Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Noviyanto, Perintis Keju Lokal Boyolali Berkualitas Internasional

Noviyanto pendiri pabrik keju lokal Indrakila di Boyolali
  • 08 Januari 2022
  • 0 Komentar

Noviyanto, Perintis Keju Lokal Boyolali Berkualitas Internasional

Lewat pabrik Keju Indrakila yang digagasnya, Noviyanto sukses mengembangkan potensi lokal desanya sekaligus menggerakan perekonomian warga sekitar lebih mandiri. 


Jakarta (8/1/2021) Sobat Revmen, selama ini Boyolali dikenal sebagai “Kota Susu” karena menjadi salah satu sentra penghasil susu sapi terbesar dan terbaik di Indonesia. Namun sayangnya, produksi susu sapi segar yang melimpah tersebut tidak dibarengi dengan pengolahannya yang maksimal. Adalah Noviyanto, pemuda asal Boyolali yang lantas mengembangkan olahan susu dari para peternak sapi perah di Boyolali menjadi keju berkualitas yang tak kalah saing dengan citarasa keju internasional. Keju buatannya yang diproduksi dengan merek Keju Indrakila itu pun menjadi pabrik keju lokal pertama yang ada di kawasan Jawa Tengah. Seperti apa? Yuk sobat Revmen, kita cari tahu kisah sukses pengembangan potensi desa oleh Noviyanto berikut ini!


Keju Indrakila merupakan produk keju lokal dan unggulan dari Boyolali, Jawa Tengah, yang dirintis oleh Noviyanto. Ide bisnis tersebut berangkat dari melimpahnya produksi susu dari para peternak sapi perah di Kabupaten Boyolali yang bahkan dapat menghasilkan hingga 110 ton susu sapi segar setiap harinya. Namun para peternak sapi perah umumnya hanya menjual produksi susu dalam bentuk susu segar. Melimpahnya produksi susu sapi yang tidak dibarengi dengan pemanfaatan dan pengolahan yang maksimal tersebut membawa pada kondisi harga jual susu yang tak stabil hingga banyaknya produksi susu yang terbuang percuma. Melihat kondisi tersebut, Noviyanto pun tergerak mengembangkan usaha keju lokal sebagai produk olahan susu untuk membantu nasib para peternak sapi perah di Boyolali sehingga dapat menampung kelebihan produksi susu yang kerap terbuang. 


Tercetusnya ide memproduksi keju dilatarbelakangi keterlibatan Noviyanto sebelumnya sebagai asisten ahli di Lembaga Donor Pemerintah Jerman bernama Deutscher Entwicklungsdient (DED), yang memberi pelatihan bagi peternak sapi perah di Boyolali soal pemanfaatan susu. Dari sanalah lulusan arsitektur dari Universitas Muhammadiyah Solo itu banyak belajar cara mengolah susu menjadi keju. Mengutip agronet.co.id, nama Keju Indrakila sendiri diambil dari kisah pewayangan, yang merupakan tempat Arjuna berdoa sebelum berperang melawan Kurawa. Sebagaimana inspirasi nama tersebut, Noviyanto pun menganggap usaha pembuatan keju ini adalah bagian dari doanya. Di samping itu, ikut memberdayakan warga sekitar juga menjadi satu keinginan Noviyanto saat kali pertama merintis pabrik Keju Indrakila. 



Dengan modal sekitar Rp 500 juta yang dihimpun dari berbagai sumber, Noviyanto mulai merintis produksi keju bersama sejumlah temannya dengan membentuk Koperasi Simpang Usaha (KSU) Boyolali yang anggota para peternak sapi perah pada tahun 2009. Lewat koperasi inilah, Noviyanto mendapatkan suplai bahan baku susu segar untuk pembuatan keju, sekaligus berupaya menekan fluktuasi harga susu segar hasil para peternak yang sebelumnya bergantung pada pabrik. Pabrik keju yang berlokasi di Jalan Profesor Soeharso, Desa Kiringan, Boyolali, itu memproduksi ragam keju berkualitas internasional yang citarasanya tak kalah dengan keju impor. Mulai dari keju mozzarella, feta, mountain chili, mountain original, feta blackpaper, bocconcini, hingga keju boyobert. Produk keju yang dipasarkan pun sudah mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Pada awal produksi, Noviyanto hanya mampu mengolah puluhan liter susu menjadi keju. Seiring berjalannya waktu, Noviyanto pun sukses mengolah 1.000 liter susu atau 100 kg keju per hari, bahkan bila permintaan sedang tinggi dapat memproduksi hingga 3.000 liter susu atau 300 kg keju dalam satu hari. Kini produk Keju Indrakila telah dipasarkan secara nasional ke berbagai kota di Indonesia, seperti Semarang, Yogyakarta, Solo, Malang, hingga Bali. Selain dijual secara ritel ke beberapa supermarket, kebanyakan pembeli berasal dari pemilik hotel dan restoran yang membutuhkan keju sebagai bahan masakan. Dengan harga berkisar antara Rp 85.000 hingga Rp 135.000 per kg, Noviyanto bisa mengantongi omset penjualan keju mencapai Rp 60 juta dalam sebulan.


Selain memberdayakan peternak sapi perah, Noviyanto juga merangkul sejumlah mitra atau pengusaha lokal lain untuk ikut menjajakan produk olahan susu di pabrik Keju Indrakila yang sekaligus berfungsi sebagai toko, seperti nugget keju, yoghurt, permen susu, hingga sabun susu. Tak hanya menghadirkan solusi atas kelebihan produksi susu para peternak sapi perah Boyolali agar tak terbuang percuma, dengan mengkreasikannya menjadi keju, Noviyanto mampu meningkatkan nilai value produksi susu menjadi lebih tahan lama, bernilai, dan diterima masyarakat. Lewat Keju Indrakila pula Noviyanto mampu mengembangkan potensi lokal desanya menjadi lebih maju dan berdaya, yang menjadi wujud aksi nyata dari salah satu gerakan Revolusi Mental yakni Gerakan Indonesia Mandiri. 


Meneladani ide usaha yang digagas Noviyanto di atas, dengan semangat gotong royong mari sama-sama kita gali dan kembangkan potensi lokal desa yang ada guna menggerakkan perekonomian sekaligus memberdayakan warga sekitar. Jangan lupa juga untuk selalu dukung dan cintai produk-produk dalam negeri ya, sobat Revmen! #AyoBerubah #RevolusiMental #GerakanIndonesiaMandiri 


Sumber Foto:

I:https://plesirankuliner.com/web/2020/01/05/keju-indrakila-boyolali-kembangkan-keju-lokal-rasa-internasional/

II:https://www.instagram.com/kejuindrakila/


Referensi:

Tribunnews.com. (2021). Diakses tanggal 13 Desember 2021. 

Suara.com. (2021). Diakses tanggal 13 Desember 2021. 

Agronet.co.id. (2021). Diakses tanggal 13 Desember 2021. 

Kompas.com. (2021). Diakses tanggal 13 Desember 2021. 

Detik.com. (2021). Diakses tanggal 13 Desember 2021. 

Mediaindonesia.com. (2021). Diakses tanggal 13 Desember 2021. 


Reporter: Melalusa Susthira K. 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: