merenungkan dasar-dasar negara yang kelak akan dia pimpin.

Di Ende, Bung Karno sadar bahwa Indonesia itu bukan hanya Jawa, karena di Ende ini memiliki etnis dan agama yang beragam. "Dari sinilah Ketuhanan menurut Bung Karno tak bisa dipersempit menjadi ketuhanan bagi agama tertentu," kata Prof Hariyono di Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende di sela acara Parade Kebangsaan untuk menyambut puncak Hari Lahir Pancasila, Sabtu (28/5)

Selain itu, masyarakat Ende memiliki kemandirian. Ini terbukti bahwa Ende baru bisa takluk dan dijajah oleh Belanda pada 1917.  Selanjutnya, masyarakat Ende sangat mendukung toleransi. Meskipun, ada etnis dan agama yang berbeda, tetapi masyarakatnya saling berinteraksi. "Bung Karno menilai Ende adalah miniaturnya Indonesia," kata Hariyono.

Kemudian, Ende juga adalah wilayah yang mencerminkan kemaritiman. Makanya, ketika Bung Karno pidato pada 1 Juni 1945, dikatakan bahwa Indonesia bukan hanya kelautan tetapi lautan yang ditaburi pulau-pulau. Sehingga, negara kepulauan ini tak bisa disatukan jika tidak memiliki dasar negara yang berakar dari nilai-nilai masyarakat. "Maka ketika di Ende, lima mutiara (sila Pancasila) sudah terlihat dan itulah peran Ende," kata Hariyono.

Ditambahkan, Ende adalah salah satu rahim proses kelahiran Pancasila dengan keistimewaannya. Makanya, BPIP ingin peringatan hari lahir Pancasila ke depannya dirayakan di daerah-daerah yang memiliki peran dalam proses sejarah terbentuknya Pancasila. "Ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Pancasila itu bukan hanya milik orang Jawa, tetapi ada Bengkulu, Banda, hingga Boven Diegul," kata Prof Hariyono.

Sementara, Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama BPIP Elfrida Herawati Siregar mengatakan, Ende adalah salah satu tempat di mana salah satu pendiri bangsa, yakni Bung Karno menggali nilai-nilai Pancasila. Dan, masyarakat Ende selalu menjaga nilai-nilai Pancasila yang digali Bung Karno. "Masyarakat Ende menjaga legacy Bung Karno tentang nilai-nilai Pancasila yang digali di Ende," kata Elfrida.

Pemerintah daerah (Pemda) Kab Ende sangata berharap agar Ende dijadikan sebagai Kota Rahim Pancasila. Bupati Kabupaten Ende, Djafar Achmad, seperti dikutip tribunnews.com menerangkan salah satu upaya agar misi ini tercapai, Pemerintah Kabupaten Ende, sejak 2017 lalu, mulai menggelar Parade Pesona Kebangsaan Napak Tilas Bung Karno. Parade ini berisi tentang perjalan dan perjuangan Bung Karno selama di Ende.

Parade Pesona Kebangsaan Napak Tilas Bung Karno, kata Bupati Djafar, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Ende sehingga pemerintah dan masyarakat sangat antusias. "Endingnya, satu hal yang mau kami sampaikan, sudilah kiranya Bapa Presiden menetapkan SK Presiden bahwa Ende itu betul - betul Rahimnya Pancasila. Jadi ada konek, lahir di Jakarta, mengandungnya di Ende," pungkas Bupati Djafar.

*PS

Sumber

BPIP.go.id diakses 31 Mei 2022

Tribunnews.com diakses 31 Mei 2022

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: