Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Ono Sumarsono: Sulap Besi Bekas Jadi Karya Seni Patung Bernilai Tinggi

Ono Sumarsono manfaatkan limbah besi rongsok bekas jadi karya seni patung
  • 28 September 2021
  • 0 Komentar

Ono Sumarsono: Sulap Besi Bekas Jadi Karya Seni Patung Bernilai Tinggi

Tak hanya menghasilkan karya seni bernilai tinggi, dengan memanfaatkan besi rongsokan sebagai medium karya seni patung, Ono Sumarsono sekaligus berniat mengurangi timbulan sampah besi-besi tua. 

 

Jakarta (20/09/2021) Selama ini besi-besi bekas kerap kali hanya berakhir menjadi rongsokan. Namun di tangan Ono Sumarsono atau yang juga biasa dikenal dengan Ono Gaf, sampah besi-besi tua tersebut mampu disulap menjadi karya seni patung bernilai tinggi dalam berbagai rupa. Kreativitasnya dalam menyulap materi yang tak lagi terpakai itu pun telah membuatnya go international hingga ia dijuluki pula sebagai “Man of Steel” atau manusia baja. Seperti apa? Yuk sobat Revmen, kita simak lebih jauh berikut ini!

 

Sosok Ono Sumarsono (74) alias Cak Ono memberi warna tersendiri dalam khasanah seni kontemporer tanah air. Di mana seniman nyentrik asal Malang, Jawa Timur, tersebut mampu menciptakan karya seni menakjubkan dengan memanfaatkan medium yang tak biasa yakni besi rongsokan. Lewat tangan dinginnya, ia menciptakan berbagai jenis patung mulai dari rupa binatang seperti reptil, mamalia, burung, hingga pesawat, ataupun bentuk abstrak lainnya. Didasari oleh semakin banyaknya besi-besi bekas yang tidak terpakai atau kembali dihancurkan sebagai bahan pembuatan barang dari besi lagi, Cak Ono pun berniat untuk mengurangi sampah dari rongsokan besi tersebut dengan memanfaatkannya sebagai bahan karya seni.

 

Pria kelahiran 1 Januari 1947 itu memang sejak kecil telah akrab dengan lingkungan besi-besi tua, di mana ia tinggal di kampung di kawasan Pasar Comboran yang terkenal sebagai sentra barang-barang bekas dan besi rongsokan di Kota Malang. Dari sana lah, ia kemudian memutuskan mempelajari teknik pandai besi seperti mengelas, menempa, dan membentuk besi. Cak Ono mengaku, dalam membuat patung dari rongsokan besi itu banyak terinspirasi dari alam. Ia juga menyebut salah satu falsafahnya memanfaatkan besi rongsokan untuk menciptakan karya seni dengan cara menyatukan besi satu ke besi lainnya, karena terinspirasi dari kebudayaan Indonesia yang bersatu dalam kemajemukan dan beragamnya tradisi.

 

Berbagai besi rongsokan seperti onderdil bekas, plat, baut, gear, linggis, tang, dan sampah besi lainnya untuk bahan karya seni didapatkannya dengan memungut, pemberian orang, ataupun membelinya dari sejumlah pasar loak. Untuk dapat merampungkan karya seninya, durasinya pun bermacam-macam tergantung pada tingkat kerumitan dan bahan material yang digunakan. Ada yang hanya membutuhkan waktu satu jam untuk selesai, namun ada pula yang bahkan satu tahun belum juga selesai. Meski tak pernah mematok harga, karya seni patung buatan Cak Ono bisa dihargai ratusan juta hingga miliaran rupiah lho, sobat Revmen!