Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

MATAKIN Dukung Aksi Penanaman 10 Juta Pohon

GNRM, 10 JUta POhon, AKsi Nyata
  • 23 Mei 2022
  • 0 Komentar

MATAKIN Dukung Aksi Penanaman 10 Juta Pohon

“Membangun mental bangsa, tentu tidak bisa mengabaikan pembangunan kesadaran masyarakat untuk ikut memiliki, merawat, dan mencintai lingkungannya.”

Jakarta (23/05/2022) Sebagai bentuk keberlanjutan pasca menjadi tuan rumah Global Platform for Disaster Risk (GPDRR) 2022, Pemerintah Indonesia melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) mengajak partisipasi seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam penanaman pohon. Aktivitas ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai strategis instrumental revolusi mental yang menjadi bagian karakter bangsa.

"Membangun mental bangsa, tentu tidak bisa mengabaikan pembangunan kesadaran masyarakat untuk ikut memiliki, merawat, dan mencintai lingkungannya. Apalagi tak bisa dipungkiri bahwa dinamika pembangunan, juga membawa dampak sampingan bagi kelestarian lingkungan,” tutur Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN), Budi S. Tanuwobowo mengapresiasi rangkaian Aksi Nyata GNRM Penanaman 10 Juta Pohon.

Nilai-nilai etos kerja, gotong royong, dan integritas adalah nilai-nilai strategis yang sudah sepantasnya menjadi bagian dalam masyarakat, menjadi karakter bangsa. Melalui proses penanaman pohon, diajarkan nilai integritas yaitu tanggung jawab, kejujuran, harmoni antara pemikiran dan tindakan. Hal ini nampak saat menanam pohon, tidak hanya sampai tertanam namun juga bertanggung jawab merawat hingga pohon dapat hidup, bertumbuh, dan dapat memproduksi hasil dan manfaat yang maksimal.

Konsistensi perawatan, pemupukan, penyiangan, membutuhkan kegigihan dan etos kerja untuk memberikan lingkungan dan asupan yang baik bagi pohon bertumbuh. Serta proses kolaborasi dan gotong royong oleh seluruh anggota keluarga, siswa, mahasiswa, masyarakat sekitar tempat bertumbuhnya pohon untuk merawat dan menjaga kelestarian pohon. Nilai integritas etos kerja dan gotong royong ini diharapkan membentuk karakter peduli lingkungan. 

“Upaya Kemenko PMK melakukan penanaman 10 juta pohon, harus dilihat sebagai bagian dari upaya membangun mental warganegara yang bertanggung jawab akan nasib generasi mendatang. Matakin dan seluruh umat Khonghucu sangat mengapresiasi dan mendukung,” pungkas Budi.

Kegiatan  akan dilaksanakan dengan aksi penanaman pohon serentak bersama  Menko PMK dan peserta dari 34 provinsi yang bergabung secara virtual. Adapun jenis pohon buah merupakan prioritas yang akan ditanam di SMP PGRI 3 Denpasar dan di titik kedua yaitu pohon mangrove di Pantai Mertasari. Kegiatan akan dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama Menko PMK.

Aksi nyata penanaman 10 juta pohon yang diluncurkan Kemenko PMK di sebuah sekolah menengah pertama di Bali ini juga menunjukkan bahwa pembudayaan gaya hidup peduli lingkungan harus dipupuk sejak dini. Pembudayaan gaya hidup cinta lingkungan ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan baik yang mengurangi potensi bencana, memperbaiki keseimbangan ekologi, meningkatkan kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan hasil pohon serta mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan bagi kualitas hidup generasi sekarang dan mendatang. 

*PS

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: