Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Paling Rajin Lapor Gratifikasi, Penghulu KUA Cimahi Ini Tuai Penghargaan

Budi Ali Hidayat, Penghulu KUA Cimahi berintegritas laporkan gratifikasi, dapat penghargaan dari KPK dan Kemenag
  • 01 April 2021
  • 0 Komentar

Paling Rajin Lapor Gratifikasi, Penghulu KUA Cimahi Ini Tuai Penghargaan

Budi Ali Hidayat, Penghulu di KUA Cimahi Tengah rajin melaporkan gratifikasi yang ia terima, bahkan tercatat sebagai pelapor terbanyak. Karena integritasnya tersebut ia pun diganjar penghargaan oleh KPK maupun Kementerian Agama RI.  


Jakarta (30/03/2021) Masyarakat kita agaknya tak asing dengan fenomena memberikan uang terima kasih, uang lelah, atau uang rokok di banyak kesempatan. Budaya tersebut pun melekat pula ketika berurusan dengan sektor pelayanan publik, hal yang dianggap wajar untuk memberikan uang terima kasih ataupun bingkisan hadiah ketika telah mendapatkan pelayanan. Tapi hal tersebut tidak berlaku bagi seorang penghulu di Kantor Urusan Agama (KUA) Cimahi Tengah, Kota Cimahi, bernama Budi Ali Hidayat. Budi justru tercatat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pelapor gratifikasi dengan frekuensi terbanyak pada Desember 2020 lalu. Yuk sobat Revmen, kita simak kisah teladan dari sosok berikut ini ya! 


Berdasarkan catatan KPK, Budi setidaknya telah melaporkan 88 gratifikasi yang ia terima ke KPK sepanjang 2019 hingga 2020. Tak hanya berbentuk uang, gratifikasi berupa bingkisan dan fasilitas transportasi pun ia juga laporkan. Total laporan yang telah dilaporkan Budi ialah sebanyak 88 laporan terdiri 64 laporan penerimaan dan 24 laporan penolakan dengan total nilai gratifikasi sebesar Rp 16.190.000, dan yang ditetapkan menjadi milik negara sebesar Rp 13.540.000.   


Sikapnya yang mencerminkan integritas itu membawa Budi menjadi salah satu dari tiga pelayan publik yang mendapat penghargaan dari KPK pada Desember 2020 lalu, karena dinilai menjadi contoh bagi masyarakat dalam melaporkan gratifikasi. Tak hanya dari KPK, Budi pun mendapat penghargaan langsung dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Januari lalu. Pria berusia 44 tahun itu pun tak kuasa membendung air mata, karena bahagia sekaligus terharu menerima penghargaan langsung dari orang nomor satu di tempat institusinya bekerja tersebut.  


Sebagai penghulu, Budi mengaku kerap mendapat uang terima kasih atau bingkisan dari pihak keluarga mempelai yang ia nikahkan. Namun, sebisa mungkin ia akan menolaknya secara halus. Tak jarang, penolakannya tersebut disalah artikan sebagai sikap tak menghargai dan membuat tersinggung sang pemberi amplop. Karena selalu menghindar, alumnus Fakultas Syariah, IAIN Sunan Gunung Djati itu bahkan sampai harus dikejar-kejar untuk diberikan amplop, misalnya langsung dimasukkan amplop ke saku jasnya, di taruh di motor, hingga disambangi ke rumahnya. Bila tak kuasa menolak, Budi terpaksa menerimanya lalu melaporkan gratifikasi tersebut ke KPK melalui Aplikasi Gratifikasi Online (GOL).  


Budi mengaku lega telah melaporkan. Karena diakui ayah empat anak itu mengantongi banyak amplop justru membuatnya gelisah, murung, dan tak tenang karena apa yang ia terima tersebut masuk ke dalam kategori gratifikasi. Budi yang kini menjabat sebagai Kepala KUA Cimahi Tengah, merasa cukup telah digaji oleh negara dan baginya saat ia menikahkan pengantin hanya melakoni tugas dan kewajibannya sebagai penghulu untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya.   


Wah, inspiratif banget enggak sih sobat Revmen? Kejujuran melaporkan gratifikasi yang dilakukan Pak Budi mencerminkan integritas yang patut kita jadikan contoh dan teladan. Bahwa sekalipun tanpa uang terima kasih atau gratifikasi, pelayanan prima tetap dapat diberikan oleh pelayan publik. Hal itu sesuai dengan salah satu gerakan nasional Revolusi Mental yaitu Indonesia Melayani. Yuk sobat Revmen, mari sama-sama kita perkuat pula nilai-nilai integritas guna mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di Indonesia! 



Sumber Foto: 

https://daerah.sindonews.com/read/264800/701/ikatan-batin-membuat-penghulu-budi-malu-menerima-titipan-usai-menikahkan-pasangan-pengantin-1607674376?showpage=all 


Referensi: 

Jabar.tribunnews.com, 16/12/20 

Nasional.kompas.com, 09/12/20 

Kemenag.go.id, 05/01/21 

Kpk.go.id, 10/12/20 


Reporter: Melalusa Susthira K. 

Editor: Wahyu Sujatmoko. 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: