Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

NILAI-NILAI PANCASILA DAN SEMANGAT ANTI KORUPSI

Menyuap tikus dengan uang
  • 09 Maret 2021
  • 0 Komentar

NILAI-NILAI PANCASILA DAN SEMANGAT ANTI KORUPSI

Korupsi masih menjadi momok menakutkan di Indonesia. Perbuatan koruptif dengan menyalahgunakan jabatan, wewenang dan keuangan negara, dapat menghambat pembangunan, meningkatkan angka kemiskinan dan menciderai keadilan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.



Jakarta (22/02/21) Beberapa orang pakar, salah satunya Jack Bologne, menyatakan bahwa korupsi muncul bukan hanya karena faktor kebutuhan (need) dan kesempatan (opportunity), melainkan juga karena faktor keserakahan (greed). Individu yang serakah sangat potensial melakukan korupsi.

 

Setiap individu memiliki potensi sifat serakah, tidak peduli dia berasal dari kalangan menengah bawah atau pun kaum kaya raya. Pada umumnya, sifat serakah muncul karena naluri ingin berfoya-foya, sifat hedonisme, ingin mendongkrak status sosial atau karena merasa tidak pernah puas. Individu yang serakah rela mengorbankan orang lain demi memuaskan nafsu keserakahannya.

 

Jika penyebab seseorang melakukan korupsi didasari oleh naluri keserakahan, maka selain aturan hukum, diperlukan juga panduan nilai-nilai untuk mencegah orang melakukan korupsi. Di Indonesia, panduan nilai-nilai itu telah disediakan dalam Pancasila.

 

Sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, memiliki esensi agar setiap warga Indonesia takut untuk berbuat dosa, termasuk melakukan  korupsi, karena selalu merasa diawasi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Pada sila kedua, tertanam nilai bahwa jika seseorang melakukan korupsi, maka orang itu sama saja telah menodai nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila ketiga memiliki esensi bahwa setiap tindakan yang dilakukan individu dapat memberi dampak pada individu lainnya sebagai makhluk sosial. Oleh karenanya Indonesia menolak individualisme yang dapat menjadi cikal bakal lahirnya korupsi. Sila ketiga juga menanamkan pesan agar bangsa Indonesia harus bersatu memerangi hal-hal buruk, termasuk korupsi.

 

Sila keempat menyampaikan pesan bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan. Tidak bisa secara sporadis dan orang perorang. Sementara sila kelima memiliki esensi bahwa penolakan terhadap korupsi merupakan tindakan untuk memperoleh keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mengamalkan setiap sila yang terdapat dalam Pancasila adalah salah satu cara untuk dapat mencegah korupsi berkembang. Begitu kayanya nilai-nilai yang dikandung Pancasila, rasanya sangat percuma jika kita tidak menjadikan Pancasila sebagai panduan nilai-nilai dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. #AyoBerubah

 

 

Referensi:

Kpk.go.id, 01/06/20

News.detik.com, 21/02/20

 

 

Reporter: Robby Milana

Editor: Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: